Penambangan Di Gunung Gede Ditolak Warga

Penambangan Di Gunung Gede Ditolak Warga

0 61

DetikBanten.com, Kota Cilegon – Rencana perluasan penambangan di wilayah Gunung Gede dan Gunung Merdeka, Kabupaten Serang, secara tegas ditolak warga Kecamatan Pulo Ampel dan Bojonegara, Kabupaten Serang. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan perwakilan warga di Sekretariat Gappura Banten, Lingkungan Tegal Wangi Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Rabu (10/10/2018) malam kemarin.

Ali Rohman perwakilan Ikatan Mahasiswa Pulo Ampel dan Bojonegara mengatakan, Pemprov Banten dan Kementerian terkait, diharapkan tidak memberikan rekomendasi kepada perusahaan bersangkutan dan segera menghentikan aktivitas penambangan tersebut.

Senada diungkapkan Salahudin warga Kampung Sumuranja, Desa Sumuranja, Kecamatan Pulo Ampel. Menurutnya, dalam menyikapi aktivitas penambangan yang dilakukan di Gunung Gede dan Gunung Merdeka, ia menyarankan kepada warga perlunya wadah atau forum yang bisa membawahi, menampung, dan menyuarakan aspirasi untuk kepentingan warga tersebut.

“Aa tiga tahapan langkah yang akan dilakukan seperti penggalangan tanda tangan penolakan keras, langkah kedua audiensi, langkah ketiga adalah aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua LSM Gappura Banten Husein Saidan, menjelaskan, pihaknya akan berupaya dan berjuang serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jika perlu sampai ke kementerian hingga Presiden Joko Widodo, terkait keluhan warga atas akvitas penambangan di Gunung Gede dan Merdeka tersebut.

“Apa pun yang terjadi kaitan dengan galian atau pembongkaran gunung itu semestinya mengantongi izin terlebih dahulu, dan jangan sampai pelaku usaha membuat masyarakat resah.
Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat audiensi ke pihak instansi terkait bila tidak direspon, kita akan lakukan aksi,” tegasnya.

Husein menegaskan, kalau belum ada izin jangan coba -coba melakukan itu (penambangan-red). Karena selain melanggar undang-undang, melanggar aturan, dan etika. Artinya harus ada jaminan kepada masyarakat jika itu mau dilakukan.

“Seperti jaminan keamanan dan kenyamanan yang bisa berdampak terhadap lingkungan. Jadi pelaku usaha harus betul-betul memperhatikan lingkungan, ini semata mata hanya untuk memberikan dukungan moral lantaran pihak warga meminta bantuan, ini dikarenakan sesuai ruang lingkup wilayah,” tandas Husein.

Sementara Sekretaris BPPKB DPAC Jombang Kota Cilegon, Muhammad Bagir menyampaikan siap mendukung penolakan terhadap penambang yang di lokasi gunung gede tersebut, dan siap membantu masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel demi memperjuangkan kebenaran. (lux)

NO COMMENTS

Leave a Reply