500 KK Terancam Diungsikan, Dampak Kebakaran Hanguskan Dua Hektar Sampah di TPSA...

500 KK Terancam Diungsikan, Dampak Kebakaran Hanguskan Dua Hektar Sampah di TPSA Bagendung

    0 55

    DetikBantencom, Kota Cilegon – Kebakaran terjadi di Tempat Penampungan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, yang terletak di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Sabtu (3/8) malam. Sekitar dua hektar dari 5,4 hektar lahan sampah, ludes dilalap si jago merah.

    Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api muncul pertama kali dari salah satu tumpukan sampah di sudut TPSA, sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran yang datang kelokasi langsung berusaha memadamkannya.

    Namun, api tak kunjung padam. Api justru semakin membesar dan terus merembet menyambar sampah-sampah sekitarnya yang mayoritas berupa plastik dan kertas itu.

    Api baru bisa dikendalikan beberapa jam kemudian setelah empat unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Petugas sempat kesulitan memadamkan api karena minimnya air di sekitar lokasi. Terlebih, sebagian besar sampah terdiri dari plastik, kayu dan kertas sehingga api mudah sekali merembet.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon Nikmatullah menyatakan sampai dengan Minggu sore petugas masih melakukan pemadaman.

    “Laporan dari temen dibawah yang kita kerahkan itu 4 unit mobil pemadam plus mobil tangki, total air perkiraan kurang lebih 50 tangki. Karena semalam jam 1 sudah selesai ngga tahunya pagi api mulai nyala lagi,” katanya, Minggu (4/8).

    Ia menambahkan bahwa kesulitan yang dihadapi yakni api sudah disemprot akan tetapi dibawahnya masih menyala.

    “Kesulitannya karena ini penampungan sampah, api disemprot diatas sudah mati tapi dibawah terus menyala. Kalau ditinggalkan jadi kekhawatira, karena semalem kasi pemdam lapor sudah padam, dapat laporan kembali pagi nyala lagi luar biasa asapnya,” ungkapnya.

    Sementara itu, Lurah Bagendung Safiudin mengatakan, hampir setiap tahun terutama pada musim kemarau terjadi kebakaran di TPSA milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon itu. Namun kebakaran kali ini merupakan yang terbesar.

    ”Setiap tahun pasti terjadi kebakaran, tapi biasanya kecil masih bisa dipadamkan warga. Tapi yang ini tergolong besar,” ucap dia.

    Sementara itu, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab kebakaran kali ini. Dia menduga kebakaran terjadi akibat ulah manusia, entah disengaja ataupun tidak.

    ”Munculnya api pasti ada pemicunya, apalagi ini sedang kemarau jadi rawan (kebakaran). Kemungkinan (akibat) ulah manusia tapi sengaja atau tidak kita belum tahu,” katanya.

    Ia mengatakan, meski ‘hanya’ sampah namun kebakaran tersebut tidak bisa dianggap remeh. Jika tidak segera ditangani, kebakaran bisa meluas dan dikhawatirkan asapnya sampai ke permukiman warga yang berjarak sekira 100 meter dari TPSA

    “Karena memang disiang hari ini tambah kencang anginya, kemudian kebakaran juga yang tadinya sudah padam kemudian siang ini menimbulkan api kembali. Rupanya kebakaran ini dari bawah sampah sehingga menimbulkan asap yang luar biasa. Kami segera bertindak menyikapi perencanaan kedepan antisipasi daripada musibah yang terjadi kebakaran ini,” paparnya.

    “Pertama langkah kami koordinasi dengan pihak terkait dengan LH, Damkar, Polsek, Koramil, pihak kecamatan sudah dihubungi. Untuk anak kecil, ibu hamil untuk dievakusai duluan untuk menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan maka tiga RT, yakni RT 08,09,10 ini yang lokasinya berdekatan. Ini sangat penting untuk kita dievakuasi dulu, mudah-mudahan masyarakatnya mau di evakuasi rencana evakuasi di Yayasan Al Bustaniyah, ketua yayasan juga siap menampung,” terangnya.

    “Sebelum tindakan ke BPBD, Dinas Sosial kaitan tenda darurat, kita siapkan kelas madrasah yang Insa Allah sangat baik untuk masyarakat untuk menghindari macam-macam penyakit yang akan ditimbulkan terutama tadi dari pagi kaitan saluran pernapasan sudah dilakukan. Tadi masyarakat ada 34 orang yang berobat kaitan dengan ispa termasuk saya sendiri karena sangat menyengat pusing keplanya jadi karena asap ini menimbulkan kepusingan,” pungkasnya.

    Disisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mengerahkan seluruh tim reaksi (TRC) dari Puskesmas Cilegon untuk masyarakat yang berada tak jauh dari TPSA di Bagendung, Kecamatan Cilegon, yang terbakar itu. Pos kesehatan dibuka di Mesjid Al-lkhlas Linkungan Sambibuhut, Kelurahaan Bagendung, Kecamatan Cilegon.

    Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Arriadna mengatakan, tim relasi cepat yang dikerahkan ini, bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar TPA Bagendung yang terkena efek asap kebakaran.

    “Kita bekerjasama dengan tim dari Puskesmas Cilegon untuk membuat posko kesehatan. Karena, dampak dari asap bakar dari sampah dikhawatirkan menganggu kesehatan masyarakat sekitar,” kata Arriadna saat dikonfirmasi, Minggu (4/8).

    Nana sapaan akrabnya, tim reaksi cepat ini mempunyai peran masing-masing untuk membantu warga sekitar jika menggeluhkan penyakit.

    TRC terdiri dari petugas medis yang sudah dilengkapi dengan peralatan medis standar dalam penanganan bencana banjir dan obatobatan seperti obat demam, flu, obat diare hingga gatal-gatal,” ujar Nana.

    Lanjut Nana, Tim Reaksi Cepat akan dibuka sebanyak 3 shift pelayanan. Untuk hari ini akan dibuka hingga hari ini.

    “Sesuai permintaan dari Pak Lurah, untik hari ini, posko dibuka hingga sore hari. Tim reaksi cepat kita (Dinkes,red) buat sebanyak 3 shift,” lanjut Nana.

    Ia berharap, dengan pos kesehatan tersebut bisa membantu warga sekitar TPA Bagendung untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

    “Saya berharap dengan adanya pos kesehatan ini, bisa membantu warga sekitar TPA Bagendung untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” tandasnya.

    Hingga berita ini ditulis, petugas masih berupaya melakukan pemadaman bara sisa-sisa kebakaran. Sekitar 500 KK yang terdiri dari tiga RT yaitu Rt 08 Lingkungan Larangan, RT 09 Sambi Buhut, dan RT 10 Lebak Gebang masih berusaha di evakuasi oleh pihak keluarahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (lux)

     

    NO COMMENTS

    Leave a Reply