Ditengah Pandemi, Andika Hazrumy Serukan Gerakan Tengok Kanan Kiri Untuk Seluruh Kader...

Ditengah Pandemi, Andika Hazrumy Serukan Gerakan Tengok Kanan Kiri Untuk Seluruh Kader Golkar

0 134

DetikBantencom, TANGERANG – Wakil Sekeretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Andika Hazrumy serukan gerakan tengok kanan kiri kepada seluruh kader partai golkar, sebagai bukti kepedulian Partai Golkar terhadap masyarakat sekitar ditengah masa sulit pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Andika Hazrumy saat menghadiri acara penyerahan bantuan sembako secara simbolis dalam gelaran bakti sosial golkar peduli di Aula Gedung DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Minggu (28/6) pagi. Diungkapkan Andika, bangsa Indonesia tengah diuji dengan krisis yang diawali dengan mewabahnya Covid-19 sehingga berdampak secara sistemik sampai kepada persoalan ekonomi.

“Dampak covid-19 belum usai, masyarakat kita banyak yg kehilangan pekerjaan. Ekonomi tidak tumbuh malah cenderung terus merosot. Acara hari ini merupakan bukti, partai golkar tetap peduli, meski kita juga merasa sulit, tapi kita harus membangun kepedulian,” ujar Wasekjen DPP Partai Golkar, Andika Hazrumy. Minggu (28/6)

Oleh karenanya, lanjut Andika meski masa sulit masih dirasakan masyarakat tidak terkecuali kader partai golkar, namun seluruh kader partai Golkar tidak boleh patah semangat dimana kader politik juga merupakan kader sosial.

“Saya menyerukan gerakan tengok kiri kanan tetangga. Jangan ada yang susah tapi tidak di bantu, meski kader tak bisa membantu namun kader politik juga merupakan kader sosial, kita harus mampu menyambungkan antara mereka yang membutuhkan derma dengan mereka yang ingin bersedekah,” lanjutnya

Menurut Andika, pada masa Covid-19 negara membutuhkan kerjasama tidak bisa sendiri-sendiri, kader partai golkar harus bergerak bersama-sama. “Saya optimis partai golkar bergerak kita akan menjadi bagian solusi bukan penambah beban masalah,” ungkapnya

Tidak hanya berdampak pada ekonomi, tambah Andika Covid-19 juga merubahan gaya hidup dan cara masyarakat bersosialisasi. Saat ini, masyarakat diwajibkan untuk menjalankan protokol kesehatan untuk tetap menggunakan masker, tidak bersalaman dan menjaga jarak dimana hal tersebut berbanding terbalik dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang dikenal ramah.

“Ujian fisik, ini saatnya pembuktian. Meski kita berjarak, tapi hati yang tulus tidak terpisahkan, ia terikat semangat kekeluargaan. Demikian pula di partai golkar, kita harus lulus bahwa semangat kekeluargaan tidak bisa dipisah jarak dan di renggangkan waktu,” pungkasnya. (db1)

NO COMMENTS

Leave a Reply