Kasus Pungli RSDP, Polda Banten Tetapkan 3 Orang Tersangka

Kasus Pungli RSDP, Polda Banten Tetapkan 3 Orang Tersangka

0 139

DetikBantencom,  SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan  pungutan liar (pungli) terhadap korban bencana tsunami di selat sunda oleh Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) kabupaten Serang.

Ketiga tersangka yakni seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial F, dan dua karyawan dari
sebuah perusahaan swasta berinisal I dan B.

Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli mengatakan, penetapan ketiga tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada 5 (lima) orang saksi dan beberapa alat bukti seperti  kwitansi tidak resmi yang dikeluarkan oleh tersangka F.

“Kita telah menetapkan tiga tersangka setelah mendapatkan dua alat bukti,” kata Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, Kapolres serang Kota AKBP Firman Afandi dan Plt Direktur RSDP Sri Nuryani saat press rilis di Mapolda Banten, Sabtu (29/12/2018).

Dadang menjelaskan, dari 34 jenazah yang ditangani oleh RSDP Kabupaten Serang, hanya 11 keluarga jenazah yang ditangani CV Nauval Zaidan dan 5 (lima) orang yang dipungut tidak biaya, dan 6 (enam) orang yang dipungut biaya.

Dikatakan Dadang, Ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ketiga Tersangka diancam dengan pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) kabupaten Serang Sri Nuryani berterima kasih kepada jajaran polda Banten dan polres Serang kota yang telah mengungkap kasus pungli yang terjadi di RSDP.

“Itu memang betul-betul kami lakukan tanpa pamrih, sesuai peraturan yang ada, kami sangat menyayangkan dan  kami sangat terpukul dengan kejadian ini, sangat sedih dan hancur, kata Sri. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply