Ayah Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil dan Melahirkan

Ayah Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil dan Melahirkan

0 97

DetikBanten.com, SERANG – Seorang ayah tiri berinisial AKM (45) di Kabupaten Serang yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tega menyetubuhi anak tirinya yang masih berumur 13 tahun hingga hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.

Aksi bejat pelaku terhadap korban INY (13) pertama kali dilakukan pada tahun 2019, pada saat itu sang pelaku mengajak korban membeli bakso dan sampai di perjalanan pelaku yang merupakan ayah tirinya mengajak korban ke pinggir kali.

Setelah sampai di pinggir kali, sang ayah tiri yang usianya tiga kali lipat dari korban langsung menyetubuhinya, lalu setelah puas menikmati tubuh anak tirinya itu pelaku membelikan semangkok bakso korban.

Kedua kalinya, pelaku melakukan aksi bejatnya sebelum korban melahirkan anak perempuan tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, pelaku menyetubuhi korban di dalam kamar di rumahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dilaporkan ke Unit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Serang pada Senin (3/8) kemarin. Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan pihak kepolisian

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arief Nazarudin mengatakan sesuai dari keterangan yang di peroleh pihaknya, pelaku melakukan perbuatan bejatnya hanya dua kali.

“Korban disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku hingga hamil dan melahirkan anak perempuan,” katanya, Rabu (5/8).

Kata ia, tersangka melakukan perbuatannya itu lantaran bernafsu melihat tubuh korban dan modus pelaku untuk mengajak korban bersetubuh dengan cara mengiming-imingi untuk di berikan uang dan berjanji akan memberikan bekal jajan kepada korban.

AKP Arief Nazarudin menjelaskan perlakukan bejat terhadap anak tirinya itu berlangsung selama satu tahun, namun baru terungkap setelah perbuatan yang terakhir sebelum korban melahirkan. Korban menutupi bejat sang ayah lantaran di ancam.

Ditanya juga apakah ibu korban tidak mengetahui anaknya sedang mengandung seorang anak dan melaporkankanya ke aparat penegak hukum, AKP Arief Nazarudin menduga istri pelaku yang merupakan ibu dari korban mendapat ancaman dari sang suami.

“Kita tidak melihat dari ibu korban, mungkin namanya laki-laki itu di ancam kali,” ujarnya.

Tersangka ditanggap pada hari Senin tanggal 3 Agustus 2020 sekira jam 10.00 Wib di rumahnya setelah satu hari korban melahirkan bayi perempuan. Akibat perbuatannya tersangka terjerat Pasal 81 (1) dan (2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lebih dari 7 tahun penjara. (Bel)

NO COMMENTS

Leave a Reply