Calon Pengantin Akan Diberikan Pemahaman Bahaya Narkoba

Calon Pengantin Akan Diberikan Pemahaman Bahaya Narkoba

    0 28

    DetikBantencom, Kota Cilegon – Menikah dan membangun keluarga, kemudian mempunyai keturunan adalah impian setiap manusia, namun tidak sedikit yang gagal mempertahankan bangunan keluarga karena ternyata menikah itu tidak semudah dan seindah yang dibayangkan.

    Tidak mudahnya karena bukan hanya menautkan dua hati dalam satu ikatan perkawinan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar.

    Oleh karena itu, penting kiranya untuk melangkah ke jenjang pelaminan, salah satunya harus dilakukan tes kesehatan pranikah dan tes bebas narkoba.

    Konsep negara maju dimulai dari sebuah keluarga, jika keluarga sehat, maka negara kuat. Hal ini diperkuat dengan teori dalam ilmu sosiologi “family is the fundamental unit of society”, yang artinya keluarga adalah unit yang terpenting sekali dalam masyarakat.

    Kalau pondasi keluarga lemah, maka bangunan masyarakat juga akan lemah. Jika masyarakat lemah, maka negara juga akan lemah.

    Lantas apa kaitannya dengan tes narkoba bagi calon pengantin? karena narkoba, selain memengaruhi kesehatan, juga merusak moral dan mental manusia. Zat racun yang terkandung di dalam narkoba mempunyai daya rusak terhadap susunan syaraf otak manusia.

    Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika sebuah keluarga dipimpin oleh seorang pecandu narkoba. Bagaimana pula nasib keturunannya jika dilahirkan dari rahim seorang ibu yang pecandu narkoba.

    Jawabannya hampir pasti tidak akan melahirkan keturunan bagus ataupun menjadi keluarga yang kurang berkualitas.

    Banyak kasus kekerasan dan sadisme yang terjadi dalam rumah tangga diakibatkan oleh narkoba. Seorang pecandu narkoba berpotensi besar melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta kekerasan terhadap anak, mengingat efek narkoba mengganggu dan merusak sistem kerja otak, yang berakibat hilangnya fokus dalam mengambil keputusan.

    Maka dari itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menuntaskan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

    Ketua BNNK Cilegon Asep Muhsin Jaelani mengatakan target BNN dalam memberantas narkoba harus berawal dari desa atau kelurahan, oleh karena itu pihaknya menggandeng KUA.

    “Kelurahan dan KUA ini sebagai ujung tobak masyarakat. Target kami yaitu bersih narkoba berawal dari  desa atau lingkungan bawah seperti rumah tangga,” kata Asep kepada awak media, belum lama ini.

    Asep mengungkapkan dipilihnya KUA karena pihaknya ingin masuk dan memberikan edukasi kepada para calon mempelai. Sehingga didalam nasihat-nasihat yang disampaikan oleh KUA pada pra nikah, bisa menambahkan tentang bahaya narkoba.

    “Kami akan meminta kepada Kemenag Cilegon, agar ditinjaklanjuti dengan MoU, dengan mengundang BNN untuk bagaimana menyampaikan bagaimana bahaya narkoba. Kalau bisa, diberikan persyaratan surat pemeriksaan narkoba bagi calon pengantin,” terang Asep.

    Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cilegon, Chandratika Ari Putranto menyampaikan bahwa KUA adalah sebagai bentuk pencegahan dan penanaman dasar didalam rumah tangga tentang bahaya narkoba.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa narkoba itu bukan menyerang dari sahabat, tetangga, tempat kerja, tetapi dapat menyerang rumah tangga. Karena dalam rumah tangga sendiri bisa menumbuhkan iman dan taqwa, sehingga nantinya bisa terhindar.

    “Kami bekerjasama dengan Pengadilan Agama, bahwa ada kasus perceraian yang disebabkan oleh narkoba. Oleh karena itu kita berusaha untuk menguranginya dan menanamkan dari dasar bahaya narkoba pada rumah tangga. Karena untuk pengendalian itu dasarnya  adalah iman dan taqwa yang didapat dari rumah tangga,” tandasnya. (lux)

    SIMILAR ARTICLES

    0 29

    0 27

    NO COMMENTS

    Leave a Reply