Oknum Anggotanya Terlibat Pungli Dibenarkan oleh Kapolda Banten

Oknum Anggotanya Terlibat Pungli Dibenarkan oleh Kapolda Banten

0 262

DetikBanten.com, Kota Cilegon – Adanya penangkapan terhadap oknum anggota Polair Polda Banten atas dugaan keterlibatan Pungutan Liar (Pungli) dibenarkan oleh

Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa. Meski demikian jajarannya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku pungli tersebut.

“Untuk sementara baru ada dua orang yang dilaporkan oleh korban, namun kami masih mempelajari apakah ada keterlibatan dengan kasus yang lain. Meski diakui tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan terduga pelaku pungli lain dalam kasus tersebut,” kata kapolda kepada awak media saat ditemui disalah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa, (28/8/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini baru ada dua orang, yang terlibat dalam kasus dugaan pungli tersebut, namun tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan yang lain dalam kasus itu. Karena sampai saat ini kami masih memproses kasus tersebut.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada semua pihak untuk tidak merasa khawatir dengan adanya kasus itu. Karena saya tidak akan mentolerir terhadap anggota yang bermasalah,” ujarnya.

“Masyarakat ngga usah kawatir dengan adanya kasus pungli itu, saya selaku Kapolda Banten tidak akan mentolerir terhadap anggota yang terlibat dalam kasus pungli tersebut,” imbuhnya.

Adapun adanya kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diklaim dilakukan oleh Menkopolhukan, Teddy membantahnya.

“Perlu di garis bawahi, terkait pemberitiaan bahwa anggota saya di OTT Menkopolhukam itu saya tegaskan itu tidak benar, kalo ada anggota Polda Banten yang melakukan Pungli itu benar dan sudah dilakukan penindakan serta saat ini sedang diproses,” ungkap kapolda.

Diketahui bahwa, sebelumnya beredar kabar Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar atau Satgas Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan terhadap oknum perwira yang bertugas di Direktorat Polair Polda Banten. Dalam kasus tersebut oknum yang dimaksud dikabarkan meminta uang sebesar 100 juta rupiah dengan cara bertahap kepada PT Karya Sumber Daya (KSD). (lux)

NO COMMENTS

Leave a Reply