Polres Serang Tangkap 2 Pemuda Asal Lampung Mencongkel Mesin ATM

Polres Serang Tangkap 2 Pemuda Asal Lampung Mencongkel Mesin ATM

0 39

DetikBantencom, SERANG – Jajaran Polres Serang berhasil menangkap 2 (dua) tersangka Pencurian Pemberatan mesin ATM. Kedua tersangka berinisial DS (21) dan AS (24) ditangkap saat mencongkel mesin ATM menggunakan kawat milik bank BRI di depan PT. Lungcheong Brothers Kampung Petung, Desa Sentul Kecamatan Kragilan, kabupaten Serang, (10/1/2019) sekira pukul 02:00 WIB.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, modus operandi yang dilakukan kedua tersangka warga Desa Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tenggamus, Lampung tergolong baru. Hanya dengan menggunakan kawat dan pinset pelaku dapat mengambil uang dalam mesin ATM.

“Modusnya terbilang baru di wilayah hukum polda Banten dan berbeda dengan kasus yang sama yang pernah kita ungkap sebelumnya,” ujar Kapolres  saat menggelar ekspose di Mapolres Serang, Cisait Kragilan. Jumat (18/1/2019).

Diceritakan Kapolres, pelaku mengambil uang dengan cara memasukan kartu ATM BRI milik pelaku seperti penarik pada umumnya. Setelah mesin ATM sedang berproses dan kotak uang terbuka, pelaku memutus aliran listrik sehingga proses penarikan uang terhenti dan kotak uang masih terbuka.

“Setelah lubang terbuka, pelaku menarik uang mencongkel menggunakan kawat dan dan mengambil uang nya menggunakan pinset,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, kasus pembobolan mesin ATM ini, berawal Tim Buser yang melakukan patroli rutin pada Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 02.00, mencurigai dua pria di sekitar lokasi mesin ATM .

Kapolres menambahakan, kedua pria menggunakan motor tanpa plat nopol kemudian masuk ke ruangan ATM. Begitu keluar, lanjut Kapolres, petugas langsung menangkap. Dalam penggeledahan didapat sejumlah alat bukti dan tersangka langsung digelandang ke Mapolres Serang.

“Untuk barang bukti yang kita amankan berupa, 1 kawat dan pinset, 1 kartu ATM BRI, serta 4 lembar uang pecahan 50 ribu. Selain itu 2 buah handphone serta motor Honda Beat tanpa plat nopol yang digunakan sebagai sarana kejahatan,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply