Pipa Fiberglass Terbesar Prodak PT.FPI Di ekspor Ke Amerika Serikat

Pipa Fiberglass Terbesar Prodak PT.FPI Di ekspor Ke Amerika Serikat

0 122

DetikBantencom, Lebak- Menteri perindustrian bersama PT. FPI (Future Pile Industries) resmikan pengiriman pipa komposisi serat kaca (fiberglass) berdiameter 3,4 meter dengan panjang total 5,3 kilometer ke Silicon Valley, Amerika Serikat.

Pipa tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan Infrastuktur transmisi pembangunan (sewerage system) yang nantinya akan membangun beberapa kota di area San Fransisco, belmont, redmond dan San Carlos Amerika Serikat.

Pimpinan projek ekspor Pipa fiberglass ke Amerika Serikat Suta Seta Sena kepada wartawan termasuk mengatakan, pengiriman pipa fiberglass perdana senilai USD 20 juta ini merupakan pengiriman pertama dan terbesar di Indonesia.

Ia juga mengatakan produk pipa ini didesain dan dibuat oleh tim ahli dari dalam negeri. “melalui proses desain, perencanaan hingga produk akhir,” katanya di pabrik PT FPI, Balaraja Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (26/2/2020)

Suta Seta Sena megaku kegiatan ekspor ini memiliki multiplayer effect tidak hanya dari value proposition yang ditawarkan namun juga penambahan devisa negara serta penyerapan tenaga kerja lokal.

“Baik dari nilai ekspor maupun pajak cukai serta pemberdayaan tenaga lokal dalam negeri,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan ekspor ke Amerika Serikat juga akan terus berlanjut sampai kedepannya, mengingat kebutuhan akan produk yang sustained seperti produk pipa fiberglass ini akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun kedepan.

Dengan adanya proyek pengiriman pipa berteknologi tinggi ini,dia beharap dapat mempertegas eksistensi produk-produk Indonesia di kancah dunia internasional.

“Produk ini didesain mampu tahan hingga 100 tahun selera diklaim mampu menggantikan pipa-pipa konvensional lainnya yang hingga saat ini selalu dihadapkan pada kerusakan akiba korosi maupun kebocoran,” ungkap Suta

Sementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Bupati Tanggerang Ahmad Zaki Iskandar mengatakan, Pemerintah fokus memacu sektor industri agar lebih gencar meningkatkan nilai investasi dan ekspornya. Upaya ini diyakini mampu mendorong penguatan daya saing sektor manufaktur dan struktur ekonomi nasional.

“Sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh industri pengolahan nonmigas dengan kontribusi 17,58%. Industri pengolahan juga menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan kontribusi 75,6% dari total ekspor nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries di Balaraja Kabupaten Tangerang Banten.

Disamping itu, Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Future Pipe Industries atas realisasi komitmen penanaman modalnya di Indonesia dan berhasil melakukan perluasan pasar ekspornya hingga ke Negeri Paman Sam.

“PT. Future Pipe Industries telah menginvestasikan sekitar USD40 juta, dan pada tahun 2020 ini berencana untuk kembali menambah investasi dalam rangka memenuhi kebutuhan domestik yang semakin besar dan pemenuhan kebutuhan pasar dunia, khususnya ASEAN,” ungkapnya.

Melalui penambahan investasi PT. Future Pipe Industries, menurut Agus, akan membawa efek berganda bagi perekonomian nasional. Dampaknya itu antara lain, penerimaan negara dalam bentuk pajak dan devisa, penyerapan tenaga kerja, penyerapan produk atau jasa industri pendukung seperti penggunaan resin dalam negeri (misalnya industri petrokimia), serta pemberdayaan dan alih teknologi kepada perusahaan lokal dalam hal instalasi dan perawatan.

“Sektor industri dituntut untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor industri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Menperin juga memberikan apresiasi kepada PT. Future Pipe Industries yang mulai tahun ini mengekspor produk pipa ke AS, untuk proyek pipa bawah tanah di kota San Fransisco. Momentum ekspor ini dinilai membuktikan bahwa produk industri di Indonesia dapat kompetitif di pasar internasional dengan memiliki standar yang tinggi.

“Bahkan, dapat pula semakin memperkuat branding produk Indonesia di kancah global,” tutur Agus. Sebelumnya, PT. Future Pipe Industries telah melakukan ekspor pipa fiberglass ke sejumlah negara, seperti Singapura, China, Malaysia, dan Abu Dhabi.

“Di era perdagangan bebas yang terjadi saat ini membuat akses pasar semakin terbuka. Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi industri,” imbuhnya

Oleh karena itu, guna meningkatkan daya saing industri nasional, pemerintah telah melakukan upaya-upaya strategis, antara lain dengan memberikan insentif fiskal seperti tax allowance, tax holiday, dan super tax deduction. Selain itu, melakukan upaya pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, optimalisasi pemanfaatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor, serta pelaksanaan (P3DN)program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri. pungkas Agus.
(Gun)

NO COMMENTS

Leave a Reply