Peringati Hari Difabel Internasional, Ichsan Soelistio: Peyandang Difabel Pemerintah Harus Lebih Serius

Peringati Hari Difabel Internasional, Ichsan Soelistio: Peyandang Difabel Pemerintah Harus Lebih Serius

0 19

DetikBantencom, Kota Serang – Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio menyatakan, setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sendiri yang unik. Tak terkecuali Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang saat ini masih minim perhatian dari pemerintah.

“Pemerintah juga harus berperan lebih serius dalam menangani difabel ini karena mereka pun memiliki kemampuan sendiri sendiri. Seperti tadi ada yang bisa nyanyi, bermain musik dan kerajinan tangan,” kata Ichsan usai melakukan kunjungan dalam rangka hari difabel internasional di Yayasan Anak Mandiri Banten, Lontar, Kota Serang, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, saat ini perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas masih setengah-setengah. Padahal, aturan yang mengatur tentang disabilitas sudah ada.

“Pemerintah harus menampung 2 persen dari karyawannya untuk difabel dan perusahaan swasta 1 persen, itu harus kita pelajari apakah memang sudah diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Untuk menggali bakat dan kemampuan mereka, kata Ichsan, harus ada pembinaan sejak usia dini dan membutuhkan waktu yang panjang. Hal itulah yang saat ini belum terelaisasi. “Sehingga untuk mengatasi difabel ini semua harus dimulai dari bawah, dari masih muda muda,” ujarnya.

Pendiri Yayasan Anak Mandiri Banten, Chritsiana menyatakan, perhatian dari pemerintah sudah ada. Namun, dalam realisasinya masih perlu pengawalan dan banyak support.

“Kalau untuk kemampuan mereka sendiri, ABK itu sebetulnya mampu dibina. Kalau kita tangani dengan tepat terus pada usia dini itu bisa lebih baik, memang gak bisa waktu pendek ya butuh waktu yang cukup panjang,” tuturnya.

Dengan kehadiran anggota DPR RI ke yayasannya, ia mengaku senang karena sudah merasa diperhatikan dan dipedulikan. Menurutnya, kepedulian bisa dalam bentuk apapun, tidak hanya berupa materil semata. “Harapannya bentuk nyata yang kita butuhkan, contohnya dukungan dalam bentuk nyata, entah itu alat bantu untuk anak yang gak mampu itu bisa terelaisasi,” ujarnya. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply