Padepokan Assyifa Banten Juarai Turnamen Golok Internasional

Padepokan Assyifa Banten Juarai Turnamen Golok Internasional

0 377
Share this

Detikbanten.com, SERANG – Dalam misi menghantarkan golok ke unesco sebagai senjata tradisional milik indonesia, Seni Golok Indonesia (SGI) bekerja sama dengan Museum Golok Indonesia dan the golok, menggelar turnamen golok internasional festival 2020 atau golok go tu unesco

Uniknya masing-masing peserta pencak silat yang memainkan silat golok dari berbagai perguruan baik yang berdiri didalam maupun yang diluar negeri wajib membuat video dan menayangkan melalui chanel youtube dengan judul “GOLOK TO UNESCO”

Foto Istimewa

Tak ayal setiap peserta berlomba membuat video silatnya dengan kemasan bak film-film kolosal dilayar lebar. seperti Muhamad Ramdani, salah satu peserta silat golok dari padepokan assyifa banten yang mendapat gelar juara satu festival golok internasional 2020 kategori tunggal itu sangat antusias membuat video dirinya.

foto istimewa

Dibantu dengan rekan seperguruan dan kang iip selaku guru yang mengajarkan silat golok di kota serang banten itu akhirnya menuai hasil dari kerja kerasnya. alhasil padepokan assyifa salah satu perwakilan dari provinsi banten itu mendapat dua gelar skaligus dalam dua kategori, yakni kategori silat golok tunggal dan silat golok beregu.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada keluarga besar padepokan assyifa atas do’a, kerja keras anak-anak yang semangat untuk ikut berpartisipasi dalam festival golok go to unesco, turnamen silat golok 2020. Semoga kedepannya semakin mantap dan semakin meriah. Takbiirrr!.” Ucap kang iip ditengah-tengah euforia kemenangn anak didiknya.

Menurut ki kumbang dalam video pengumuman juara yang diunggah dalam laman facebooknya 22/09/2020, ki kumbang yang mengaku sebagai ketua dewan juri satu dengan empat orang anggota dan dua orang saksi. Menuturkan bahwa penilaian yang disepakati dan yang ditekankan adalah berdasarkan kekayaan gerak yang dianggap tidak monoton, tidak sebatas menebas dan menusuk.

“Disini kami sudah menilai yang kami lihat semua cukup bagus sekali, sangat bagus, sangat kreatif lalu sangat cekatan bermain golok. Disini yang kami sepakati, yang kita tekankan adalah kekayaan gerak. Jadi kekayaan gerak yang tidak monoton, tidak sebatas menebas dan menusuk dan itu yang sangat saya apresiasi.” Pungkas ki kumbang dalam sesi pengumuman juara.

Berikut hasil penjurian yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Juri :

Pemenang Kategori Golok Tunggal :
* Juara 1 : Padepokan Assyifa – Banten
* Juara 2 : Sanggar Cakra Buana
* Juara 3 : Padepokan Macan Paku Banten

Pemenang Kategori Golok beregu :
* Juara 1 : Padepokan Assyifa – Banten
* Juara 2 : Perguruan Baringin Sakti
* Juara 3 : Panglipur Jagat – tangsel

Pemenang Kategori Peserta Luar Negeri :
* Juara 1 : Perguruan Salamun Alaikum : North America
* Juara 2 : Perguruan Mande Muda Mawar Suci – Belanda
* Juara 3 : Perguruan Ular Naga Vlissingen – Belanda

Pemenang doorprize buku THE GOLOK :
1. Padepokan Assyifa – Banten
2. Padepokan Pusaka Sakti Muda Terate – Banten
3. Perguruan Kent Barat : United Kingdom

Lanjut ki kumbang menjelaskan bahwa perhelatan turnamen golok internasional fest 2020 melalui video virtual mengenai menang atau kalah bukanlah hal yang besar, melainkan hal yang besar adalah bagaimana seluruh perguruan kita mampu mensuport agar golok diakui di negara luar bahkan sampai UNESCO.

“Sebenarnya menang atau kalah itu bukan hal yang besar. Disini hal yang besar itu adalah bagaimana perguruan kita mensuport agar golok diakui di negara luar bahkan sampai unesco. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Nah itulah yang harus kita bangun, walaupun kita tidak menang tetapi ada satu poin yang kita menang, yaitu kita adalah perintis suatu sejarah untuk gerakan golok go to unesco.” Tutup ki kumbang.

Dilain tempat, ketua penyelenggara kegiatan, H. David Darmawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang sudah menjadi pelopor awal Golok Goes to UNESCO.
H.Davis darmawan juga akan segera menyerahkan data dari semua perguruan yang berpartisipasi kepada dinas terkait.

“Kami akan menyerahkan data dari semua perguruan yang berpartisipasi baik secara tertulis maupun video kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada acara inti. 25 September 2020 sebagai sejarah awal langkah dari program Golok goes to UNESCO,” terangnya. (Dek)

NO COMMENTS

Leave a Reply