Pemprov Banten Dukung Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan

Pemprov Banten Dukung Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan

0 77

DetikBantencom, Serang –– Pemprov Banten mendukung penuh rencana Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Labuan. Pemprov Banten sendiri telah membentuk tim khusus untuk mendukung Kemhub sebagai leading sector pelaksanaan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan tersebut.

“Reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan ini tentu akan membawa dampak positif terhadap lalu lintas barang dan orang serta pertumbuhan ekonomi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dan Labuan, Kabupaten Pandeglang,” ujar Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Banten Nana Suryana di Serang, Selasa (11/2/2020).

Nana mengatakan, jika kembali diaktifkan jalar KA Rangkasbitung-Labuan tersebut, maka akan banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Karena pengaktivan jalur itu bisa meningkatkan kemudahan arus lalu lintas barang dan orang. Tentunya berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Dilansir dari Suara Pembaruan, Pemprov Banten, mendukung penuh reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan. Untuk itu Pemrov Banten siap menunjang agar reaktivasi rute KA tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Setelah puluhan tahun mati, lanjut Nana, jalur KA Rangkasbitung – Labuan yang saat ini segera diaktifkan lagi telah berdiri banyak bangunan di atasnya. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak.

“Masyarakat perlu diberitahu mengenai pentingya reaktivasi KA yang merupakan program strategis nasional ini,” jelasnya.

Diharapkan, reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan akan berdampak terhadap tumbuhnya investasi di wilayah Lebak dan Pandeglang.

Untuk diketahui, di wilayah Banten terdapat 13 proyek strategis nasional (PSN). Beberapa diantaranya yakni proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 kilometer (km). Selain itu, proyek pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja sepanjang 30 km, proyek kereta api ekspres Soekarno Hatta-Sudirman (SHIA), proyek pembangunan bandara Banten Selatan, Panimbang dan proyek pengembangan Bandar Udara Soekarno Hatta (termasuk terminal 3).

Selanjutnya, proyek pembangunan terminal LPG Banten kapasitas 1 juta ton/tahun, proyek energi asal sampah kota-kota besar (Semarang, Makassar, Tangerang), proyek pembangunan Bendungan Sindang Heula, pembangunan Bendungan Karian, pembangunan KEK Tanjung Lesung, dan percepatan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) prioritas Danau Toba, Pulau Seribu, Tanjung Lesung dan tujuh kawasan lainnya. (*/Jb)

NO COMMENTS

Leave a Reply