Dapat Laporan Lockdown, Polda Banten Sidak Pasar Rau Kota Serang

Dapat Laporan Lockdown, Polda Banten Sidak Pasar Rau Kota Serang

0 150

DetikBantencom, Serang – Semenjak ditetapkannya fenomena wabah Virus Corona sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Provinsi Banten, banyak isu menjadi polemik pedagang pasar di Banten. Mulai dari kelangkaan dan peningkatan bahan pokok, serta lockdown pasar tradisional.

Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian Polda Banten bersama Dinas Perindustrian Perdagangan serta Bulog Provinsi Banten, melakukan pengecekan kebenaran isu tersebut di Pasar Rau, Kota Serang.(24/3)

“apakah benar tutup atau engga, kami melakukan antisipasi pasar, bahwa pasar tidak ada yang tutup tetap berjualan seperti biasanya. Cuma yang  jadi masalahnya dari pihak pasar adalah harga normal cuma pembelinya saja yang berkurang,” kata Kasubdit 1,Indag Diskrimsus, Polda Banten AKBP Dedi Darmansyah.

Pantau situasi sekarang, AKBP Dedi mengakui, pemerintah sudah menghimbau agar masyarakat senantiasa bersama-sama mencegah penyebaran virus corona dengan menjaga kebersihan serta menjaga jarak atau sosial distancing, sebagai upaya menghindari penularan.

“Situasi sekarang sih memang ada anjuran dari pemerintah untuk menjaga jarak, mungkin masyarakat yg kepasar hari ini hanya yang berkebutuhan mendesak saja baru kepasar,” kata Dedi.

Dedi mengatakan kegiatan tersebut merupakan arahan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), salah satu bentuk pemantauan pasar, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghindari penimbunan bahan pokok.

“Saya telah memberikan nomor telepon kepada pihak pasar maupun distributor apabila ada informasi tentang penimbunan bahan pokok yang meresahkan masyarakat, terjadi kelangkaan agar memberikan informasi, untuk dilakukan penindakan,” tegas Dedi.

Kepala Bidang (Kabid) perdagangan dalam negeri Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Drs. E. Supriadi memastikan, stock bahan pokok dipastikan terkendali, terutama beras, daging, bawang putih, dan cabai merah, semuanya setelah mantau harganya cenderung menurun dari harga sebulan yang lalu.

“Mendekati Ramadhan jangan khawatir bahan pokok tersedia, kebetulan bulan April merupakan musim panen raya,” jelas Supriadi.

Pemantauan yang dilakukan Disperindag Provinsi Banten dilakukan setiap minggu atau bahkan setiap hari dilakukan pemantauan harga, pemantauan stock di delapan pasar di Provinsi Banten. (FSP).

NO COMMENTS

Leave a Reply