Upacara Hut Bhayangkara ke 73, Kapolda Banten Bacakan Amanat Presiden RI

Upacara Hut Bhayangkara ke 73, Kapolda Banten Bacakan Amanat Presiden RI

0 32

DetikBantencom, SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara hari Bhayangkara Ke-73 Tahun, di lapangan Polda Banten, Rabu (10/07/2019) pagi.  Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir dan Komandan Upacara AKBP Indra Yanitra Irawan.

Dalam amanat tertulis Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo yang dibacakan oleh Kapolda Banten menyampaikan, ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-73 kepada seluruh anggota dan keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Atas nama Negara, pemerintah serta secara pribadi, saya menyampaikan ucapan selamat hari Bhayangkara ke-73 kepada seluruh Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, di manapun  saudara berada dan bertugas” ucap kapolda banten saat membacakan amanat presiden

kemudian Kapolda Banten melanjutkan pembacaan  amanat presiden bahwa presiden menyampaikan  rasa hormat dan penghargaan yang tulus kepada para sesepuh pendahulu Polri karena sepanjang 73 tahun sejarah pengabdian polri kepada bangsa dan negara, Polri telah banyak berperan dan memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada negara, dan berhasil mengukir berbagai prestasi serta telah mendapat apresisasi dari pemerintah, masyarakat dan dunia internasional

“Sepanjang 73 tahun sejarah pengabdian Polri pada Bangsa dan Negara, Polri telah banyak berperan memberikan sumbangsih yang sangat besar  dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. kita semua juga telah menyaksikan berbagai prestasi yang telah diukir Polri, dalam mengemban tugas sebagai pemelihara keamanan dalam negeri keberhasilan polri dalam penanganan terorisme, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pengungkapan kasus menjadi perhatian publik serta mengamankan berbagai  agenda baik yang bersifat Nasional  maupun Internasional,  telah mendapat  apresiasi dari pemerintah, masyarakat dan dunia internasional,” terangnya.

“Untuk itu, secara khusus, saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang  tulus kepada para sesepuh dan pendahulu Polri, yang dengan perjuangan, jasa, dan pengabdiannya telah meletakkan landasan, serta telah membangun dan mengembangkan Kepolisian Negara Republik Indonesia.” tambahnya.

Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan seluruh anggota Polri dalam pelaksanaan tugas

“saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian pimpinan dan seluruh anggota polri dalam setiap pelaksanaan tugas, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.”ucapya

Presiden berharap  bahwa peringatan hari bhayangkara tahun ini dapat menjadi momentum untuk refleksi guna meningkatkan optimalisaasi pelaksanaan tugas dan fungsi polri

“Saya harapkan bukan sekedar menjadi perayaan, tetapi dapat menjadi momentum untuk refleksi diri guna meningkatkan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Polri, khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. dengan refleksi dini, Polri bisa melihat lagi bukan hanya keberhasilan yang telah dicapai, namun juga menyadari kelemahan dan kekurangan selama ini. kelemahan dan kekurangan itu harus dilihat sebagai tantangan untuk memperbaiki diri, untuk melakukan perubahan yang positif serta untuk terus melakukan upaya reformasi institusi polri secara menyeluruh dan konsisten.” jelasnya

Presiden juga meyakini bahwa reformasi polri secara menyeluruh dan konsisten adalah kunci dalam menghadapi tantangan masa depan

“Saya yakin bahwa reformasi polri secara menyeluruh dan konsisten adalah kunci dalam menghadapi masa depan. kita harus menyadari dunia berubah sangat cepat, baik dalam hitungan jam, menit atau bahkan detik. kita juga sudah memasuki era kompetisi, era persaingan, bukan hanya antar individu, antar daerah, antar provinsi tetapi sudah menyangkut persaingan antar negara.  selain itu, kita juga berada di era keterbukaan, dimana semua hal menjadi lebih terbuka, menjadi lebih transparan. Itu artinya, polri akan dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. ke depan, persoalan sosial juga akan semakin dinamis sebagai dampak globalisasi. situasi keamanan dalam negeri akan semakin diwarnai dengan kejahatan konvensional,  kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi. gangguan kamtibmas dan tindak kejahatan juga akan semakin berkembang dan modern, baik dari segi pola teknologi maupun modusnya. sementara itu, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap polri juga semakin meningkat. masyarakat juga semakin kritis terkait kualitas pelayanan yang mereka butuhkan.” ucapnya

Kapolda Banten melanjutkan membaca amanat presiden bahwa polri harus dapat bersikap responsive dan peka dengan terus menerus mereformasi diri dan meningkatkan kualitas kinerjanya scara professional, konsisten dan menyeluruh guna menghadapi tantangan di masa depan

