Gugus Tugas Ungkap Penyebab Banyaknya Tambahan Kasus Positif Covid-19

Gugus Tugas Ungkap Penyebab Banyaknya Tambahan Kasus Positif Covid-19

0 151
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. ( Foto: Istimewa / BNPB )

DetikBantencom, Jakarta – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui  penambahan kasus positif virus corona baru atau Covid-19 dalam beberapa hari belakangan ini semakin tinggi. Namun dikatakannya hal ini dikarenakan kapasitas uji spesimen semakin banyak dan cepat serta adanya penelusuran kontak (contact tracing) yang semakin agresif.

“Perhitungan yang kami observasi hingga hari ini, adalah kami percayai sebagai hasil dari peningkatan kapasitas Indonesia untuk melakukan pengujian spesimen. Lebih banyak laboratorium dan institusi yang mampu melakukan uji spesimen. Juga, Pemerintah daerah bersama-sama fasilitas kesehatan utama meningkatkan pelacakan, dan menelusuri penemuan kasus aktif,” jelas Wiku Adisasmito saat telekonferensi pers reguler berbahasa Inggris di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Karena itu, Wiku Adisasmita membantah kenaikan jumlah kasus positif termasuk gelombang kedua setelah diberlakukan transisi tatanan normal baru atau normal baru.

“Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekadar mengaitkan pertambahan dengan gelombang kedua penularan virus,” ujar Wiku Adisasmito.

Dijelaskannya, pemerintah telah berhasil mencapai target yang awalnya ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni peningkatan kapasitas uji spesimen sebanyak 10.000 sampel per hari. Tidak hanya itu, pemerintah pernah berhasil melakukan uji coba spesimen sebanyak 14.000 sampel.

“Untuk menangani wabah, juga tergantung dengan respon dan manajemen daerah setempat, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan,” terang Wiku Adisasmito.

Karena itu, Wiku Adisasmito optimistis target baru uji spesimen yang telah ditetapkan Presiden Jokowi sebanyak 20.000 per hari akan tercapai. Apalagi saat ini sudah banyak laboratorium dan institusi yang mampu melaksanakan uji spesimen.

Untuk melihat perkembangan kasus positif Covid-19, menurut Wiku Adisasmito, akan lebih akurat apabila melihat data masing-masing daerah. Dari data secara keseluruhan, lanjutnya, sudah ada daerah yang sudah sangat membaik dan masuk dalam kategori zona kuning dan zona hijau.

“Namun masih terdapat daerah yang tercatat jumlah kasus positifnya tinggi atau ditetapkan sebagai zona merah,” tuturnya.

Seperti diketahui, selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa (9/6/2020) dan Rabu (10/6/2020), penambahan jumlah kasus positif Covid-19 mencatat rekor tertinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas, pada Selasa, terdapat 1.043 kasus baru COVID-19. Jumlah kasus baru ini merupakan yang pertama kalinya menembus angka lebih dari 1.000 kasus dalam sehari. Kemudian, pada Rabu tercatat penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam waktu satu hari saja.

 

 

Sumber: BeritaSatu.com

 

NO COMMENTS

Leave a Reply