Warga Walantaka Heboh Gali Sumur Bor Keluar Semburan Gas

Warga Walantaka Heboh Gali Sumur Bor Keluar Semburan Gas

0 85

DetikBantencom, Kota Serang – Masyarakat di Lingkungan Temiang, RT05, RW 03 Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, terkejut dengan adanya galian sumur bor milik warga yang mengeluarkan semburan gas bumi.

Pemilik sumur bor, Parno menceritakan kronologis kejadian ini, ia mengatakan, bahwa  bermula pada malam Sabtu (10/8/19) pukul 11:30 WIB. Awalnya, lanjut Parna, pada saat penggalian sumur bor ini tidak ada tanda-tanda akan mengeluarkan Gas.

“Pertamanya saya buat subur bor ini biasa saja, saya buat sumur bor ini akan di manfaatkan untuk di alirkan ke mushola, dan di gunakan untuk masyarakat sekitar. eh malah enggak nyangka ada kejadian ini,” ujarnya, Senin (12/8/19).

Di tempat yang sama, Lurah Sutihat mengatakan, dengan adanya peristiwa ini, dirinya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Sementara ini, kalau kata DLH kandungan airnya tidak berbahaya. Cuma kalau kita melihat kandungan airnya itu bercampur minyak dan bau blerang yang menyengat,” katanya.

Ia menuturkan, atas kejadian ini, DLH sudah melakukan uji lab untuk mengetahui kandungan air tersebut. “Udah dilakukan uji lab oleh DLH, apakah kandungan air ini berbahaya atau tidak?. Kalau berbahaya, mau tidak mau ini akan kita tutup. Tetapi kalau ini tidak berbahaya tetap akan digunakan untuk keperluan masyarakat sekitar,” katanya.

Dikatakan Sutihat, kejadian yang sama juga pernah di alami oleh masyarakat Kragilan saat penggalian sumur bor. “Cuma disitu lebih besar kandungan gasnya. Bahkan sampai sekarang di situ tidak ditutup, malah jadi tempat objek wisata,” ujarnya.

Menurut DLH, lanjut Sutihat, lokasi ini masih jalur gunung Karang. Jika masyarakat ingin ingin membuat sumur bor tidak diperbolehkan melebihi 50 meter. “Harus di bawah 50 meter, karena kalau lebih 50 meter kata DLH akan menimbulkan gas seperti ini,” imbuhnya.

Ia berharap, kepada seluruh masyarakat setempat, sebelum melakukan penggalian sumur bor harus berkoordinasi dengan Lurah.

“Saya ingin masyarakat itu sebelum melakukan galian berkoordinasi dulu. Jangan langngsung aja. Kita bisa menimalisir hal-hal seperti ini, tapi ini ada hikmahnya juga. Dengan adanya kejadian ini. Kita bisa sosialisasi dengan masyarakat langsung,” tandasnya. (Aden)

NO COMMENTS

Leave a Reply