“menghadapi kondisi tersebut, tentunya menuntut polri untuk dapat bersikap responsif dan peka, dengan terus – menerus mereformasi diri serta meningkatkan kualitas kinerjanya secara profesional. sekali lagi, saya ingin menekankan bahwa reformasi polri yang menyeluruh dan konsisten adalah keniscayaan dan sekaligus kunci menghadapi masa depan. reformasi harus bersifat menyeluruh karena di dalamnya mencakup perubahan positif dari hulu sampai hilir, di dalamnya memuat perubahan mindset, perubahan sistem dan kelembagaan, perubahan manajerial sampai dengan perubahan perilaku yang lebih profesional. muara akhir dari perubahan itu, kita harapkan akan lahir anggota polri yang semakin profesional, yang dipercaya oleh masyarakat serta yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.” katanya

Presiden  meminta agar polri mampu mengedepankan tindakan penangkalan dan pencegahan agar masyarakat dapat melaksanakan seluruh aktivitasnya dengan aman dan nyaman

“hadirin yang saya muliakan, segenap anggota polri yang saya cintai, di bidang pemeliharaan kamtibmas, saya minta polri mampu mengedepankan tindakan penangkalan dan pencegahan. petakan, deteksi dan antisipasi setiap potensi kerawanan yang ada, serta lakukan langkah penanganan yang tepat, agar tidak terjadi gangguan kamtibmas yang meresahkan, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat melaksanakan seluruh aktivitasnya dengan aman dan nyaman.” ujarnya

Presiden menghimbau Polri agar tegas, professional, legitimate dan tidak diskriminatif dalam penegakan hukum, serta optimalkan bentuk layanan dengan sistem online serta wujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan pro aktif agar memudahkan masyarakat.

“Bidang penegakan hukum, lakukan pemberantasan terhadap setiap bentuk kejahatan dan tindak kriminalitas secara tegas, profesional, legitimate dan tidak diskriminatif, sehingga dapat menjamin kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. manfaatkan perkembangan teknologi. pemolisian berbasis teknologi dengan sistem yang terintegrasi merupakan suatu keniscayaan bagi polri dalam mengelola organisasi dan dalam menangani perkembangan karakteristik kejahatan yang semakin canggih. berantas praktek-praktek pungutan liar, mafia hukum, makelar kasus di kepolisian. tingkatkan koordinasi dan . kerjasama dengan seluruh aparat penegak hukum lainnya maupun stakeholders terkait serta intensifkan komunikasi dan jalin kedekatan dengan masyarakat. perbaiki mutu dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan memberikan pelayanan yang mudah, sederhana, tidak berbelit, prosedur yang jelas, serta hindari adanya pungutan tambahan maupun aktivitas percaloan pada seluruh titik layanan polri. optimalkan bentuk layanan dengan sistem online serta wujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan pro aktif.” imbaunya

Presiden memerintahkan polri untuk memberikan perlindungan yang memadai kepada kelompok-kelompok rentan penyandang disabilitas, anak-anak dan perempuan serta berharap agar polri mampu memperekat kebhinekaan dan selalu hadir di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman serta menjadi tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum.

“Berikan perlindungan yang memadai kepada kelompok-kelompok rentan penyandang disabilitas, anak-anak dan perempuan.  beri pengayoman dan perlindungan yang setara kepada semua warga bangsa yang beragam dari sisi ngama, etnis, aliran, gender kelompok sosial lainnnya, saya berharap, polri mampu perekat kebhinnekaan, penjaga toleransi serta memperkuat persatuan indonesia. saya juga berharap, melalui tangan polri, negara dapat selalu hadir ditengah masyarakat dalam memberikan rasa aman, mampu membangun keteraturan dan keharmonisan sosial, menjadi tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum serta tidak sekalipun melakukan perbuatan menyimpang dan tercela. Jadilah penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.”  ucapnya

Dalam amanatnya presiden meyakini bahwa setiap anggota polri mampu menjalankan amanah secara professional dan penuh rasa tangung jawab.

“Bahwa semua tugas dan tanggungjawab yang melekat pada setiap insan bhayangkara tidaklah ringan dan mudah. namun, saya yakin setiap anggota polri akan mampu menjalankan amanah ini secara profesional, dengan penuh keikhlasan, integritas, dan rasa tanggungjawab. semoga peringatan hari bhayangkara tahun 2019 ini dapat kita jadikan momentum untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara yang kita cintai, menuju indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. semoga tuhan yang maha esa merestui upaya kita bersama. “Dirgahayu Kepolisian Negara Republik ham Indonesia” tutupnya.

Tutur hadir dalam Upacara tersebut, Gubernur  Banten Dr. H. Wahidin Halim, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kajati Banten Happy Hadyastuty, SH., CN, Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Danrem 064/MY kolonel inf. Windiyatno, Danlanal Banten  Letkol Laut (P) Rudi Haryanto, Dangroup I Kopassus Kol. Inf. Lucky Avianto,  Ketua MUI Provinsi Banten A.M Romly, Serta seluruh Pejabat Utama Polda Banten. Upacara berlangsung dan selesai dengan tertib, lancar, aman dan khidmat. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply