Dibuat Miliaran Rupiah, Sumur Bor Cipala Tidak Berfungsi

Dibuat Miliaran Rupiah, Sumur Bor Cipala Tidak Berfungsi

    0 41

    DetikBanten, Kota Cilegon – Sumur Bor bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon dulu bernama Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon yang digunakan untuk menyuplai air bersih ke Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon, tidak dapat digunakan atau tidak berfungsi. Padahal dibangunnya sejak tahun 2016 silam dan menghabiskan biaya hingga miliaran rupiah.

    Sumur bor tersebut hanya berfungsi selama tiga bulan, lantaran daya listrik yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan, akibatnya alat pompa tersebut kerap kali mengalami kerusakan.

    Sekertaris lurah (Seklur) Kelurahan Lebak Gede Fatoni menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga pihaknya mengandalkan sumur Bor bantuan dari Pemkot Cilegon. Namun, sangat disayangkan sumur bor tersebut saat ini tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan pada salah satu mesin pompa.

    “Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan Cipala, warga mengandalkan sumur Bor yang bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon itu. Namun saat ini sumur Bor itu tidak dapat digunakan karena salah satu Pompa Airnya mengalami kerusakan,” kata Fatoni saat ditemui dikantornya beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, daya listrik yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan merupakan salah satu faktor penyebab rusaknya salah satu Pompa Air bersih. Sehingga mengakibatkan saat ini suplai Air bersih untuk warga yang ada di lingkungan Cipala tidak dapat dilakukan.

    “Daya listrik yang digunakan kan ada yang berat dan ada yang ringan, sedangkan daya listrik yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

    Fatoni menyampaikan, selama ini, perawatan untuk Pompa Air bersih yang ada dilingkungan Cipala tersebut dibebankan oleh warga setempat dengan cara iuran. Dimana, untuk biaya listrik pompa Air tersebut, warga harus membayar sebesar 5 hingga 7 Juta Rupiah tiap bulanya.

    “Kalau pembayaran listriknya aja, yang saya tau dari pak RW itu sampai Jutaan. Lebih kurangnya setiap bulanya 5 hingga 7 Jutaan keataslah warga harus membayarnya,”ujar Fatoni.

    Oleh karena itu, lanjut Fatoni, dirinya berharap kedepan untuk perawatan mesin Pompa Air bersih tersebut dapat dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan pemerintah.

    “Kepengenya sih untuk perawatanya dapat dilakukan bersama-sama antara masyarakat dan Pemerintah, karena kalau di bebankan ke masyarakat kasihan,” ucap Fatoni.

    Sementara itu, Ketua RT 03 RW 05 Lingkungan Cipala Sanwani mengungkapkan, sumur Bor bantuan dari pemerintah Kota Cilegon yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon tahun 2016 tersebut hanya dapat digunakan oleh masyarakat Cipala selama tiga bulan. Namun sampai saat ini tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan pada salah satu mesin pompa Air bersih tersebut.

    “Ini sumur dari Pemerintah Kota Cilegon yang di bangun dari APBD, namun hanya dapat digunakan untuk menyuplai air ke Lingkungan Cipala selama tiga bulan saja,” ungkap Sanwani.

    Menurutnya, warga hanya menginginkan kebutuhan air bersih untuk warga yang ada dilingkungan Cipala dapat berjalan lancar dan dapat terpenuhi. Adapun soal perawatanya warga siap melakukan iuran demi memenuhi kebutuhan air bersih tersebut.

    “Yang terpenting bagi warga Cipala adalah kebutuhan air bersih dapat berjalan lancar, dan bisa memenuhi kebutuhan air bersih dengan lancar. Kalo sudah berjalan lancarmah, masyarakat juga bisa lah perawatanya diambil dari sumbangan warga,” jelasnya.

    Sanwani menyampaikan, saat ini jumlah warga yang ada di lingkungan Cipala terdapat sebanyak 1700 Jiwa. Dan semuanya untuk memenuhi kebutuhan air bersrsih tersebut tergantung dari sumur Bor bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon.

    “Semuanya kurang lebih ada sekitar 1.700 lebih jiwa yang ada di lingkungan Cipala, dan semuanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu tergantung dari sumur Bor bantuan dari Pemerintah itu,” pungkasnya.

    Dibagian lain, Kepala Bidang Cipta Karya pada DPU-TR Kota Cilegon, Mugni mengaku pada saat itu dirinya menjadi PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan-red) proyek tersebut.

    “Sumur bor itu berfungsinya bukan tiga bulan tapi lima bulan. Karena awal dibuat permintaan warga sekitar untuk dibuatkan sumur. Dan warga bersedia perawatannya dibebankan ke warga. Lima bulan itu masa percobaan dengan kontraktor. Kalau dari PU cuman enam bulan. Karena air naik ke atas. Dan serah terima dengan Perkim pada Desember 2016,” tandasnya.

    Diketahui proyek pengeboran sumur air dalam dan optimalisasi jaringan perpipaan Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak itu tanggal pembuatan 28 Juni 2016, menggunakan APBD TA 2016, nilai pagu paket Rp. 3.550 Miliar. Dengan satuan kerja saat itu masih Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon, dan nama pemenang tender PT RIFAT JIWANTARA PRIMA dari 36 peserta tender. (lux)

     

    NO COMMENTS

    Leave a Reply