Cilegon Tempat Singgah Pertama Obor Asian Games di Banten

Cilegon Tempat Singgah Pertama Obor Asian Games di Banten

0 70

DetikBanten.com, Kota Cilegon – Torch Relay Asian Games 2018 akan melewati beberapa tempat di Indonesia, dengan melintasi 18 Provinsi dan 64 kota di Indonesia dikabarkan tiba di Provinsi Banten, Kamis (9/8/18) pagi.

Tujuan dari Toch Relay keliling Indonesia sendiri yaitu sebagai ajang sosialisasi ASIAN GAMES 2018 kepada masyarakat, untuk mempromosikan destinasi pariwisata, seni budaya serta potensi lainnya.

Banten mendapatkan bagian kunjungan dari Torch Relay Asian Games 2018 dan juga menjadi daerah  venue untuk penthatlon.

Kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyi mengatakan Banten dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak daya tarik yang eksotis bagi wisatawan. “Berdasarkan keunikan sumber daya alam dengan branding Banten 7 Wonders,” ucap Eneng  saat ditemui di Pelabuhan ASDP Merak, Banten, Kamis (9/8/18) pagi.

Banten 7 Wonders antara lain, lanjut Eneng, Banten Lama (Kawasan Keraton Kesultanan Banten), Tanjung Lesung, Sawarna, Anyer-Carita, Cisadane, Baduy, dan Ujung Kulon.

“Banten juga memiliki ketaatan agama yang kuat dan memilki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga Banten menjadi tempat destinasi budaya dan religi yang banyak dikunjungi para wisatawan. Provinsi Banten terdiri atas 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Tangerang serta 4 Kota yaitu Kota  Serang sebagai ibu kota, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Api Obor Asian Games akan melintasi Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang serta akan disambut dengan ragam aktivitas seni budaya oleh pemerintah daerah kab/kota yang terlintasi,” paparnya.

Adapun, lanjut Eneng, rute yang akan dilewati yaitu, Pelabuhan Merak, Landmark Kota Cilegon, Rumah Dinas Walikota Cilegon, BMW Citra Garden, Danau TasiKardi, Stadion Maulana Yusuf Serang , Museum Negeri Provisi Banten.

Sementara itu Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi menyampaikan, Kota Cilegon dikenal sebagai Kota industri, dan sebutan lain bagi Kota Cilegon adalah Kota Baja, mengingat kota ini merupakan kota penghasil baja terbesar di Asia Tenggara.

“Kota Cilegon sendiri memiliki sebuah icon yang sudah terkenal, dengan Landmarknya yang berlokasi di Bunderan Simpang Tiga Jalan SA. Tirtayasa, Kecamatan Purwakarta. Ini bagian dari identitas yang mencerminkan karakteristik Cilegon sebagai Kota Industri, Kota Pelabuhan, Kota Religi, serta  gambaran Gunung Krakatau sebagai penopangnya,” ucap Edi.

Makna yang terkandung dalam landmark, lanjut Edi, yaitu, dengan tinggi bangunan mencapai 25 M, dianalogikan sebagai batang pohon lengkap dengan 6 buah cabang atau tangkainya melambangkan moto Kota Cilegon sebagai kota industri yang berwawasan lingkungan.

“Dasar landmark berbentuk lingkaran di analogikan sebagai putaran mesin sebagai symbol kota industri,  dan bagian bawahnya pun ditopang 8 buah tiang yang merupakan lambang dari jumlah kecamatan yang ada di Kota Cilegon. Jembatan yang berada ditengahnya dianalogikan sebagai gambaran bias cahaya lampu mercusuar yang melambangkan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh di Cilegon. Sedangkan atap berbentuk kubah melambangkan penduduk Kota Cilegon yang religius,” jelasnya.

Dengan melintasnya obor asian games 2018 di Kota Cilegon, Edi didampingi Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten Brigjen (Pol) Purn Rumiah Kartoredjo, menyambut kedatangan obor api Asian Games menjelang penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia itu di Landmark Cilegon dengan penuh sukacita.
Sebelumnya, Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018 sudah di laksanakan di Provinsi Lampung.

Kemudian, dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung, obor yang dibawa menggunakan kapal feri KMP Batu Mandi yang dikawal kapal perang KRI Bung Tomo, berlayar menuju Pelabuhan Merak.

Sepanjang perjalanan, mulai dari Merak hingga Landmark iring-iringan obor mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat dan pelajar di Kota Cilegon.

Sambil mengibarkan bendera merah putih mereka menyanyikan  lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan yang sesekali ditimpali teriakan Indonesia.

Setelah api menyala, selanjutnya obor Asian Games 2018 dibawa lari estafet oleh para atlet menuju Rumah Dinas Walikota Cilegon, dan dilanjutkan ke Kabupaten dan Kota Serang. (lux)

NO COMMENTS

Leave a Reply