Banjir dan Kualitas Infrastruktur Jadi Permasalahan Pemkot Cilegon

Banjir dan Kualitas Infrastruktur Jadi Permasalahan Pemkot Cilegon

    0 30
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Nana Sulaksana saat menjelasakan perencanaan pembangunan Kota Cilegon kepada para lurah se Kota Cilegon, Selasa (12/3.(Foto/DetikBantencom).

    DetikBantencom, Kota Cilegon – Persoalan infrastruktur dan masih banyaknya wilayah yang kerap terendam banjir di Kota Cilegon, menjadi masalah yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Cilegon.

    Seperti persoalan jalan rusak, penanganan banjir, saluran air yang buruk (drainase), hingga masih banyaknya kantor dinas-dinas yang masih ngontrak. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Nana Sulaksana.

    “Sesuai dengan rencana kita juga seperti itu akan meningkatkan terus infrastruktur di Kota Cilegon. Seperti jalan yang tadinya hotmik contohnya kita betonisasi. Semua gedung juga akan kita penuhi seperti OPD-OPD yang masih ngontrak. Kita akan bangun Setda 6 lantai. Insa Allah setelah selesai, tidak akan terjadi ngontrak lagi,” terang Nana disela kegiatan Forum Organisasi Perangakt Daerah (OPD) yang mengusung tema sinergitas dan kualitas perencanaan pembangunan dengan para lurah se-Kota Cilegon di Aula DPUTR, Selasa (12/3).

    Pihaknya mengaku saat ini masih ada OPD yang masih ngontrak di lingkungan Pemerintahan Kota Cilegon. “OPD yang ngontrak sekitar hampir delapan dinas,” ujarnya.

    Menurutnya, dari rencananya delapan dinas yang akan disuport hanya enam yang terealisasi.

    “Emang tadinya rencananya mau 8, karena dananya tidak mensuport kita kurangi menjadi 6 lantai. Rencananya sudah tayang, terkait persoalan tanah dengan Krakatau Steell (PT KS). MOU nya sudah acc, kita juga tidak akan membangun dulu kalau belum ada MOU.

    Itu memakai hak guna pakai seperti yang lain, dilingkungan Pemkot Cilegon sendiri. Kita sudah sepakat,” paparnya.

    Kalau terkait dengan infrastruktur masih kata Nana, pihaknya berjanji akan meningkatkan di 2019 ini.

    “Perawatan dan peningkatan jalan di 2019 ini. Kita tingkatan sekitar 10 KM. Drainase juga akan kita penuhi terutama untuk penanganan banjir, tandon 3 akan kita bangun sampai berfungsi. Untuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) kita tingkatkan, tadinya 8 ton hotmik, kita tingkatkan jadi 20 ton sampai maksimal. Dan sejak dibeton itu sudah mencapai 20 ton,” terangnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Subhi S Mahad mengatakan pembangunan infrastruktur di Kota Cilegon, menurutnya sudah cukup bagus.

    “Sistem perencanaan pembangunan di Kota Cilegon itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Artinya sudah baik, tinggal merealisasikan sesuai dengan apa yang telah menjadi program melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, yang disampaikan kepada DPUTR, karena apapun yang menyangkut persoalan infrastruktur umpamanya ini yang mengelola Bappeda tapi eksekusinya adalah Dinas PUTR,” ungkapnya.

    Politisi partai Golongan Karya (Golkar) itu melihat sudah bagusnya perencanaan pembangunan Kota Cilegon.

    “Tapi dalam konteks perencanaan, saya memandang itu sudah bagus karena perencanaan itu memang usulan dari bawah melalui Musrenbang-Kel dan melalui Musrenbang-Cam terus masuk melalui Bappeda terus ke Dinas PUTR ada hearing yang telah dilakukan oleh Dinas PUTR dengan kami dari komisi I,” paparnya.

    Saat disinggung masih adanya catatan terkait kinerja Dinas PUTR, Subhi mengaku sudah melakukan hering dengan pihak terkait.

    “Soal adanya catatan kita sudah tuntas kupas pembahasan itu melalui hering. Kita di internal komisi I dengan OPD yang bermitra dengan komisi I termasuk Dinas PU, sejauh ini tidak ada catatan dan saya hanya menyampaikan catatan itu supaya memang yang menjadi prioritas dari bawah mohon direalisasikan,” ungkapnya.

    Mengenai persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Cilegon, pihaknya meminta semua pihak untuk bersama-sama mengatasinya.

    “Saya kira persoalan banjir itu ada keterkaitan juga Dinas PUTR dengan BPBD. Saya lihat itu sudah dilakukan, PU sudah berupaya. Mungkin boleh dikatakan pak kadis ini mati-matian berupaya mengantisipasi adanya banjir,” ujarnya. (lux)

     

    NO COMMENTS

    Leave a Reply