Akibat Sungai Ciujung Menghitam, Puluhan Mahasiswa MAPLA Geruduk Pendopo Kabupaten Serang

Akibat Sungai Ciujung Menghitam, Puluhan Mahasiswa MAPLA Geruduk Pendopo Kabupaten Serang

0 740

DetikBantencom, Serang — Puluhan mahasiswa pecinta alam (Mapala) Se-Banten gelar Aksi teatrikal terkait air limbah Sungai Ciujung, di depan Pendopo Bupati Serang. Senin, (26/8/2019)

Aksi ini dimulai pada pukul 07.00 WIB, bersamaan dengan Apel pegawai Pemerintah Kabupaten Serang

Aksi ini merupakan bentuk protes keras, pasalnya Pemerintah Kabupaten Serang tidak becus dan tidak tegas dalam menangani para industri yang melakukan kesalahan dalam melakukan pembuangan limbah disepanjang Sungai Ciujung.

“Kami menemukan masalah, bahwa ini adalah ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Serang dalam menindak para industri-industri yang melakukan kesalahan,” ujar Ridho Rifaldi selaku Humas Aksi.

Ridho mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan aksi lanjutan, setelah tidak ada upaya kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Serang dalam menangani masalah Sungai Ciujung.

“Aksi ini episode yang ke-2, setelah kita melakukan pengibaran bendera di Sungai Ciujung bersama masyarakat, ini adalah kedua kalinya kita melakukan aksi terkait Sungai Ciujung ,” tuturnya

Aksi teatrikal ini ditandai dengan sejumlah mahasiswa yang menggosok gigi, mandi, dan menyuci dengan menggunakan air limbah Sungai Ciujung, yang dibawanya pekan lalu pada saat pengibaran bendera merah-putih.

Beberapa mahasiswa sepontan muntah dan badannya gatal-gatal, lantaran mempraktekkan aksi teatrikal dengan menggunakan air limbah sebagai bahan aksinya.

“Parah banget, jadi sungai Ciujung itu parah parah parah banget. Ucap Ridho seusai Aksi.

Ia menjelaskan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang dilanggar oleh perusahaan yang ada disepanjang Sungai Ciujung, merupakan bentuk kegagalan Bupati Serang yang tidak melakukan penindakan secara tegas.

“Jadi AMDAL itu dilanggar oleh perusahaan, sedang Pemkab tidak mau menindaklanjuti masalah itu, seharusnya Pemerintah tegas , Pemkab tegas, kalau ada industri yang membuang limbah cair ke sungai Ciujung maka harus ditindak, iya gagal kami katakan gagal,” jelasnya.

Ditempat lain Redaksi DetikBantencom meninjau langsung Sungai Ciujung, Senin (26/8/2019), dalam pantauan redaksi, Sungai Ciujung saat ini airnya menghitam sedari Kecamatan Kibin, hingga Kecamatan Tanara, selain itu adanya salah satu industri yang membendung sungai Ciujung yang diduga diambil airnya untuk konsumsi pabrik.

Boy (50) selaku warga Kragilan mengaku pada DetikBantencom Air Sungai ciujung menghitam sudah hampir dua bulan, air sungai yg menghitam itu berasal dari limbah pabrik Modran Cikande yg keluar dari anak sungai pamarayan yaitu sungai Cikambuy.

“Ia air itu menghitam sudah dua bulan, sy duga air itu akibat pencemaran lingkungan dari aliran sungai Cikambuy wilayah desa Cijeruk kecamatan kibin. juga evek dari penutupan sungai ciujung yg dibendung oleh salah satu pabrik. “lihat aja langsung pak, kan dari jembatan ciujung juga kelihatan dibendungnya pake tumpukan karung yang berisi tanah,” ungkapnya. (Jib)

NO COMMENTS

Leave a Reply