Guna Lindungi Masyarakat dari Obat Palsu, Balai Besar POM Serang Luncurkan Gerakan...

Guna Lindungi Masyarakat dari Obat Palsu, Balai Besar POM Serang Luncurkan Gerakan Ayo Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusak

0 130

DetikBantencom, Cilegon — Badan POM RI melakukan berbagai tindakan nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui upaya penerapan kebijakan berbasis kolaboratif dan sinergisme yang salah satu wujud nyata melalui Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aknas POIPO).

Hal ini dikarenakan, hingga kini, salah satu permasalahan yang masih ditemui adalah adanya peredaran obat illegal termasuk palsu yang bersumber dari pemanfaatan obat kedaluwarsa atau rusak yang dibuang sembarangan. Obat yang merupakan limbah farmasi banyak bersumber dari berbagai pihak dan salah satunya adalah dari masyarakat.

“Pesan utama kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap obat ilegal dan palsu. Salah satu caranya dengan membuang sampah obat dan rusak secara benar,” ujar Plh Kepala BBPOM di Serang, Nelvya Roza, Minggu (1/9/2019) pada DetikBantencom di Cilegon, Banten.

Sebagai keberlangsungan program Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aknas POIPO) melalui program pencegahan terjadinya peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang bersumber dari pemanfaatan obat kedaluwarsa dan rusak secara sembarangan pada Tahun 2019. BPOM RI secara resmi meluncurkan aksi nasional melalui program “Gerakan Ayo Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusak”.

Kegiatan ini diluncurkan pada hari ini, Minggu, 1 September 2019 berpusat di Jakarta dan dilakukan serentak di 14 Kota lainnya. Yaitu, Balai Besar/Balai POM di Bandung, Semarang, Surabaya, Serang, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Medan, Kendari, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Denpasar dan Batam.

“Manfaat kegiatan ini sangat luas. Bagi masyarakat akan terlindung dari bahaya penyalahgunaan obat serta adanya risiko kesehatan terhadap pemusnahan obat yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sedangkan untuk pelaku usaha dan asosiasi selaku pelaksana untuk meminimalisir pemalsuan obat yang diproduksi atau digunakan untuk pelayanan yang yang bersumber dari penyalahgunaan obat kedaluwarsa,” imbuhnya.

Launching Kegiatan ‘Ayo Buang Sampah Obat-Gerakan Waspada Obat Ilegal’ dilakukan oleh BPOM bersama Kementerian Kesehatan, Asosiasi Profesi Apoteker, GP Farmasi, Organisasi Kemasyarakatan diantaranya Kowani, YLKI dan masyarakat.

“Obat-obat kedaluwarsa, rusak (termasuk sisa) yang dimiliki masyarakat dapat dikembalikan untuk dapat dimusnahkan sesuai ketentuan,” katanya.

Kegiatan Car Free Day ini dihadiri sekitar 500 orang masyarakat dan didukung oleh lintas sektor yaitu PD IAI Banten, kader pramuka serta pelaku usaha PT Darya-Varia Laboratoria Tbk., dan PT. Kimia Farma Tbk.

Selama periode 4 pekan tersebut masyarakat umum dapat melakukan pengembalian obat kedaluwarsa yang dimiliki dengan memasukkan ke dalam kotak atau dropbox yang tersedia di 1000 apotek penunjukkan yang tersebar di 15 Kota tersebut.

“Obat yang dikembalikan dari masyarakat akan dilakukan pemusnahan,” lanjutnya.

Gerakan ‘Ayo Buang Sampah Obat-Gerakan Waspada Obat Ilegal’ merupakan kolaborasi lintas sektor dan salah satu lintas sektor utama adalah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia dimana IAI akan menjadi kader. IAI akan bersama-sama Badan POM melakukan edukasi kepada masyarakat bahaya obat kedaluwarsa untuk kesehatan dan bagaimana cara membuang obat dengan benar.  (Jang/Gun)

NO COMMENTS

Leave a Reply