Inilah Kisah Penerima Jamsosratu Dinsos Banten, Berwirausaha Sebagai Upaya Bangkit Dari Keterpurukan

Inilah Kisah Penerima Jamsosratu Dinsos Banten, Berwirausaha Sebagai Upaya Bangkit Dari Keterpurukan

0 215
Nana Sopinah menjadi penerima program jamsosratu dari Dinsos Provinsi Banten sejak tahun 2016. Kini Sudah berwirausaha. Foto Istimewa. #detikbantencom

Detikbanten.com – Nana Sofinah adalah seorang ibu yang sudah berpisah dengan suaminya yang menanggung beban kehidupan sendiri dengan memiliki 3 putri. Yang sulung sudah berkeluarga dan Nana Sofinah tinggal di rumah orangtuanya yang beralamat di Kampung Baleman RT 004/RW 001 Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang.

Kediaman Nana Sofinah, Kampung Baleman RT 004/RW 001 Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang. Foto Istimewa. #detikbantencom

Nana Sofinah masih menanggung biaya kedua putrinya yang masih bersekolah, Syifa Alviona sekolah di SMPIT kelas 9 di Kampung Soge RT 001/001 Desa Patrasana Kecamatan Kresek, Agis Larasita sekolah di MI Riyadhul Mubtadhiin Kampung Pasir Gangsa RT. 005/002 Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek.

Nana Sopinah menjadi penerima program jamsosratu dari Dinsos Provinsi Banten sejak tahun 2016, karna ia berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarga dan ia sekarang sedang membangun wirausaha konveksi rumahan yang memproduksi pelampung (safe vest).

Pendamping Jamsosratu Kecamatan Kresek Zaenal, selalu berupaya memberikan bimbingan dan motivasi bagi Nana Sofinah sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS) binaannya agar memiliki motivasi dan kemauan keras untuk maju.

“Sudah menjadi tugas kami selaku pendamping untuk mengupayakan perubahan (mindset) para penerima Jamsosratu agar meningkat keberdayaan dan keberfungsian sosialnya, hingga diharapkan kedepan akan tercipta kemandirian sosial mereka,” ujar Zaenal.

Dari hasil bimbingan pendamping Jamsosratu, Nana Sofinah saat ini memulai produksi pelampung yang sudah di order ke jakarta dalam sebulan dua kali pengiriman pelampung dengan jumlah 215/pcs dengan harga Rp. 39.000, Awal mulai berproduksi bulan Mei 2018 di Kampung Karang Jetak Rt 009/RW 003 Desa Kandawati dengan status tempat produksi masih sewa/kontrak. dengan jumlah karyawan 4 orang.

Sebagai peserta jamsosratu binaan Dinsos Provinsi Banten, Nana Sofinah mengharapkan adanya program berkelanjutan dri pemerintah melalui dinsos Provinsi Banten dalam pembinaan dan pelatihan kepada para penerima jamsosratu untuk meningkatkaan penghasilan keluarga penerima manfaat program Jamsosratu, Agar bisa memutuskan mata rantai kemiskinan.

“Kendala pemasaran dan tantangan permodalan masih menjadi kendala utama dalam membangun usaha, begitu juga pemasaran produk saat ini baru melalui rekan usaha melalui medsos WA Group dan facebooke. untuk belanja bahan baku, Nana belanja ke daerah kotabumi dan pasar tanah abang,” Imbuh Zaenal.

Kasie Jamsoskel Dinsos Provinsi Banten Budi Dharma di tempat kerjanya pada detikbantencom Kamis (19/7/2018) mengatakan, bahwa pihaknya melalui para pendamping memang mendorong agar peserta Jamsosratu selain meningkat derajat kesehatan dan pendidikan, anak anaknya juga dapat merubah pola pikir mereka agar lebih berdaya secara sosial.

”RTS Jamsosratu memang kami endorse melalui para pendamping untuk meningkatkan keberdayaan dan keberfungsian sosial mereka. Saya sangat apresiatif terhadap kemauan Bu Nana ini dalam berupaya untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. ini salah satu cerita sukses sebuah program yang memiliki multiplier effect yang besar bagi penerimanya seperti Jamsosratu. hal ini juga dapat menjadi motivasi bagi peserta jamsosratu lainnya agar bersemangat mengatasi keterpurukan mereka,” kata Budi.

Selain itu Nana Sofinah selaku Penerima Jamsosratu Dinas Sosial Provinsi Banten dirinya merasa termotivasi untuk bangkit dari keterpurukan.

“Sebagai seorang Janda beranak dua apalagi dengan kondisi ekonomi yang sangat pas pasanan memang cukup berat menjalani hidup, alhamdulillah berkat perhatian Pemerintah provinsi Banten melalui program Jamsosratu ini sangat bermanfaat. Selain memotivasi Saya untuk melanjutkan sekolah anak anak setinggi tinggi nya, juga saya berterimakasih kepada  para pendamping selalu memberikan motivasi  kami sekeluarga dapat berupaya mandiri secara sosial. Ya inilah salah satu upaya saya dengan berwirausaha, dengan sedikit modal dan kemauan Alhamdulillah walau selangkah demi selangkah usaha ini terus berjalan” ujar Nana Sofinah.

Budi Dharma menceritakan Keberhasilan Penerima Jamsosratu dari Dinsos Provinsi Banten juga dirasakan oleh Julekah kelahiran 1997 putri Junaedi dan ibu Napsah asal kampung Parumasan Rt 06/04 kelurahan kalang anyar Kec. Taktakan. Kota Serang.

Setelah menjadi anggota jamsosratu, Julekah  diberikan motivasi oleh pendamping untuk lulus sekolah hingga minimal jenjang SLTA. dan meski dalam yang serba kekurangan dan hanya mengandalkan bantuan jamsosratu untuk membiayai pendidikannya, akhirnya Julekah  bisa menyelesaikan pendidikannya di SMK.

Julekah selaku Penerima/peserta Jamsosratu Asal Taktakan Kota Serang, Kini berhasil dan Sudah Bekerja sebagai Operator Bank diwilayah Parung Bogor Jawa Barat. Foto Istimewa. #detikbantencom

Setelah lulus dia berusaha untuk mendapatkan pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga. Pendamping Jamsosratu memberikan info lowongan kerja di bank BTPN dan setelah melalui tes yang kompetitif akhirnya Julekah  diterima bekerja di Bank BTPN dan ditugaskan di daerah parung bogor.

“Sejak Jamsosratu mulai tahun 2013 Menurut saya justru adanya peningkatan ekonomi yang seperti inilah yang menjadi tujuan utama jamsosratu sehingga dapat memotong mata rantai kemiskinan Dan anaknya lulus SMK tahun 2016 dan mulai bekerja di bank BTPN sejak akhir 2016 Dia anak pertama Junaedi Dan Julaekah sekarang hampir tiap bulannya memberikan uang ke orangtunya Maklum bapaknya pengangguran dan ibunya hanya buruh pembuatan emping Untuk membantu biaya adik adiknya,”imbuh Budi. (Lee/Red)

NO COMMENTS

Leave a Reply