Komitmen Lintas Stakeholder, Pemkot Serang Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • Bagikan
Share this

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen dengan mengadakan workshop lintas sektor untuk penggalangan komitmen lintas stakeholder dan peluncuran program Momentum Private Health Call Delivery (MPHD) dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak baru lahir di Kota Serang.

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, program MPHD ini tidak seluruh di Indonesia mendapatkan, provinsi Banten dan Kota Serang salah satu daerah yang mendapatkan program ini Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kota Serang guna menekan angka kematian ibu dan anak baru lahir.

“Atas nama pemkot Serang mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya karena ini menjadi visi kami untuk menekan angka kematian ibu dan anak baru lahir,” ujarnya, Kamis (02/06/2022).

Syafrudin menuturkan, angka kematian ibu dan anak baru lahir di Kota Serang mengalami penurunan itu 77 persen dengan mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit yang menangani proses persalinan.

“Artinya, dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi pemkot Serang sudah berbuat banyak. Dengan adanya MPHD ini Mudah-mudahan bisa singkron programnya sehingga kematian ibu dan bayi bisa zero,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hasanudin mengatakan, angka kematian ibu dan anak baru lahir di Kota Serang dalam kurun waktu tiga tahun dari 2019 – 2021 mengalami penurunan.

“Alhamdulillah kita tiga tahun dari 2019 hingga 2021 ada penurunan angka kematian ibu dan anak. 2019 ada 22 kasus kematian, 2020 17 kasus, dan 2021 17 kasus. Untuk tahun 2022 masih proses pendataan,” paparnya.

Dikatakan Hasanudin, sebaran kasus kematian ibu dan anak baru lahir di setiap kecamatan diantaranya kecamatan walantaka 2, curug 3, taktakan 2, kasemen 3, cipocok jaya 4, dan kecamatan serang 3.

“Penyebabnya ada yang karena pendarahan, termasuk ada karena dampak covid-19,” pungkasnya.

Penulis: UqelEditor: Mang Najib
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!