Senin, Desember 3, 2018
Kabupaten Lebak

0 7

DetikBantencom, LEBAK- Kiprah Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lebak, nampaknya mulai dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat luas. Karena, organisasi para pegawai tersebut keberadaannya sudah dapat dirasakan, tak kurang mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan sampai dengan bedah rumah milik warga tidak mampu sudah direalisasikan kepada masyarakat di Lebak.

Dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 47 pun, capaian yang diraih oleh Korpri Lebak boleh dibilang sangat membanggakan. Lantaran, sampai saat ini, tercatat beberapa lomba dibidang keagamaan diberbagai tingkatan dapat diraih oleh Korpri Lebak. Contoh soal, salah satu anggota Korpri Lebak atas nama Yayat Suryati berhasil menjadi juara 1 MTQ Korpri tingkat Nasional Cabang Kaligrafi.

Sebelumnya Yayat Suryati juga menyabet gelar juara 1 MTQ Korpri tingkat provinsi Banten pada cabang Kaligrafi, serta juara 2 MTQ Korpri tingkat provinsi Banten cabang Da,i. Selain dibidang keagamaan, salah satu anggota Korpri Lebak juga berhasil meraih prestasi pada event Pengucapan Panca Prasetya Korpri tingkat Provinsi Banten atas nama Derry Derawan.

“Pernah juga juara 2 paduan suara tingkat Provinsi Banten, tentu saja, raihan prestasi ini merupakan kerja keras dan kemauan yang besar dari anggota Korpri Lebak,”kata Iti Octavia Jayabaya, penasihat Korpri yang juga seebagai Bupati Lebak, ketika kepada wartawan di pendopo Kabupaten Lebak, Rabu 28-11-2018.

Kebanggaan Korpri Lebak dalam rangka mendukung berbagai program di Lebak pun kian terasa. Pasca pendirian Klinik Abdi Negara (Agara) Medika yang notabene merupakan unit usaha di bidang pelayanan Kesehatan. Kini, bersama yayasan, Korpri Lebak mendirikan SMK Pekerjaan Umum.

“Berbagai bidang kita ikut berkiprah, semuanya itu kami lakukan demi memberikan pengabdian yang maksimal kepada masyarakat Lebak di Kabupaten Lebak,”kata Dede Jaelani, ketua dewan pengurus Korpri Lebak.

Selain itu, Korpri Lebak juga dalam rangka bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Lebak melakukan bedah rumah terhadap puluhan warga kurang mampu. Tercatat, diantara penerima progra bedah rumah adalah Aniyah, warga Kampung Kiwilan, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, kemudin Karnim, warga Kampung Ketg, desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Sumiati warga Kecamatan Leuwidamar, serta Madhari warga Kecamatan Cimarga.

“Kita berikan juga santunan bagi anggota Korpri yang meninggal dunia sebesar Rp2 juta perorang, serta pemberian sembako bagi Golongan 1 dan tenaga Kebersihan lapangan,”kata Dede Jaelani lagi. Sekedar diketahui, anggota Korpri Kabupaten Lebak juga secara rutin memberikan bantuan pendampingan pengobatan bagi masyarakat melalui Yayasan Seribu Kemulyaan (BULAN). Dengan rincian masing Rp1000/anggota dan disumbangkan ke Bulan dan PMI sebagai bagian wujud concern Korpri mendukung program Lebak sehat, (Kew)

0 21

Bupati Lebak bersama Sekda, saat meninjau lokasi bedah rumah yang dilaksanakan oleh Korpri Lebak

DetikBantencom, LEBAK- Kiprah Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Lebak, nampaknya mulai dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat luas. Karena, organisasi para pegawai tersebut keberadaannya sudah dapat dirasakan, tak kurang mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan sampai dengan bedah rumah milik warga tidak mampu sudah direalisasikan kepada masyarakat di Lebak.

Dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 47 pun, capaian yang diraih oleh Korpri Lebak boleh dibilang sangat membanggakan. Lantaran, sampai saat ini, tercatat beberapa lomba dibidang keagamaan diberbagai tingkatan dapat diraih oleh Korpri Lebak. Contoh soal, salah satu anggota Korpri Lebak atas nama Yayat Suryati berhasil menjadi juara 1 MTQ Korpri tingkat Nasional Cabang Kaligrafi.

Sebelumnya Yayat Suryati juga menyabet gelar juara 1 MTQ Korpri tingkat provinsi Banten pada cabang Kaligrafi, serta juara 2 MTQ Korpri tingkat provinsi Banten cabang Da,i. Selain dibidang keagamaan, salah satu anggota Korpri Lebak juga berhasil meraih prestasi pada event Pengucapan Panca Prasetya Korpri tingkat Provinsi Banten atas nama Derry Derawan.

“Pernah juga juara 2 paduan suara tingkat Provinsi Banten, tentu saja, raihan prestasi ini merupakan kerja keras dan kemauan yang besar dari anggota Korpri Lebak,”kata Iti Octavia Jayabaya, penasihat Korpri yang juga seebagai Bupati Lebak, ketika kepada wartawan di pendopo Kabupaten Lebak, Rabu 28-11-2018.

Kebanggaan Korpri Lebak dalam rangka mendukung berbagai program di Lebak pun kian terasa. Pasca pendirian Klinik Abdi Negara (Agara) Medika yang notabene merupakan unit usaha di bidang pelayanan Kesehatan. Kini, bersama yayasan, Korpri Lebak mendirikan SMK Pekerjaan Umum.

“Berbagai bidang kita ikut berkiprah, semuanya itu kami lakukan demi memberikan pengabdian yang maksimal kepada masyarakat Lebak di Kabupaten Lebak,”kata Dede Jaelani, ketua dewan pengurus Korpri Lebak.

Selain itu, Korpri Lebak juga dalam rangka bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Lebak melakukan bedah rumah terhadap puluhan warga kurang mampu. Tercatat, diantara penerima progra bedah rumah adalah Aniyah, warga Kampung Kiwilan, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, kemudin Karnim, warga Kampung Ketg, desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Sumiati warga Kecamatan Leuwidamar, serta Madhari warga Kecamatan Cimarga.

“Kita berikan juga santunan bagi anggota Korpri yang meninggal dunia sebesar Rp2 juta perorang, serta pemberian sembako bagi Golongan 1 dan tenaga Kebersihan lapangan,”kata Dede Jaelani lagi. Sekedar diketahui, anggota Korpri Kabupaten Lebak juga secara rutin memberikan bantuan pendampingan pengobatan bagi masyarakat melalui Yayasan Seribu Kemulyaan (BULAN). Dengan rincian masing Rp1000/anggota dan disumbangkan ke Bulan dan PMI sebagai bagian wujud concern Korpri mendukung program Lebak sehat. (Kew)

0 32

DetikBantencom, Lebak- Warga Kampung Pasir Babakan Keluraham Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengusulkan akses jalan menuju stasiun Rangkasbitung via markas komando distrik militer (Kodim) 0603 Lebak diberi nama jalan Uwes Qorny.

Ketua RW 14 kampung Pasir Babakan Unro Al- Juhri mengatakan pemberian nama jalan Uwes Qorny harus segera dilakukan menyusul wakil bupati Lebak Ade Sumardi memberikan statemen tidak ada kendala pada proses pemberian jalan namun perlu di perdakan terlebih dahulu.

“Kita usul akses dari Kodim menuju Bedeng yang tembus ke stasiun kereta Rangkasbitung diberi nama Jalan “Uwes Qorni”,”kata Unro kepada wartawan, Rabu 28 November 2018.

Kumolot Keluarga Mahasiswa Lebak ini menilai akan terasa indah peresmian nama jalan ini dilaksanakan saat hari jadi Kabupaten Lebak ke 190 pada 2 desember 2018 mendatang.

“Uwes Qorny ini kan pahlawan Provinsi Banten, apa salahnya memberikan apresiasi tepat di usia Kabupaten Lebak ke 190,”tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Penasihat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Kabupaten Lebak ini berharap pemerintah untuk membuka akses jalan masuk ke Stasiun Rangkasbitung melalui jalur Bedeng karena akan membantu mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Sunan Kalijaga saat kereta tiba.

“Ditambah Uwes Qorny juga pendiri Kumala, kita berharap ada realisasi dari pemerintah,”jelasnya.

Untuk diketahui, Akses jalan dari Makodim 0603 Lebak menuju Kampung Bedeng sebelumnya memiliki nama jalan Lingkar Selatan, Warga dan juga Kumala berharap akses jalan tersebut berganti nama menjadi jalan Uwes Qorny. (Kew)

0 10

DetikBantencom, Lebak – Pemuda dan mahasiswa se-Kecamatan Cilograng menggelar pertemuan untuk membahas terkait gerakan di Kecamatan Cilograng bertempat di Saung Pergerakan, Kampung Pasir Bodas, Desa Cikamunding, Minggu (25/11/2018). Kegiatan ini di ikuti oleh puluhan pemuda dan mahasiswa asal Kecamatan Cilograng yang tersebar dibeberapa Desa.

Hal ini dilakukan mengingat bahwa Cilograng merupakan wilayah Kecamatan paling ujung di provinsi Banten berbatasan langsung dengan Provinsi Jawabarat. Diperlukan gerak pemuda untuk menjadi agent perubahan, sosio kontrol, dan peka terhadap kondisi selatan yang secara objektif termasuk wilayah diskriminatif dari sektor pembangunan dan kesejahteraan. Dari kondisi inilah maka para pemuda dan mahasiswa sepakat menyatukan visi gerakan.

Dari pertemuan yang dilakukan, dihasilkan keputusan untuk membuat sebuah wadah gerakan yang diberi nama GMPC (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Cilograng).

“Nama ini sudah menjadi kesepakatan bersama yang lain. Kata gerakan berarti organisasi ini senantiasa menghasilkan gerakan perubahan. Mahasiswa dan pemuda berarti yang berhimpun di organisasi ini adalah mereka yg berjiwa muda dan mempunyai pemikiran kritis transformatif,” Ucap Edi A. Nurjaman selaku ketua terpilih.

Disamping itu Rizwan Comrade selaku wakil ketua terpilih menyampaikan bahwa Perlunya gerakan konseptual dan praktis menjadi senjata utama pemuda.
“Kedepan GMPC ini akan menjadi wadah refleksi kritis, gerakan counter hegemoni, kebijakan yang tidak pro terhadap warga selatan dan siap untuk berinovasi, khususnya ruang lingkup pemerintahan kec. Cilograng,” katanya.

“Sudah saatnya gerakan pemuda dan mahasiswa di cilograng kita aktifkan kembali sebagai upaya reaktualisasi gerakan. Karena nyatanya sudah lama kita passive. Pemuda harus jadi garda terdepan dalam mengontrol setiap kebijakan pemerintah yg tidak pro rakyat,” Ucap Ahmad Fauzi selaku Ketua Div. Advokasi GMPC.

Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara pembentukan GMPC yang sekaligus mengkaji issu terkini terkait kebijakan pemerintah setempat. (kew)

0 12

DetikBantencom, Lebak- SMA Negeri 3 Rangkasbitung menggelar SmanTi Expo tahun 2018 di Jalan letnan muharam kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu 25 November 2018. Tujuannya untuk mendorong pelajar pandai berwirausaha.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Rangkasbitung Ucu Lena Murtadewi mengatakan SmanTi expo ini merupakan rangkaian program kewirausahaan yang diberikan Kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan dipadukan bersama pentas seni pelajar.

“Ini tahun ke 2 kita menggelar SmanTi Expo, setelah sebelumnya di tahun 2017 berjalan sukses,”kata Ucu saat memberikan sambutan.

Menurutnya, SmanTi Expo tahun 2018 ini menonjolkan karya setiap pelajar seperti hasil membatik , mengolah makanan dan kerajinan lainnya yang dipamerkan dalam 10 stan yang disediakan.

“Jadi bazarnya ini diisi oleh kelompok dari masing-masing kelas, dimana dalam satu kelas ada beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan modal oleh sekolah sebesar Rp. 1 juta untuk berwirausaha dan hasilnya akan diberikan kepada kas kelas untuk keperluan masing-masing kelas,”bebernya.

Keahlian berwirausaha penting dimiliki oleh setiap pelajar. Menurut Ucu meski angka kelulusan sekolah berada di 100 persen namun untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya hanya 78 persen saja.

“Karena memang ketika mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya kita harapkan memiliki bekal berwirausaha agar menjadi entrepreuner yang mahir,”ujarnya.

Ucu berharap setiap pelajar SMA Negeri 3 Rangkasbitung memiliki bekal yang cukup baik dari ilmu pasti dan ilmu berwirausaha untul menghadapi kehidupan kedepannya.

“Saya hanya ingin pelajar SMA negeri 3 Rangkasbitung bermanfaat untuk masyarakat,”imbuhnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Lebak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Sargawi mengapresiasi kegiatan SmanTi Expo 2018, pasalnya dari kegiatan ini pelajar akan memiliki keahlian dalam berwirausaha yang akan bermanfaat untuk kehidupan kedepannya.

“Berwirausaha sudah harus diperhitungkan karena memang ketika lulus sekolah tidak semuanya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang selanjutnya, dari situ  diharapkan pelajar bisa menjadi entrepreneur yang handal,”pungkasnya. (Kew)

0 35

DetikBantencom, LEBAK- Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kunjungi Bendungan Karian yang berlokasi di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (24/11/2018).

Bendungan yang memiliki kapasitas total sebesar 314,7 juta kubik ini akan menjadi bendungan ketiga terbesar di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.

Pembangunan Bendungan Karian dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan akan selesai pada tahun 2019. Saat ini, progres fisik bendungan telah mencapai 55,60 persen dari target sebesar 52,77 persen pertanggal 22 November 2018.

“Kita harapkan setelah bendungan ini selesai bisa memberikan manfaat sampai ke Provinsi DKI Jakarta,” ujar Hari Suprayogi Dirjen SDA, Kementerian PUPR dalam kunjungannya ke Bendungan Karian.

Hari menjelaskan, bendungan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menyediakan air bagi Rumah tangga, Perkotaan dan Industri (RKI) di Kabupaten Lebak, Kota dan kabupaten Tanggerang, Kota Tanggerang selatan dan wilayah Provinsi DKI Jakarta sebesar 9,1 meter kubik melalui Karian-Serpong Convenyance sistem (KSCS).

“Selain itu, bendungan ini juga bermanfaat bagi penyediaan kebutuhan suplesi ke daerah Irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare dan pemenuhan kebutuhan air RKI bagi Kota Cilegon serta Kabupaten Serang, sebesr 5,5 meter kubik per detik,”jelas Hari

Lebih lanjut, Hari mengungkapkan bahwa bendungan ini juga memiliki fungsi sebagai pengendali banjir didaerah hilir yang merupakan kawasan strategis dan infrastruktur seperti jalan tol Jakarta- Merak, kawasan industri terpadu, dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.

“Bendungan Karian mempunyai luas genangan sebesar 1.740 hektare dan kapasitas tampungan efektif sebesar 207,5 juta meter kubik. Kedepannnya, bendungan ini menyediakan sarana rekreasi dan tujuan wisata air serta potensi pebangkit listrik sebesar 1,8 megawatt melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH),”pungkasnya. (Kew)

0 13

DetikBantencom, LEBAK- Kecamatan Cikulur akhirnya berhasil memboyong piala sebagai juara umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke-37 Tingkat Kabupaten Lebak yang diselenggaran di Kecamatan Gunung Kencana dari tanggal 19-23 Nopember 2018. Tak kalah dengan pembukaan, acara penutupan dihadiri ribuan masa dari berbagai pelosok Lebak.

Dengan jumlah nilai 84, Kecamatan Cikulur menduduki peringkat kesatu, disusul kecamatan Malingping dengan jmlah nilai 39, dan Kecamatan Maja dengan jumlah nilai 36.

Usai menutup MTQ secara resmi, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengucapkan selamat kepada kafilah yang menjuarai MTQ ke-37 ini. Bupati mengatakan bahwa MTQ ini bukan semata-mata perlombaan dan seremonial belaka, jadi juara bukan tujuan akhir namun bupati berharap dengan menggelar kegiatan ini, dapat membumikan al-quran di Kabupaten Lebak sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Lebak Nomor 4 Tahun 2014 yaitu gerakan maghrib mengaji.

“Salah satu hikmah yang dapat dimaknai dalam setiap penyelenggaraan MTQ adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran secara benar, sesuai kaidahnya” Kata Bupati.

Untuk itu, Bupati juga berpesan agar kedepannya MTQ dapat dilaksanakan di Tingkat Kecamatan bahkan di Tingkat Desa untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Quran di masyarakat.

“MTQ Ini juga sebagai mementum dalam syiar, sekaligus kebangkitan umat islam Kabupaten Lebak yang kita bingkai dalam satu jalinan silaturahim yang semakin erat dan kokoh” ujarnya.

Menurut Bupati, MTQ ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang semakin berkualitas, berkarakter dan berakhlakul karimah ditengah tantangan dan ancaman globaliasi informasi yang sedang kita hadapi bersama.

Sebagai informasi, untuk pelaksanaan MTQ Tahun 2019, ada 3 kandidat yang sudah menyatakan kesanggupannya menjadi tuan rumah, yaitu Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Maja. (Kew)

0 30

DetikBantencom, Lebak- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak bekerjasama dengan Dinas Perhubungan(Dishub) melakukan penertiban one way vision peserta Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada angkutan umum, Jumat 23 November 2018.

Pantauan dilapangan petugas memulai penertiban sekitar pukul 10.00 WIB di terminal Sunan Kalijaga, penertiban awal terdapat sejumlah angkutan umum jurusan Kalijaga Ona yang kedapatan terpasang one way vision Jokowi – Maaruf Amin.

Ketua Devisi Sengketa Bawaslu Lebak Deden Mochmamad Adnan mengatakan sudah satu minggu surat teguran dilayangkan kepada Dinas Perhubungan agar setiap pemilik angkutan umum untuk menertibkan sendiri one way vision yang terpasang pada kendaraanya.

“Saat teguran dilayangkan ada beberapa yang menertibkan pribadi dan sekarang yang kedapatan masih terpasang kita tertibkan,”kata Deden kepada awak media.

Menurutnya, penertiban akan berlangsung di tiga lokasi mulai dari Terminal Sunan kalijaga , terminal Aweh dan terminal mandala.

“Semua yang masih kedapatan terpasang one way vision akan kita tertibkan baik milik peserta pilpres maupun Pileg,”tegasnya.

Untuk diktehaui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak menyebutkan pemasangan stiker ataupun one way vision bukan hanya sebuah pelanggaran kampanye namun melanggar Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan bermotor.

Bahkan,  pemasangan one way Vision juga telah melabrak Peraturan Menteri nomor 439 tahun 1976 tentang penggunaan kaca pada kendaraan bermotor dengan batasan 60 persen cahaya dan 40 persen kegelapan. (Kew)

0 32

DetikBantencom, Lebak – Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kembali digelar untuk ketiga kalinya, dengan total 18 kategori yang dilombakan.

Pada API tahun ini Pemerintah Kabupaten Lebak mendapatkan penghargaan Kategori Kampung Adat terpupoler dengan lokus desa Kanekes alias Adat Baduy.

Tropy penghargaan diserahkan Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Masruroh dan diterima Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (22/11/18)

Dengan adanya ajang ini, pemerintah kabupaten Lebak akan terus memaksimalkan potensi pariwisata yang ada dan banyak Kategori yang semestinya bisa diikuti. Kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya seusai menerima tropy penghargaan.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap dan terlibat langsung tentang pengelolaan pariwisata sesuai dengan potensinya masing-masing.”

Tahun ini API masih dipercayakan kepada Ayo Jalan-jalan sebagai panitia penyelenggara, dengan menggandeng brand Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata.

Tahun 2018 juga ada penambahan tiga kategori baru yaitu Wisata Halal, Wisata Kreatif, dan Cendera Mata, Hal ini sebagai perwujudan bahwa kegiatan ini berusaha untuk mengikuti perkembangan Dunia Pariwisata yang ada di Daerah.

Hiro Kristianto ketua penyelenggara anugerah pesona Indonesia (API) 2018 mengatakan, ajang sektor pariwisata terlpopoler ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam memperknalkan objek pariwisata atau destinasi wisata baru di Daerah.

“Kompetisi penghargaan ini efektif untuk memperkenalkan berbagai daerah yang belum terkenal, dan menumbuhkan kembali kecintaan pada pariwisata daerahnya.” Jelasnya

Penilaian yang dilakukan API cukup komperhensif, dengan melibatkan banyak stakeholder untuk memilih destinasi wisata mana yang menjadi nominasi sebelum di-vote.

Dari sistem tersebut, menurutnya, kita juga bisa tahu bagaimana masyarakat peduli terhadap pariwisata daerah dengan cara mendukung daerah untuk jadi pemenang. (Kew)

0 12

DetikBantencom, Lebak – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya membuka Workshop Pembelajaran Metode GASING kerjasama dengan Prof. Yohanes Surya Phd dan Team Surya Institute yang diselenggarakan PGRI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak di Gedung PGRI Rangkasbitung, Kamis (22/11/18)

Workshop Pembelajaran yang dihadiri ratusan guru ini menjelaskan Metode Gampang, Asik dan Menyenangkan (GASING) dalam berhitung dengan cepat.

Gasing suatu metode pembelajaran matematika dengan langkah demi langkah yang membuat anak menguasai matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan. Kata Prof Surya dalam sambutannya.

“Kunci metode GASING ini proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.” Ungkapnya

Prof. Surya juga menjelaskan pentingnya proses langkah demi langkah dalam metode GASING tercermin sewaktu anak-anak belajar suatu topik, mengingat ada titik kritis yang harus mereka lewati.

“Setelah mencapai titik kritis mereka tidak akan sulit lagi mengerjakan soal dalam topik tersebut.” tambah Prof Surya

Bupati Lebak sangat mengapreseasi metode yang dberikan dalam pembelajaran metode GASING ini, dengan cara anak-anak diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga benar-benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan.

“Saya berharap para Guru dan anak-anak jauh lebih mudah mengerti dan mengaplikasikan konsep yang diajarkan.” Kata Iti Octavia

Salah satu ciri khas lain dari metode GASING adalah anak-anak dapat melakukan perhitungan di luar kepala (mencongak) dengan cepat. (Kew)

RANDOM POSTS

0 48
DetikBantencom, Kota Cilegon – Rencana aksi unjuk rasa oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) pada PT. Moly Cop yang berada dikawasan KIEC,...
error: Content is protected !!