WHO: Penyebaran Utama Covid-19 Bukan dari Orang Tanpa Gejala

WHO: Penyebaran Utama Covid-19 Bukan dari Orang Tanpa Gejala

0 80
FOto Istimewa : ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.

DetikBantencom, Jakarta – Pasien virus corona (Covid-19) tanpa gejala tidak mendorong penyebaran virus. Demikian dikatakan pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Senin (8/6/2020). Pernyataan ini menimbulkan keraguan beberapa penelitian bahwa penyakit ini sulit diatasi karena infeksi tanpa gejala.

Beberapa orang, terutama individu muda dan sehat, yang terinfeksi corona tidak mengalami gejala atau hanya terlihat gejala ringan. Bahkan sejumlah orang tidak mengalami gejala sampai beberapa hari setelah mereka terinfeksi.

Bukti awal sebelumnya menunjukkan bahwa virus dapat menyebar dari kontak orang ke orang, termasuk dari pembawa (carrier) tidak memiliki gejala. Namun WHO sekarang mengatakan bahwa penyebaran dari asimptomatik (tidak bergejala) dapat terjadi, tapi hal itu bukan cara utama penyebaran.

“Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang bahwa orang asimptomatik benar-benar menularkan ke individu sekunder. Ini sangat langka,” kata Head of WHO’s Emerging Diseases and Zoonosis Unit, Dr. Maria Van Kerkhove, pada briefing di kantornya Jenewa, Swiss.

Menurut WHO, pemerintah di dunia harus fokus mendeteksi dan mengisolasi orang yang terinfeksi dengan gejala, dan melacak siapa saja yang telah melakukan kontak dengan mereka.

Van Kerkhove mengakui bahwa beberapa penelitian telah mengindikasikan penyebaran asimptomatik atau presimptomatik di panti jompo dan di rumah tangga. “Namun dibutuhkan lebih banyak penelitian dan data untuk benar-benar menjawab pertanyaan apakah virus corona dapat menyebar secara luas melalui pembawa tanpa gejala,” tambah Van Kerkhove.

Dia mengatakan, WHO memiliki sejumlah laporan dari negara-negara yang melakukan pelacakan kontak sangat rinci. “Mereka mengikuti kasus tanpa gejala. Mereka mengikuti kontak. Dan mereka tidak menemukan transmisi sekunder ke depan. Sangat jarang,” kata Van Kerkhove.

Jika penyebaran asimptomatik terbukti tidak menjadi penyebab utama penularan virus corona, maka berimplikasi pada kebijakan ke depan. Sebuah laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang diterbitkan pada 1 April mengutip potensi penularan presimptomatik sebagai alasan pentingnya menjaga jarak sosial. “Temuan ini juga menunjukkan bahwa untuk mengendalikan pandemi, mungkin tidak cukup membatasi kontak pada orang yang bergejala, karena orang tanpa gejala dapat menularkan infeksi,” kata studi CDC.

Yang pasti, kata Van Kerkhove, penyebaran virus dari orang tanpa gejala masih terjadi, tetapi masih sangat jarang. Temuan itu memiliki implikasi penting bagaimana cara menyaring virus dan membatasi penyebarannya.

WHO ingin fokus mengikuti kasus simptomatik (bergejala). “Jika kita benar-benar mengikuti semua kasus simptomatik, mengisolasi kasus-kasus itu, mengikuti kontak dan mengkarantina kontak tersebut, kita akan secara drastis mengurangi wabah itu,” kata Van Kerkhove.

 

Sumber: BeritaSatu.com

NO COMMENTS

Leave a Reply