Selasa, Desember 4, 2018
Kabupaten Pandeglang

0 6

DetikBantencom, Pandeglang – Petugas Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Polairud Banten dan TNI Angkatan Laut mengamankan 8 orang pemburu Rusa liar di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon(TNUK) pada Sabtu (1/12/2018) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB malam. Dari ke delapan orang tersebut, satu diantaranya oknum polisi.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan hal tersebut. Menurutnya pelimpahan dari balai TNUK ke Polres dilakukan pada Minggu pagi, namun saat ini, berkas sudah dilimpahkan ke Polda Banten.

“Diduga melakukan pemburuan liar dari pihak TNUK melimpahkan kepada kami, ada 8 orang dan beberapa barang bukti potongan Rusa yang dibawa oleh beberapa pemburu liar tadi,” katanya kepada awak media di Kota Serang usai Pisah Sambut Makorem 064/MY, Senin (3/12/2018).

Saat ini, dikatakan AKBP Indra untuk penanganannya Polres Pandeglang telah melimpahkan ke Polda Banten untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Nanti bisa lebih jelasnya ke Polda saja. Informasinya masih ada 3 orang yang masih di Pulau panaitan. Saat ini masih kita cari ketiga orang tersebut namun, karena di sana belum ada sinyal sehingga kami belum dapat komunikasi terkait hasil pencarian itu,” ujarnya.

Saat disinggung satu anggota kepolisian yang terlibat, AKBP Indra menyarankan wartawan untuk bertanya ke Polda Banten sebab saat ini sudah dilimpahkan ke Polda Banten.

“Mungkin untuk lebih lengkapnya nanti ke Polda saja karena kita sudah limpahkan ke Polda. Untuk penanganannya naik penyidikan atau sebagaimananya untuk lebih jelasnya ini tersangka atau bukan lebih baik ke Polda saja,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Humas polda Banten AKBP Edi Sumardi menambahkan, saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Banten, pihaknya akan melakukan kajian dan analisa dan akan membentuk tim khusus yang akan meneliti.

“Untuk sementara, laporan sudah di terima oleh Polda Banten, dan akan kita lakukan penyelidikan dulu terkait hal-hal yang ditemukan, saksi-saksi untuk mengumpulkan alat bukti yang cukup, insya allah nanti ada perkembangan lebih lanjut, kami akan sampaikan kepada rekan-rekan media,” jelasnya. (Aden)

0 62

DetikBantencom, Kab Pandeglang – Dewan Pimpinan Wilayah Cahaya Biru Indonesia (DPW CBI) Provinsi Banten melakukan deklarasi Dukungan Jokowi Ma’ruf Amin dan secara resmi dukungan tersebut untuk kemenangan Jokowi Ma’ruf Amin dalam pilpres 2019. Di komplek perhotelan Paradis Carita, kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (01/12/2018).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Cahaya Biru Indonesia (DPN CBI) Jonli Tangkilisan mengatakan, deklarasi dukungan Jokowi Maruf Amin ini di lakukan pihaknya ingin berikan kepada masyarakat untuk jalur 5 tahun kedepan. Menurutnya sudah banyak pembangunan 5 tahun sebelumnya, terlebih lagi saat ini Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai putra Banten.

“Kita jangan sampai salah memilih pemimpin Presiden dan wakil presiden.  Sudah selayaknya warga Banten memilih pak Ma’ruf amin, beliau seorang kiai dan ulama yang pasti jabatannya menjadi amanah,” ujarnya.

“Saya percaya dengan kita memberikan dukungan kepada pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin, maka Rakyat Indonesia menjadi sejahtera terutama Banten dan sekitarnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk perolehan suara Jokowi Ma’ruf Amin di Banten pihaknya menargetkan suara mencapai di atas 60 persen. Dengan melakukan pengawalan dalam bentuk kampanye door to door.

“Kita target di Banten diatas 60 persen, kami akan melakukan door to door rumah ke rumah, masjid ke masjid dan pesantren-pesantren,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya akan bekerjasama dengan keluarga kiai Maruf Amin untuk memberikan dukungan terutama putri bungsunya.

“Kami akan bekerja sama dengan keluarga Kiai Maruf Amin terutama putri bungsunya untuk mendekatkan kepada masyarakat Banten untuk memilih Kiai Maruf Amin menjadi Cawapres Indonesia,” pungkasnya. (Aden)

0 42

DetikBantencom, Pandeglang- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Kejaksaan Negri Pandeglang, Kamis (22/11).

Fikri Anidzar Albar selaku Ketua umum menuturkan, Pemkab Pandeglang terus menggenjot pembangunan infrastruktur disetiap lini sektor. Namun pembangunan tidak dibarengi peningkatan kualitas. Diduga ada pengurangan spesifikasi oleh pihak kontraktor, katanya.

“Pembangunan infrastruktur, yang sedang di genjot pemerintah Pandeglang, dari tahun ke tahun mengalami stagnansi kualitas. Hal ini terjadi di semua proyek pekerjaan DPUPR.& Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Komisi III Bidang Pembangunan, terlihat tak berdaya dan dungu menyikapi persoalan ini. Jika, Eksekutif (Bupati/DPUPR) & Legislatif (DPRD Komisi III) lalai. Maka, harapan terakhir bertumpu kepada Yudikatif (KEJARI),” kata Fikri.

Ia pun berharap Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), sebagai pengawas independen, dan dibentuk agar penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan dan tata kelola.& TP4D yang ada di Kejaksaan Negeri (KEJARI) seluruh Indonesia, harus mampu mengawasi seluruh kegiatan (Proyek) yang bersumber dari APBD. Sesuai dengan Intruksi Presiden (INPRES) nomor 7 tahun 2015.

“Karena hal itu, kami HMI Cabang Pandeglang menunntut TP4D, untuk, Mengawasi dan mengamankan kegiatan proyek DPUPR, dan mengeluarkan surat rekomendasi, Blacklist Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas dan nama pemiliknya, untuk tidak melakukan kegiatan jasa kontruksi di lingkungan Kabupaten Pandeglang, di tahun-tahun anggaran selanjutnya, karena gagal & jauh dari kualitas, tandasnya.

Adapun proyek pembangunan yang disikapi mahasiswa diduga terjadinya pengurangan kualitas yakni. Peningkatan Jalan Kadubungbang – Cimanuk Kecamatan Cimanuk, Peningkatan Jalan Pabuaran – Kadomas Kecamatan Kecamatan Banjar.

Peningkatan Jalan Perdana – Turus Kecamatan Patia, Peningkatan Jalan Ciburial – Cikadu Kecamatan Cibitung, Peningkatan Jalan Ciakar – Cibitung Kecamatan Munjul, Peningkatan Jalan Kampung Sabang – Kampung Bakung, Kecamatan Sukaresmi, Peningkatan Jalan Desa Kertajaya – Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur.

Peningkatan Jalan Desa Ciawi – SD Psr Gunung, Kecamatan Patia, Peningkatan Jalan Bama – Pagelaran, Peningkatan Jalan Surianeun – Cimoyan, Peningkatan Jalan Pamatang – Kampung Sabrang, Kecamatan Saketi, Peningkatan Jalan Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Peningkatan Jalan Jedangseti – Pasirgadung, Kecamatan Picung.

Peningkatan Jalan Maja – Cinunggal, Peningkatan Jalan Pandeglang – Cicadas, Peningkatan Jalan Parungkokosan – Umbulan Kecamatan Cikeusik, Peningkatan Jalan Sabi – Sukarehe Kecamatan Karangtanjung, Peningkatan Jalan Kadomas – Banjar Kecamatan Banjar, Peningkatan Jalan Desa Cikeusik Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik.

Peningkatan Jalan Sadang – Polos Kecamatan Cimanggu, Penataan Alun – Alun Menes, Peningkatan Jalan Kubang Kampil – Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi,& Peningkatan Jalan Sodong Pintu – Majau Kecamatan Saketi, Peningkatan Jalan Pasar Panimbang – Kantor Kecamatan Panimbang, Peningkatan Jalan Bulagor – Pasirkoer Kecamatan Pagelaran, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cukang Sadang – Pagelaran.

Sementara itu, Ahmad Munirudin Selaku Kordinator Lapangan mengatakan hal ini sebagai bentuk upaya pengawalan dalam pembangunan infrastruktur dikabupaten Pandeglang yang tidak sesuai dengan perencanaan, katanya.

“Kami berharap pihak Kejari harus lebih memfungsikan secara maksimal TP4D sebagai tim pengontrol infrastruktur bukan ada konspirasi didalamnya mengingat bahwa TP4D ini penting dijadikan sebagai pengawasan, tutupnya. (Awd)

0 18

DetikBantencom, Kab Pandeglang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Perry Hasanudin mengaku, akan memberikan sanksi tegas jika ada oknum pejabat yang melakukan jual-beli jabatan dalam proses penempatan kerja terhadap para pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang, khususnya di lingkup Dinas Pendidikan (Dindik), karena hal tersebut akan mengganggu terhadap kelancaran roda Pemerintahan dan akan berpengaruh pada peningkatan mutu pendidikan.

“Jika ada oknum pejabat terindikasi menjual belikan jabatan segera laporkan. Saya akan langsung tindak,” ungkap Perry Hasanudn, Sekda Pandeglang saat memberikan arahan dalam pelantikan Kepala Sekolah dan Koordinator Wilayah (Korwil) di Aula Dinas Pendidikan Pandeglang, Jumat (9/11/18).

Menurut Perry, jika penempatan para pejabat fungsional ini diawali dengan tindakan yang tidak dibenarkan, tentunya akan merusak sistem Pemerintahan dan mengganggu kinerja.

“Oleh sebab itu jika ada oknum pejabat yang menjual belikan jabatan, laporkan jangan takut. Tetapi informasinya harus objektif dan sesuai dengan fakta, jangan sampai hanya sebatas isu,” tegasnya

Ia menambahkan, Kepala sekolah sebagai manager dan supervisi, maka yang dilantik dalam kesempatan ini adalah orang-orang pilihan yang bisa mendorong kuantitas dan kualitas mutu pendidikan ke arah yang lebih baik.

“Saya berharap kepada para pejabat yang dilantik, untuk terus meningkatkan kinerja dan kedisplinan serta berinovasi. Agar ke depan dapat membawa perubahan di dunia pendidikan,” harapnya

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, Olis Solihin mengaku tidak ada jual beli jabatan terkait pelantikan ini, karena pihaknya sering menghimbau kepada aparaturnya di lingkup Dinas Pendidikan agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, seperti praktek jual beli jabatan.

“Saya pastikan tidak ada istilah jual-beli jabatan terhadap pejabat yang dilantik saat ini. Karena sebelumnya juga saya selalu memberikan himbauan kepada semua pejabat yang ada di lingkungan dinasnya,” ujar Olis

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, ada sebanyak 85 Kepala Sekolah dan 4 Korwil yang dilantik, dengan rincian 40 orang Kepala sekolah Dasar (SD), 54 SMP dan 4 orang Koordinator Wilayah.

“Saya berharap kepada Kepala Sekolah dan Korwil yang baru dilantik, agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” harapnya.(Samsul)

0 22

DetikBantencom, Kab Pandeglang – Jalan poros desa di Kampung Walang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Surakarta-Bulagor longsor hingga 4 meter dan kedalaman sekitar 7 meter, peristiwa itu terjadi Kamis (9/11/18) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Saat terjadi turun hujan yang melanda wilayah tersebut. Akibat kejadian itu, akses jalan nyaris putus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (R4) maupun roda dua (R2).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, awalnya jalan tersebut sempat amblas akibat dilintasi oleh kendaraan plant pengangkut beton, lalu pada saat turun hujan yang terjadi Kamis malam tadi, kini akses jalan yang menuju ke SDN Surakarta 1 tersebut telah longsor.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran, Tubagus Rosid mengatakan, awalnya memang jalan tersebut amblas akibat dilalui oleh kendaraan plant dan semalam saat turun hujan, akhirnya jalan di desanya telah longsor. Akibatnya jalur tersebut nyaris putus, sehingga saat ini kndisi jalan sulit untuk dilalui kendaraan.

“Panjang bangunan jalan yang longsor sekitar 4 meter dan kedalaman 7 meter. Sekarang ini kondisi jalan mulai mengecil, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (R4),” ungkapnya, Jumat (9/11/2018)

Lanjut Kades, pada saat kejadian, pihaknya juga langsung melaporkan hal itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang. Pada saat itu juga kata dia, dari pihak BPBD juga langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan longsor tersebut.

“Dari BPBD juga sudah turun ke lapangan. Namun kami meminta secepatnya ada penanganan, soapnya jalan itu aksea vital bagi masyarakat yang ada di desa saya,” katanya

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Surakarta, Alek Suryono mengaku, akibat terjadinya longsor, kondisi jalan tersebut saat cukup menghawatirkan. Sehingga kalau tidak segera ditangani hawatir ruas jalan akan putus, dan membuat masyarakat di desanya terisolir.

“Intinya kami ingin jalan yang longsor itu secepatnya ditangani. Karena kalau tidak disegerakan dipastikan akan putus. Apa lagi sekarang ini mulai memasuki musim penghujan, sehingga rawan terjadi longsor lagi,” harapnya

Dikutif dari akun facebook BPBD Pandeglang, bahwa Pusdalops-PB BPBD telah meninjau lokaso bencana longsor. Dengan laporan, A Jenis Bencana, Tanah longsor, B. Lokasi kekadian, Kampung Walang dusun Desa Surakarta Kecamatan, Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. C, Penanganan Tim TRC BPBD Kabupaten Pandeglang. D. Jumlah korban, nihil. E. Kronologis kejadian, telah terjadi hujan deras yang mengakibatkan tanah longsor membuat akses jalan penghubung Desa Surakarta dengan Desa Bulagor akses jalan terputus yang diakibatkan tanah longsor, Sehingga sejumlah masyarakat pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Tindakan yang dilakukan personil TRC yakni, melakukan monitoring ke lokasi kejadian, kordinasi dengan Aparat Desa dan membuat garis pembatas jalan. (Samsul)

0 33

DetikBantencom, Kab.Pandeglang – Optimalkan kinerja organisasi menuju kesejahteraan anggota dan masyarakat, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) gelar Rapat kerja dan pelantikan pengurus PWRI empat Kabupaten dan Kota masa baktu 2017-2022.

Bahwa kegiatan tersebut dihadiri para pengurus delapan Kabupaten Kota, pengurus PWRI DKI Jakarta, PWRI Lampung, teman-teman pensiunan dari BUMN dan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Banten.

Ketua Pelaksana T. Jaka. Roseno mengatakan, Rapat kerja PWRI di Pandeglang ini merupakan perwujudan dari mekanisme organisasi yang diperoleh dari kegiatan program kerja tahunab sebelumnya, PWRI perlu merumuskan dan merancangkan langkah-langkah kerja yang akan dilaksanakan agar PWRI dapet mewujudkan visi dan misi dalam mencapai tujuan.

“Maksud tujuan ini juga PWRI bisa mewujudkan organisasi yang kuat dan mandiri sebagai wadah bagi seluruh purna bhakti pegawai negeri sipil yang berdayaguna dan berhasil guna serta berperan aktif dalam melaksanakan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan anggita dan keluarganya,” ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (23/10/2018).

Ia melanjutkan, sebagaimana telah diatur dalam anggaran Dasar (AD) PWRI nomer 05/TAP/MUNAS/XIII/2016 tentang penyempurnaan dan perubahan anggaran dasar PWRI Bab XIII musyarawah dan rapat bahwa poinnya pengurus PWRI Provinsi Banten melaksanakan rapat kerja sesuai dengan ARTnya.

“Dari itu juga kegiatan ini dengan tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja berdasarkan program umun PWRI lima tahun yang sedanf berjalan, pembahasanan keputusan musyawarah PWRI Provinsi Banten dalam hal-hal yang bermanfaat bagi organisasi dan anggota mengingat situasi dan kondisi pengurus PWRI masa bhakti sebelumnya mengalami kefakuman maka dalam penyelenggaraan ini kami perlu merymuskan kembali program kerja lima tahun yang akan datang sebagai acuan dalam melaksanakan roda organisasi agar mempunyai arahan dan tujuan yang jalas,” pungkasnya. (Dam/Lee)

0 142

DetikBantencom, Kab. Pandeglang – Angin puting beliung melanda di pandeglang, sejumlah pohon di sekitar Alun-alun Kota Pandeglang roboh. Bahkan, dua buah pohon berukuran besar yang terletak di depan cafe dapur ibu, menimpa satu unit mobil berwarna kuning dan satu unit sepeda motor honda beat nomor polisi A 5169 RA.

Selain menumbangkan, lima pohon, angin juga menumbangkan auning dan tiang basketball di sekitar alun-alun. Bahkan, ada juga warung dan rumah mengalami roboh di daerah Kadu Banen dan Ciekek.

“Kalau pohon tumbang sudah kita lakukan penanganan, kalau untuk rumah dan warung kami belum tau pasti, karena baru info, dan belum di pastikan,” kata Kepala BPBD Pandeglang, Asep Rahmat.

Namun, Asep belum mengetahui pasti apakah ada korban atau tidak dalam peristiwa tersebut.

“Karena kejadiannya baru beberapa menit, kami belum tau pasti ada korban atau tidak, kerugiannya juga belum kami hitung,” jelasnya. (Aden)

0 94

DetikBantencom, Pandeglang – Saroh (9) warga Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang harus menahan sakit karena menderita tumor di bagian pantatnya. Dengan usia 9 tahun, saroh seharusnya bisa  sekolah dan bermain seperti teman-temannya.

Informasi yang diperoleh DetikBantencom, Saroh merupakan anak yatim. Ayah dan ibunya sudah meninggal dunia sejak lahir. Oleh sebab itu Saroh tak bisa membiayai pengobatan terhadap tumor yang menggerogotinya.

Salah satu relawan yang peduli Nurjaya Ibo menuturkan benjolan sudah dirasakan Saroh sejak umur 2 bulan. Namun sejak 3 tahun terakhir benjolan mulai bertambah besar.

“Saroh ini anak yatim piatu diasuh oleh bapak Dulgani dan Ibu Sawati sejak masih bayi,” ujarnya kepada DetikBantencom, Jumat (5/10/2018).

Sselama proses pengobatan, lanjutnya, Saroh tinggal sementara di rumahnya di Kota Serang untuk meminimalisir biaya. Sebab untuk berangkat ke Serang sendiri menggunakan swadaya dari masyarakat.

“Sudah empat hari ini tinggal di Serang, saat ini Saroh Serang persiapan operasi di RSUD Banten sebab di RSUD Berkah Pandeglang kurang fasilitasnya,” katanya.

Nurjaya pun berharap untuk meringankan beban Saroh ada uluran tangan dermawan yang siap membantu.

“Donasi Bisa di salurkan melalui rek. BNI 0348956222 a/n Nurjaya mohon kasih angka 7 saat transfer untuk mempermudah verifikasi contoh Rp. 100.007. untuk info bisa hubunhi 0838 7427 1281 terimakasih,” jelasnya. (Aden)

0 122

DetikBantencom, Pandeglang – Mobil Minibus Milik Dinas Kominfo Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten bernomor polisi A 1431 ringsek, setelah menabrak badan truk dari arah berlawanan di jalan AMD lintas Timur Pagadungan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (02/10/2018).

Menurut saksi mata warga sekitar Oman menjelaskan, mobil minibus dari arah Serang menuju Rangkasbitung, setibanya di jalan AMD lintas timur, ban depan bagian mobil pecah sehingga terpelanting dan menanbrak truk dark arah berlawanan.

“Akibatnya dua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami rusak parah bagian depan minibus rusak, sedangkan badan truk ringsek setelah dihantam keras oleh minibus,” ujarnya.

Beruntung ketiga penumpang, lanjut Oman, yang menggunakan seragam pegawai negeri berhasil selamat dan meninggalkan kendaraan dengan menggunakan kendaraan lainnya.

“Tiga penumpang selamat, karena panik, mereka meninggalkan mobil, dan pergi menggunakan kendaraan lainnya,” jelasnya.

Sementara, kondisi minibus yang ringsek akibat benturan keras membuat warga sekitar kesulitan untuk memindahkan kendaraan ke tepi jalan. Agar tidak menganggu aktifitas pengguna kendaraan lain. (Aden)

0 92

DetikBanten.com, Kab. Pandeglang – Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73, Keluarga Besar Mathla’ul Anwar menggelar Konvoi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Jum’at – Sabtu (17-18/08).

Konvoi digelar selepas Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan alun-alun Menes. Kemudian Peserta Konvoi mulai bergerak beriringan menuju Labuan, sholat jumat di Mesjid Teluk Labuan dan berakhir di lapangan SMPN 1 Cibaliung sekaligus nobar layar tancap film Perjuangan.

Ketua Pelaksana Ahmad Qusaeri menyampaikan, bahwa Mathla’ul Anwar yang lahir pada 1916 M sebagai slahsatu organisasi ke-Islaman di tanah air yang berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Salahsatu agenda dalam momentum ini dengan diselenggarakannya Konvoi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di gagas oleh Pandu Cahaya Islam (PCI MA) Pusat yang melibatkan seluruh KBMA yang berada di bawah naungan Perguruan MA pusat Menes, mulai dari perwakilan MI MA, MTs MA, MAS MA, SMA MQ, UNMA Banten dan PDMA.

“Konvoi yang digagas oleh PCI MA Pusat melibatkan seluruh Keluarga Besar MA dibawah naungan Perguruan MA Pusat ini, sebagai wujud rasa syukur atas Kemerdekaan sekaligus menumbuhkan semangat NKRI kepada masyarakat.” Tuturnya kepada redaksi.

Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-73, lanjut Qusaeri, merupakan momentum kemenangan Bangsa Indonesia, khususnya Umat Islam. Dalam proses merebut kemerdekaan, peran umat Islam sangat vital.

“Hadirnya Tokoh-Tokoh Muslim dengan ormas Islamnya mampu mempercepat kemerdekaan Indonesia,” lanjutnya.

Turut hadir mengikuti Konvoi Wakil Sekretaris PDMA Pandeglang, Bapak Mu’amar, beliau mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini adalah syiar kebangsaan dan wujud cinta Tanah Air” Tegasnya.

Ketua Umum PBMA KH.Sadeli Karim, Lc.MA yang saat ini sedang berada di Tanah Suci sebagai Anggota Amirul Hajj, juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya sebagai Warga Indondanesia.

“Kita bangga menjadi bagian Rakyat Indonesia dan bersyukur atas Kemerdekan RI yg ke 73” Tandanya melalui rekaman audio WhatsApp kepada redaksi. (ROBY/Red)

RANDOM POSTS

0 9
DetikBantencom, Kota Serang - Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio menyatakan, setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sendiri yang unik. Tak terkecuali...
error: Content is protected !!