Dirjen Pas Pantau Progress Revitalisasi Lapas Cilegon, Akan Ditetapkan Lapas Maximum Security

Dirjen Pas Pantau Progress Revitalisasi Lapas Cilegon, Akan Ditetapkan Lapas Maximum Security

    0 52

    DetikBantencom, Kota Cilegon – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM RI, Sri Puguh Budi Utami melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon. Kunjungan wanita yang akrab dipanggil Utami ini dalam rangka melihat progress rencana revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan di Lapas Cilegon yang akan menjadi Lapas Maximum Sercurity, sekaligus memberikan penguatan guna mengimplementasikan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.

    Dalam kesempatan itu, Dirjenpas menyempatkan untuk memanen hasil budidaya melon madu di Lapas Cilegon. Dan berkeliling area Lapas Cilegon untuk memantau langsung perkembangan persiapan Lapas Maximum Sercurity yang akan dicanangkan di Lapas Cilegon mendatang.

    Dirjenpas, Sri Puguh Budi Utami, menjelaskan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan adalah upaya mengoptimalisasikan penyelenggaraan Pemasyarakatan sebagai bentuk perlakuan terhadap tahanan, narapidana, dan klien serta perlindungan atas hak kepemilikan terhadap barang bukti sehingga dapat memudahkan organisasi dalam mengambil langkah kebijakan.

    “Jangan sampai kita tidak memiliki kemampuan melakukan komunikasi dan semangatnya berkolaborasi pimpinan dengan jajarannya agar tercapainya super visi. Pemasyarakatan PASTI tentu bukan sekedar ditataran slogan dan bukan ditataran konsepsi tetapi bagaimana diimplementasikan. Optimal dalam melakukan aktivasi, melaksanakan tugas penyelenggara pemasyarakatan, menjalankan Sat Opsnal Kepatuhan Internal untuk mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban,” terangnya kepada awak media, usai kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon.
    Selasa (25/6).

    Untuk itu pihaknya akan melakukan pembinaan kepribadian terhadap WBP yang ada di Lapas Cilegon.

    “Nah Lapas di Cilegon akan ditetapkan berkelas maximum security, jadi titik tekannya (kepada WBP) yaitu pembinaan kepribadian, dan perilaku. Kalau sudah ada perubahan maka mereka akan dipindahkan ke medium security, contohnya di Lapas Pemuda. Nah di Lapas Pemuda, mereka akan diperkuat kapasitas intelektualnya dan keterampilan supaya nanti mereka sudah siap ditempatkan di Lapas dengan minimum security di Ciangir selain yang sudah ada di Rangkasbitung,” ujarnya.

    Di lapas berkelas minimum security itu, kata dia, akan wadah produktifitas WBP yang sudah dibekali ilmu keterampilan di Lapas dengan kelas-kelas sebelumnya sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.

    “Produksinya apa? saat ini pemerintah sedang sangat perhatian untuk ketahanan pangan, maka Ciangir nanti akan dijadikan sebagai wahana ketahanan pangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan Lapas dan Rutan di Banten dan Jakarta,” terangnya.

    Ia menegaskan, seluruh produktifitas di lapas dengan kelas minimum security itu akan berdampak positif bagi WBP maupun negara. Terlebih Kemenkumham pun sudah menetapkan bahwa pada tahun 2020 mendatang akan ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari WBP.

    “Jadi mereka di lapas dengan minimum security itu, mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tapi bagaimana berkontribusi pada pembangunan nasional dengan menghasilkan produksi yang bernilai ekonomis yang nantinya akan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Nah mereka akan mendapatkan insentif, premi, kemudian negara mendapatkan PNBP,” tandasnya.

    Ditempat yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemkumham Banten, Slamet Prihantara menambahkan bahwa penetapan kelas maximum security kepada Lapas Kelas III Cilegon lantaran Lapas yang terletak di Kecamatan Cibeber tersebut sudah ditunjang oleh sarana dan prasarana serta SDM.

    “Yang jelas, di Lapas maximum security itu, sistem pengamanannya juga berbeda. Ketika itu memang diperlukan, tentunya itu akan ada penambahan (SDM) dari UPT lain kita tambahkan di sini. Termasuk petugasnya pun nanti akan diberikan pendidikan khusus tambahan,” jelasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Cilegon, Heri Aris Susila mengatakan dipilihnya Lapas Kelas III Cilegon yang akan menjadi Lapas maximum security karena struktur bangunan yang besar dan letak geografisnya yang strategis.

    “Jadi Lapas Kelas III Cilegon kemarin dipilih oleh Dirjen Pemasyarakatan berkaitan dengan Lapas Maximum Security. Karena masuk kategori, berkaitan dengan struktur bangunan yang baru dan memungkinkan untuk menjadi blok maximum sekurity,” katanya belum lama ini.

    Kalapas mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas dan petugas yang ada di lapas untuk blok khusus maximum security.

    “Kita sudah mempersiapkan blok khusus buat maximum security. Jadi nanti setiap blok satu kamar akan dipantau melalui cctv, nanti yang berkunjung itu tidak bersentuhan langsung jadi hanya lewat telephone. Adapun kegiatan dan pelaksanannya nanti sudah diatur oleh Dirjen Pemasyarakatan. Jadi kita tinggal mengikuti,” terangnya.

    Kalapas menambahkan bahwa nantinya blok maximum sekurity akan dipantau oleh cctv per kamar dan hanya diisi oleh 5-7 orang napi.

    “Kita menyiapkan 24 kamar. Satu kamar bisa ditempati 5-7 orang. Dipantau dengan cctv,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Banten, Imam Suyudi mengaku Lapas Kelas III Cilegon sudah memenuhi syarat untuk menjadi lapas maximum security.

    “Karena saya pandang secara sarana prasarana blok di LP Cilegon memang memenuhi syararat untuk ditetapkan sebagai lapas maximum security. Kemudian dari segi kapasitas artinya mencakup kapasitas cukup besar sehingga bisa ditetapkan. Posisi geografis Cilegon tidak terlalu jauh dengan sentralnya di Serang sehingga monitoring kami juga bisa maskimal kesana,” terangnya.

    Kakanwil menambahkan untuk para petugas yang nantinya akan ditugaskan disana akan di assesment dengan seleksi yang ketat.

    “Nanti tentunya assesment dari petugas-petugas yang akan ditempatkan disana. Petugas-petugas yang sudah dalam katagori yang punya disiplin, dedikasi karena kalau mereka ada di LP sana, kondisi perform bagus. Petugas yang ada disana dan penyelenggaraan pemasyakatan disana sementara ini yang saya nilai sudah terlaksana dengan baik,” tandasnya. (lux)

    NO COMMENTS

    Leave a Reply