Pembubaran Penonton dan Pelemparan Flare Warnai Seleksi Pemain Rans Cilegon FC

Pembubaran Penonton dan Pelemparan Flare Warnai Seleksi Pemain Rans Cilegon FC

    0 67
    Share this

    Detikbanten.com, Cilegon – Seleksi pemain Rans Cilegon FC di Stadion Krakatau Steel (KS), diwarnai dengan pembubaran penonton oleh pihak Kepolisian dari Polres Cilegon lantaran menyebabkan kerumunan.

    Puluhan petugas kepolisian langsung mengambil tindakan tegas mengusir mereka yang sedang duduk di tribun penonton.

    Pantauan di lapangan, terlihat ratusan orang antusias datang ke lokasi seleksi klub sepak bola yang dahulu bernama Cilegon United FC itu.

    Tak berselang lama atau hanya sekira 10 menit pasca pertandingan seleksi para pemain Rans Cilegon FC berlangsung. Puluhan penonton langsung digelandang keluar Stadion KS.

    Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono langsung turun tangan mengomandoi personelnya untuk meminta puluhan penonton keluar lapangan.

    Ia langsung mengambil posisi di hadapan puluhan penonton untuk meminta mereka meninggalkan Stadion KS.

    “Bapak ibu kami mohon maaf sebelumnya, untuk mematuhi protokol kesehatan kami mohon untuk keluar, karena panitia seleksi izinnya tidak ada penonton,” kata Sigit di hadapan penonton, Rabu (7/4/2021).

    Dikatakan Sigit, Rans Cilegon FC datang ke Cilegon untuk melakukan seleksi, dikarenakan klub tersebut merupakan klub asal Cilegon.

    “Meskipun sudah dibeli oleh investor lain, mereka tetap mengedepankan orang lokal atau pemain lokal, sehingga hari ini mengadakan seleksi disini (Stadion Krakatau Steel),” tuturnya.

    Lebih lanjut Sigit mengungkapkan, untuk izin yang keluar baik liga dua maupun liga satu saat berlangsung pertandingan tidak ada penonton.

    “Sehingga yang ada di dalam itu pemain, staf pemain, tim medis,” pungkasnya.

    Saat seleksi Rans Cilegon FC ini, pihaknya melihat banyak warga yang begitu antusias melihat proses seleksi pemain Rans Cilegon FC.

    “Makanya kami mohon maaf, karena izinnya tanpa penonton makanya kami keluarkan. Mereka (penonton) nurut ko, karena buat masa depan mereka juga,” ungkap Sigit.

    Sigit menambahkan pihaknya menurunkan sebanyak 60 personel lantaran sudah memprediksi penonton pasti antusias. “Kami hargai masyarakat cinta sepakbola, namun kita duduk bersama lah. Rans Cilegon FC juga izinnya cuma hari ini saja,” pungkasnya.

    Meski demikian, ia mengaku harus tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk menghindari penularan Covid-19. Ia juga menyinggung soal izin yang diberikan tanpa penonton.

    Namun setelah insiden pembubaran penonton dari dalam stadion yang digelandang keluar Stadion KS. Tak berselang lama terjadi pelemparan flare dari luar stadion ke dalam stadion oleh penonton yang tidak diketahui identitasnya. Namun peristiwa itu bisa diredam oleh panitia dan pihak kepolisian.

    Dibagian lain, Pelatih Kepala RANS Cilegon FC, Bambang Nurdiansyah (Banur) mengatakan, pihaknya tidak mencari kuantitas, akan tetapi mencari atlet yang berkualitas. Karena dari puluhan yang hadir, hanya 3 atlet Cilegon yang mampu lolos pada seleksi tahap I ini.

    “Kami tidak mencari atlet atau kriteria seperti apa, yang kami inginkan berkualitas. Misalnya dalam seleksi ada 1 orang, kalau dia berkualitas, akan saya tarik dan masuk dalam skuad. Besok, saya memantau ke Bandung,” terangnya.

    Sementara itu, Dewan Pengawas Rans Cilegon FC Yudhi Aprianto mengatakan bahwa untuk seleksi di Stadion KS diikuti oleh 50 peserta warga Kota Cilegon.

    “Ada sekitar 50 atlet yang ikut serta dalam seleksi ini. Mereka langsung dipantau oleh Hamka Hamzah dan pelatih Banur (Bambang Nurdiansyah,” kata Yudhi.

    Mantan Presiden Cilegon United FC ini mengatakan, untuk jumlah kuota atlet Cilegon yang masuk dalam RANS Cilegon FC, diserahkan sepenuhnya kepada pelatih kepala dan sesuai dengan kebutuhan tim.

    “Semakin banyak atlet Cilegon yang lolos seleksi semakin bagus. Kami berharap memang ada putra daerah lolos seleksi sampai tembus dan menjadi starting line up RANS Cilegon FC,” terangnya.

    Diketahui, sebelumnya Raffi Ahmad mengubah nama Cilegon United menjadi Rans Cilegon FC setelah mengakuisisi klub yang bermain di Liga 2 itu pada 31 Maret 2021. (db2)

    NO COMMENTS

    Leave a Reply