Pemprov Banten Kaji Ulang Pelarangan Rapat di Hotel Untuk Pulihkan Wisatawan di...

Pemprov Banten Kaji Ulang Pelarangan Rapat di Hotel Untuk Pulihkan Wisatawan di Anyer Carita

0 26

DetikBantencom, Kab Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan kembali meninjau kebijakan pelarangan rapat-rapat dinas di hotel yang selama ini diberlakukan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pempov Banten. Hal tersebut dilakukan agar okupansi atau tingkat hunian hotel di Kawasan Anyer, Kabupaten Serang dan Carita, Kabupaten Pandeglang bisa kembali normal setelah mengalami penurunan drastis karena dampak adanya bencana tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Wakil Gubernur (Wagub) Andika Hazrumy mengatakan bahwa kita akan kaji ulang kebijakan tersebut mengingat hunian hotel pasca bencana tsunami sangat jauh menurun.

“Lebih jauh lagi hal ini diharapkan dapat men-triger wisatawan untuk kembali datang ke Anyer dan sekitarnya karena yakin bahwa Anyer sudah aman dari potensi bencana seperti yang terjadi kemarin,” kata Andika usai rapat koordinasi pemulihan sector pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat(11/1/2019).

Andika mengungkapkan, beragam potensi wisata unggulan terdapat di sepanjang kawasan wisata pantai Anyer – Carita – Tanjung Lesung mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, wisata religi dan wisata cagar alam. Seperti potensi wisata bahari di Provinsi Banten sangat potensial dengan 82 jumlah pantai di sepanjang garis pantai sepanjang 509 km, khusus pantai di wilayah Selat Sunda mencapai terdapat 54 pantai dengan garis pantai sepanjang 97,6 KM.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, sector pariwisata menjadi penghasil devisa tertinggi pada tahun 2017. Saat ini, pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar kedua di atas sektor migas dan setelah industry minyak sawit,” papar Andika.

Semntara itu,  Gubernur Lampung Rido Ficardo dalam sambutannya mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pemulihan industri pariwisata di Provinsi Lampung pasca bencana tsunami di wilayahnya.

“Di era milenial ini misalnya kalo terkait promosi pariwisata tentu kitaharus bermain di dunia digital. Maka misalnya kamidi Lampung sekarang punya hastag #LampungItuKeren untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Lampung aman untuk wisata pasca-tsunami,” paparnya.

Dibagian lain,  Menteri Arief mengatakan, rapat koordinasi tersebut digelar untuk merencanakan aksi yang difokuskan untuk pemulihan sumber daya manusia (SDM) dan Kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak.

Pihaknya memproyeksikan aksi pemulihan akan berlangsung dalam tiga bulan yaitu sejak 11 Januari hingga 12 April 2019 mendatang yang kemudian akan dilanjutkan dengan program normalisasi pada 9 bulan berikutnya yakni pada periode 12 April hingga 31 Desember 2019.

“Di antara rencana aksi pemulihan tersebut perlu ada relaksasi bagi industri pariwisata. Kami telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait untuk memberi relaksasi keuangan termasuk cicilan ke bank. Salah satu aksi yang juga dilakukan di Bali dan Lombok ketika terkena musibah bencana gempa beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (luq)

NO COMMENTS

Leave a Reply