Pasca Pemilu 2019, Pers Harus Mengedepankan Independensi 

Pasca Pemilu 2019, Pers Harus Mengedepankan Independensi 

0 85

DetikBantencom, Kota Serang – Pasca ppemilu 2019, peran insan pers di Banten diharapkan menjadi penyejuk kepada masyarakat yang sempat terjebak dalam persaingan kontestasi panas pemilihan presiden dan wakil presiden.

Hal itu mengemuka saat diskusi antara pers dan mahasiswa yang digagas Jaringan Muda Indonesia (JMI) Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin (24/6/2019).

Pada diskusi yang mengambil tema “Peran pers dan masyarakat dalam memelihara persatuan dan kesatuan pasca pemilu 2019,” peserta diskusi sepakat bahwa  keterlibatan pers dalam pemilu harus mampu bersikap independent.

Salah satu narasumber, Muhaimin yang juga wartawan cetak harian Banten Raya mengatakan, bahwa pasca pemilu 2019, pers harus kembali ke jati diri  yakni Indepedensi pers.

“Pers harus mengedepankan Indepedensi pasca pemilu ini agar masyarakat menjadi tenang, tentram dan damai. Tidak ada lagi istilah cebong atau Kampret,” terangnya.

Muhaimin menjelaskan, saat Pemilu, pers menjadi salah satu institusi dan pemangku kepentingan yang bisa membentuk opini publik tentang kecenderungan ke mana hasil Pemilu ini akan berpijak nantinya.

Dikatakan Muhaimin, pers berada di luar kepentingan partai politik tertentu dan berkewajiban mengabdi kepada masyarakat, bukan sebagai partisan.

“Pers harus berdasarkan peristiwa atau fakta, yaitu menghasilkan berita akurat sesuai kejadian. Tidak justru beropini yang dikhawatirkan berimbas negatif pada kelancaran serta keamanan pasca Pemilu,” ujarnya.

Lebih jauh dia menyebutkan, tugas media massa pasca pemilu tidak ringan. Diriya mengimbau, pers jangan jadi kompor, tapi pers seharusnya menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

“Saya kira tugas media masih banyak. Selain mensukseskan pemilu, tapi juga membantu menciptakan suasana yang damai dan sejuk menjelang putusan MK nanti,” katanya.

Sementara itu,  Ketua MUI Banten KH. M Romli menambahkan, segala perselisihan masalah politik harus diakhiri setelah nanti ada keputusan dari MK yang bersifat final dan mengikat.

“Artinya keputusan MK itu sudah final dan mengikat tidak bisa banding kemana-mana siapapun yang dipilih nanti kita serahkan kepada allah. Kita terima tidak perlu mengadakan demo apalagi kerusuhan,” tandasnya.(Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply