Diduga Selewengkan Dana Desa, Mantan Kades Binangun Diamankan Polres Serang Kota

Diduga Selewengkan Dana Desa, Mantan Kades Binangun Diamankan Polres Serang Kota

0 167

DetikBantencom, Kota Serang – Di duga terjadi tindak pidana Korupsi penyalah gunaan Dana Desa (DD), mantan kepala Desa Binangun periode 2011-2017 inisial SL (42) diamankan Polres serang Kota. Ditaksir kerugian Keuangan negara mencapai Rp 497.871.831.

Tersangka diamankan di kediamannya di kampung Sandahan lor, Rt 011 Rw 005 Desa Binangun kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Kamis (11/10/2018) sekira pukul 19:00 WIB.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menerangkan, Dari hasil temuan tersangka sudah memenuhi unsur sebagaimana diatur pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU RI no 20 tahun 2001 tentang tindal korupsi perubahan UU no 31 tahun 2009.

“Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara maksimal 20 tahun kurungan dengan denda 200 juta hingga 1 miliar,” ujar kapolres Serang Kota AKBP kepada awak media.

Dijelaskan Kapolres, yang brsangkutan SL pada tahun 2015 mendapatkan dana desa sebesar 634.721.985. setelah didalami ada beberapa item pengadaan peralatan kantor sebesar 68.836.818 dan pembangunan kantor desa sebesar 268 juta dimana telah dipertanggung jawabkan sebesar 100 persen artinya dianggap pekerjaan itu selesai.

“Namun realisasi yang kita dapati, ada beberapa item barang yang tidak diadakan sebesar 46 juta,” jelasnya.

Kemudian Pada 2016, lanjut kapolres, Desa Binangun mendapatkan dana desa sebesar Rp 1.016.336.000. Hasil temuan terdapat beberapa item pekerjaan fisik tepatnya 4 item kekurangan volume.

“Diantaranya, kegiatan pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi sebesar Rp. 91.452.000, kegiatan pembangunan jalan desa sebesar Rp. 185.608.600 dan kegiatan pembangunan infrastruktur dan lingkungan sebesar Rp. 253.594.700,” terangnya.

“Serta terdapat pemotongan honor anggota BPD pada tahun 2015-2016 sebesar Rp. 59.700.000,” tambahnya.

Kapolres menuturkan, berdasarkan hasil audit oleh ahli tehnik sipil Untirta dan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Banten. Atas perbuatan yang dilakukan tersangka SL telah merugikan uang negara sebesar Rp. 497.871.831.

“Saat ini, perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Serang. Kita sita uang dari tersangka sebesar 100 juta, Kepada tersangka, telah di tetapkan sebagai tersangka, kita lakukan penahanan,” pungkasnya.

“Menyikapi kebijakan pemerintah dalam hal ini bapak presiden, agar pengawasan terhadap penggunaan dana desa, ini sebagai pembelajaran kepada kepala desa yang lain, agar betul-betul dilakukan secara tepat, teliti dan detail,” tutupnya. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply