Selasa, Desember 4, 2018
Kabupaten Serang

0 43

DetikBantencom, Kab Serang – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio  didampingi pihak Puskesmas Kecamatan Cikeusal mengunjungi sekaligus memberikan santunan terhadap dua penderita HIV/AIDS di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu (1/12/2018). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari HIV Aids Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

Dua penderita HIV/AIDS yang dikunjungi yakni Ratu Asnawiah (60), warga Desa Sukaratu yang sudah hampir dua tahun diketahui menderita HIV/AIDS dan Sukardi (34), warga Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal yang baru beberapa bulan terakhir diketahui terjangkit virus yang sama.

Pada kunjungan itu, Ichsan Soelistio memberikan dukungan moral kepada penderita HIV/AIDS untuk tetap semangat berjuang dalam melawan penyakitnya. Selain itu, Ratu Asnawiah yang sudah terbaring dibantu untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten untuk mendapatkan perawatan. “Penderita HIV/AIDS bukan musuh untuk dijauhi, justru kita harus bisa memberikan semangat kepada mereka untuk terus berjuang melawan penyakitnya,” kata Ichsan dilokasi kunjungan.

Ia berpesan kepada keluarga penderita untuk tetap terus memberikan motivasi kepada mereka. Selain, itu ia juga mengajak masyarakat untuk bisa mencegah penyebaran penyakit tersebut. “Penyakit ini kan sulit untuk disembuhkan, maka mencegahnya untuk tidak terdamapak akan lebih mudah,” paparnya.

Sementara itu, putri dari Ratu Asnawiah, Fentiwati mengucapkan rasa terimakasihnya atas doa dan bantuan yang diberikan. Ia juga mengaku bersyukur ada anggota legislatif yang peduli terhadap penderita HIV/AIDS. “Buat bapak nya terimakasih sudah datang, terimaksih atas kunjungan dan bantuannya. Mudah-mudahan bisa dibalas dengan yang setimpal,” jelasnya.

Diketahui, pada tahun 2017 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 5.397 warga terjangkit virus HIV/AIDS selama tahun 2017. Dimana 533 orang diantaranya meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Berdasarkan data, pengidap HIV tertinggi di Banten Kabupaten Tangerang, sebanyak 1073, Kota Tangerang 890, Kabupaten Serang 529, Kota Cilegon 373, Kota Tangsel 328, Lebak 128, Kota Serang 112 dan Pandeglang 93. (Aden)

0 20

DetikBantencom, Kab Serang – Petugas Unit Reskrim Polsek Cikande menangkap tiga pelaku pencurian Bermotor Spesialis parkiran di sekitar Bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang. Satu pelaku yang identitas sudah diketahui lolos dari kepungan dan kini masih dalam pengejaran petugas.

Ketiga tersangka yakni inisial  JD alias Yusuf (19), IE (26) dan YS (15), mereka warga Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Dari ketiga tersangka ini petugas berhasil mengamankan barang bukti motor Honda Beat A 3456 HJ, Honda Scoopy B 6537 GHS, Honda Beat B 4193 TUM dan Honda Supra X 125 B 4442 NM.

Kapolsek Cikande Kompol Kosasih mengatakan, pengungkapan kasus yang dinilainya terbilang cepat ini bermula dari laporan santri Ponpes Al Mu’awanah bernama Muhammad Uu Jamaludin, 31, atas raibnya motor Honda Beat A 3456 HJ miliknya yang terparkir di halaman rumahnya di Kampung Kebon Jeruk, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada Minggu (25/11/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

“Korban datang ke mapolsek sekitar pukul 20.00 melaporkan peristiwa pencurian motor miliknya,” kata Kapolsek saat menggelar ekspose di Mapolsek Cikande, Kamis (29/11/2018).

Kapolsek menjelaskan, berbekal informasi korban, tim reskrim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan motor bergerak ke arah Kecamatan Pamarayan. Mengetahui keberadaan sasarannya, pengejarapun dilakukan dan para pelaku diketahui berada di sekitaran Bendungan Pamarayan.

“Dalam penyergapan ada 4 orang yang dicurigai sebagai pelaku curanmor. Saat dilakukan penangkapan para tersangka berusaha melarikan diri meninggalkan motor yang mereka gunakan. Satu tersangka bernama Yogi berhasil ditangkap setelah bagian kakinya terkena tembakan,” terang Kapolsek didampingi Wakapolsek AKP Atip Ruhyaman dan Panit Reskrim Ipda Dadang Saefullah.

Warga yang mengetahui penangkapan itu, lanjut Kapolsek, berupaya membantu petugas mencari tiga pelaku lainnya yang kabur. Sekitar 2 jam melakukan pencarian, petugas berhasil menemukan ketiga tersangka ketika bersembunyi di rumah kosong. Saat akan ditangkap, para tersangka kembali berusaha melarikan diri. Karena tembakan peringatan tidak diindahkan, petugas kembali melakukan tindakan tegas.

“Tersangka Irwan dan Junaidi berhasil ditangkap setelah bagian kakinya dilumpuhkan dengan timah panas namun satu pelaku bernama Januar berhasil lolos dan masih kita cari,” tegas Kapolsek.

Dalam pemeriksaan, dua tersangka mengakui sudah 16 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Kabupaten Serang dan Tangerang. Sementara satu tersangka bernama Yogi mengakui 5 kali ikut melakukan curanmor dan masih dalam tahap belajar dari seniornya.

“Tersangka Yogi masih tahap belajar dan mengaku 5 kali ikut untuk melihat cara rekannya mencuri motor. Dalam aksinya, para tersangka bisa mendapatkan 2 motor dalam sekali aksi,” terang Kapolsek. (Aden)

0 23

DetikBantencom, Kab Serang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Ciruas berhasil mengamankan 1 (satu) orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di wilayah hukum Polsek Ciruas.

Kapolsek Ciruas Kompol P. Winoto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 November 2018 sekira pukul 04.45 WIB, saat itu, warga Taman Ciruas Permai melaporkan kendaraan roda dua miliknya telah dicuri.

“Kendaran korban dipasang GPS yang masih aktif, sehingga saat itu kita langsung lakukan pengejaran dan Alhamdulillah pukul 07.30 WIB ada hari itu juga kita temukan kendaraan tersebut di Mengger, Pandeglang,” ujar Kapolsek saat Ekpose di Mapolsek Ciruas, Rabu (28/11/2018).

Kapolsek menjelaskan, saat di lokasi tersebut, pihaknya juga menemukan 4 unit kendaraan roda dua lainnya, yang merupakan milik korban curanmor dari Taman Ciruas Permai, Desa Palawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

“Dari 3 orang pelaku, yang berhasil ditangkap baru satu orang dengan inisial O, yang dua lagi kabur dan masih kita kembangkan,” jelasnya.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, modus operandi yang dilakukan korban adalah dengan menggunakan kunci letter T.

“Kita juga menemukan 1 paket kunci T untuk membobol kunci motor korban,” jelasnya.

“Kendaraan tersebut langsung di serahkan kepada pemiliknya, sesuai dengan identitas kendaraaannya, seperti hari ini, ada salah satu motor beat kita langsung serahkan kepada pemiliknya,” tambahnya.

Ditempat yang sama Warga Taman Ciruas Permai Andy Suhandi mengucapkan terima kasih kepada jajaran polsek ciruas, motor yang sempat hilang ditemukannya kembali dalam kondisi utuh.

“Saya Bersyukur Alhamdulillah, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek beserta jajarannya, Motor saya bisa kembali lagi,” ucapnya

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.(Aden)

0 72

DetikBantencom, Kab Serang – Banyaknya tumpukan sampah ketika melewati jalan raya Palima Cinangka (Palka) di sekitar kampung Baruan, kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga bagi orang yang melewati jalan tersebut menyebarkan aroma bau yang tidak sedap.

Warga sekitar saleh (70) mengatakan, tumpukan sampah tersebut tidak enak di pandang, apa lagi menimbulkan bau yang tidak sedap

“Kalo pengendara lewat, menimbulkan bau yang tidak sedap,” ujarnya, Rabu (28/11/2018)

Menurut keterangan Saleh, banyak orang yang membuang sampah sembarangan, banyak kendaraan yang melintas baik motor maupun mobil membuang sampah dilokasi tersebut.

“Orang yang buang sampah di situ, dari mana-mana, ada yang pake mobil atau motor. Sering saya lihat pagi dan sore,” terangnya.

Sementara itu, dihubungi lewat telefon Kabid Kebersihan Persampahan Kabupaten Serang Toto Mujianto menjelaskan, pada tahun 2018 ini pengolahan sampah pelimpahan kewenangan bupati sudah dilimpahkan kepada masing-masing kecamatan seperti Cikande, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Anyer dan Cinangka sudah, termasuk di kecamatan Pabuaran.

“Jadi dari mulai anggaran, personil, kendaraan, semua sudah dilimpahkan ke tiap masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Adanya penumpukan sampah di tempat tersebut, lanjut Toto, pihaknya akan kordinasi dengan UPT serang barat, untuk segera di angkut, dan dibuang.

“Selama ini, kita harus menyelesaikan banyak sampah-sampah liar bukan hanya di situ saja, pagi di bersihan sore sudah menumpuk lagi. Kalo sudah ada laporan kaya gini, hari ini kita angkut kalo ga hari ini mungkin besok pagi,” tutupnya. (Aden)

0 12

DetikBantencom, Kab Serang – Pengurus Cabang dan Ranting Bhayangkari Polres Serang menggelar lomba cerdas cermat. Lomba cerdas cermat yang dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Serang, Widya Indra Gunawan ini digelar di Aula II Mapolres Serang, Jumat (24/11/2018).

Ketua Bhayangkari Cabang Serang, Widya Indra Gunawan mengatakan, lomba cerdas cermat ini merupakan bagian dari pertemuan rutin yang bertujuan mengasah wawasan, dan juga sebagai ajang silaturahmi dalam mempererat tali persaudaraan sesama anggota Bhayangkari.

“Dalam lomba cerdas cermat ini, Pengurus Bhayangkari memberikan soal dengan materi seputar organisasi dan pengetahuan umum, diantaranya nama-nama pahlawan. Untuk menjawab pertanyaan, para istri polisi ini beradu cepat mengangkat tangan.

Karena seluruh pertanyaan, lanjut Widya menambahkan, dianggap mudah, sebagian besar anggota Bhayangkari yang hadir mengangkat tangan, namun yang diberi kesempatan menjawab adalah yang tercepat.

“Setiap anggota juga diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan lainnya. Bagi anggota yang berhasil menjawab langsung diberikan hadiah, sedangkan yang banyak menjawab pertanyaan diberikan hadiah lainnya,” jelasnya.

Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba cerdas cermat yang langsung diberikan oleh ibu Ketua Bhayangkari Cabang Serang. (Aden)

0 13

DetikBantencom, Kab Serang – Ratusan orang mengamuk di Kantor KPU. Mereka menyerang dan memukuli petugas dengan menggunakan bambu dan kayu serta melempari ke arah petugas yang berjaga dengan menggunakan benda-benda tumpul. Kejadian itu terjadi dalam simulasi yang digelar oleh jajaran Polres Serang kabupaten mengantisipasi huru-hara dalam Pemilu 2019 mendatang, di Mapolres Serang, Kamis (22/11/2018).

Dalam simulasi diperagakan, ratusan orang mendatangi TPS dan Kantor KPU, sambil membawa spanduk bertuliskan kekecewaannya hasil pemilu 2019. Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilihan dilakukan ulang.

Namun, sesaat kemudian suasana nampak mulai memanas. Aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung tertib, tiba-tiba berubah mencekam, masa pengunjuk rasa mulai melempari petugas yang berjaga.

Sesaat kemudian para pendemonstran pun mulai merangksek masuk sambil mengacung-acungkan kayu dan bambu yang mereka bawa. Melihat aksi tersebut, polisi mulai mengerahkan pasukannya yang lain dari arah belakang dengan menggunakan tameng. aksi saling pukul tidak terhindarkan saat itu.

Melihat suasana semakin tidak kondusip, polisi mulai menerjunkan pasukan lainnya, lengkap dengan kendaraan anti huru-hara dan water canon agar masa pengunjuk rasa bisa dipukul mundur. Aksi kejar-kejaran tidak terhindarkan agar konsentrasi masa terpecah dengan menggunaan kendaraan roda dua.

Meski begitu, para pendemonstran belum juga mau bubar, hingga akhirnya polisi terpaksa harus megamankan sejumlah orang yang menjadi provokasi dalam kejadian itu.

Kapolres Serang Kabupaten AKBP Indra Gunawan mengatakan, kegiatan simulasi sengaja dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatunya yang bisa terjadi pada Pemilu 2019 yang akan datang.

Menurut Indra, meski pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 masih jauh, namun hal itu sangat penting dilakukan simulasi agar jajarannya lebih siap, khususnya dalam penggunaan alat-alat penanganan demonstrasi, termasuk dalam menentukan langkah-/angkah selanjutnya, ketika kondisi unjuk rasa mulai dirasa kian meningkat tensinya.

“Latihan simulasi ini sangat penting, tidak hanya mengingatkan kembali mengenai cara-cara menggunakan peralatan yang ada. Namun, lebih dari itu, agar personil di lapangan bisa lebih siap dan bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya ketika aksi unjuk rasa mulai dirasa kian meningkat tensinya. Kapan masih dalam kondisi hijau, kuning dan kapan sudah mulai merah,” kata Kapolres.

Selain itu, lanjut Indra, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh personilnya agar selalu siap dalam mengantisipasi kerusuhan.

“Jadi kedepan, simulasinya bisa ditambah lagi, baik jumlah masanya dan peralatan lainnya. Karena aksi sebenarnya bisa saja lebih besar dibandingakan yang ini,” tutup Indra. (Aden)

0 31

DetikBantencom, Kab Serang – Setelah berhasil membangun 6 (enam) rumah, Indah Kiat Serang kembali meresmikan 2 (dua) Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) milik Bariah dan Saprudin. Di Kampung Cisereh, Desa Kragilan, Kabupaten Serang. Rabu (21/11/2018).

Kepala CSR IKPP Serang Dani Kusuma menuturkan, program ini merupakan bentuk dukungan Indah Kiat Serang yang tergabung dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kabupaten Serang kepada program pemerintah untuk memberikan rumah yang layak bagi masyarakat Kabupaten Serang.

Dani mengatakan, setiap orang memerlukan tempat tinggal untuk bertahan hidup. Namun sayangnya tak semua memiliki kebutuhan rumah tersebut, bahkan masih banyak orang-orang yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) terutama di daerah-daerah terpencil.

“Khusus di Kabupaten Serang sendiri ada sekitar 12.733 rumah yang tak layak untuk ditempati sehingga perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah. Pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Serang telah mengeluarkan wacana program Bedah RUTILAHU dan mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan di Kabupaten Serang,” kata Dani, Rabu (21/11/2018).

“Salah satunya adalah Indah Kiat Serang yang turut membantu melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kabupaten Serang untuk memberikan bantuan ini,” tambahnya.

Peresmian berlangsung dengan lancar dan berbahagia. Lanjut Dani, Para anggota keluarga penerima bantuan turut menyaksikan pemberian simbolis berbentuk kunci sebagai tanda bahwa rumah resmi dan layak untuk ditempati. Beberapa perwakilan Manajemen Indah Kiat Serang hadir untuk meresmikan Rutilahu.

“Begitu juga dengan Muspika dan Masyarakat Kragilan sekitar yang turut berkontribusi dalam pembangunan Rutilahu yang dikerjakan selama 11 hari,” paparnya.

Dani menjelaskan, total bantuan bedah Rutilahu pada tahun 2018 ini sebanyak 10 (sepuluh) rumah dan sekarang telah menyelesaikan 8 (delapan) rumah. Tentu bukanlah angka yang besar, namun demikian, Indah Kiat Serang terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat terutama di Kabupaten Serang secara konsisten dan berkesinambungan.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, masyarakat dapat terbantu dan terpenuhi akan kebutuhan papan yang selama ini belum diterima,” jelasnya. (Aden)

0 126

DetikBantencom, Kab Serang – Ratusan orang para pemilik Golok Ciomas Banten berkumpul melakukan ritual Golok Ciomas Banten (Gociba). Ritual tersebut dilaksanakan khusus pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya di Kampung Cibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (20/11/2018).

Mereka untuk mengikuti ritual terhadap Golok Ciomas yang dikenal sebagai senjata tradisional khas Banten. Konon, karena keistimewannya, Golok Ciomas adalah bukan sembarang golok. Sehingga salah satu ritualnya yaitu dimandikan dengan kembang tujuh rupa.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Potensi SDM Daerah (LP3SDMD) Banten, Oman Solihin menjelaskan, ritual lain yang dilakukan pemilik Golok Ciomas adalah puasa dan pembacaan doa-doa khusus atau tawasulan. Setelah itu, golok itu dioles dengan Palu si Denok, yang menurut sejarah, palu tersebut pemberian dari salah satu Sultan Banten.

“Zaman Dulu (Golok Ciomas-red) dibuat oleh seseorang yang disebut Ki Gede, satria lanang jagat atau orang perkasa yang diberi amanat untuk menjaga seorang bayi, yang orang lain tidak sanggup. Dia dibekali dengan palu Si Denok dari Sultan, palu itu yang kita oleskan ke Golok Ciomas, jadi ada kaitan sejarahnya dengan sultan,” kata Oman.

“Sebetulnya kata orang itu bebersih, sebagai simbol saja. Itu berdasarkan kegiatan para leluhur dulu, kita hanya melaksanakan tuntunannya saja,” tambahnya.

Ia mengatakan, meski sebagai senjata tradisional khas Banten, pemilik Golok Ciomas berasal dari berbagai daerah luar Provinsi Banten, bahkan ada yang di luar negeri.

“Kalau datang semua, kayaknya di tempat ini tidak cukup,” ucapnya.

Dikatakannya, para pemilik Golok Ciomas mempunyai ikatan emosional yang kuat. Terlebih bagi mereka yang rutin mengikuti ritual. Sebab inti dari kegiatan tersebut adalah silaturahmi antar pemilik Golok Ciomas.

“Intinya silaturahim, dari yang tidak kenal, jadi kenal,” ucapnya.

Ke depan, kegiatan ritual Golok Ciomas ini akan dijadikan daya tarik wisata. Para pemilik Golok Ciomas akan mendorong perhatian pemerintah agar budaya ini dilestarikan. “Kalau (kegiatan saat ini) kan swadaya masyarakat saja,” kata Oman.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Seni Golok Indonesia (SGI), Ainur Rofiq Lil Firdaus alias Opick yang hadir pada saat itu merasa bangga. Ia juga senang bisa hadir di kampung yang menjadi pusat pembuatan Golok Ciomas tersebut.

“Menurut saya, ini sangat positif, kita dikenalkan dengan pekerjaan orang tua kita masa lalu. Kalau di Jawa ada keris, Jawa Barat, khususnya di Banten ini ada Golok Ciomas,” kata Opik.

Ia pun berharap Golok Ciomas bisa didaftarkan ke UNESCO sebagai bahan warisan dunia dari Indonesia.

“Saya berharap, Golok Ciomas Banten ini, kita akan jadikan bahan yang diajukan ke UNESCO sebagai bahan warisan dunia, ini ikhtiar kita,” harapnya. (Aden)

0 26

DetikBantencom, Kabupaten Serang – Rabu (07/11) sekitar Pukul 19.00 WIB, telah terjadi kecelakaan tunggal di Jl. Palka Km 30, depan kantor Desa Batukuwung.

Kecelakaan tersebut diakibatkan jalan tertutup lumpur longsoran dari jalur proyek geothermal yang terdapat di Desa Batukuwung, korban yang mengendarai Toyota Rush A 1104 KR Bapak Kapten Purn Badri, warga Kp Sadatani Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Beserta Istri dan 4 orang keluarganya.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya istri korban mengalami memar dibagian kepala.

Untuk saat ini Kapten Purn Badri beserta keluarga dibawa berobat ke Rumah Sakit Kencana Serang, sementara kendaraan korban di titipkan di koramil 0213 Kecamatan Padarincang.

Menurut saksi, Apip (29) kendaraan yang dikendarai oleh korban tesebut tergelincir akibat lincinnya jalan. “Mobil dari arah Serang ke Cinangka, kepeleset di depan kantor Desa Batukuwung karena jalannya ketutup lumpur,” terangnya.

Lanjut apip, lumpur tersebut merupakan material tanah akses jalan proyek geothermal yang ada di Kp. Wangun yang turun ke jalan raya akibat hujan siang tadi.

“Lumpurnya dari akses jalan masuk geothermal, urukan tanahnya itu, karena tadi siang hujan jadi tanahnya pada ke jalan raya, emang setiap hujan selalu gini. makanya masyarakat meminta kepada pihak berwenang untuk melakukan penghijauan dan mengembalikan kelestarian hutan yang sudah dirusak oleh perusahaan” tuturnya. (Awd)

0 31

DetikBantencom, Kab Serang – Seorang Pemuda inisial RY (25) Warga Kecamatan Petir, Kabupaten Serang di amankan petugas tim cyber Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polres Serang.

Tersangka yang berprofesi sebagai pekerja konveksi ini, ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian atau permusuhan terhadap salah satu tokoh ulama di Kabupaten Serang melalui media sosial (medsos) facebook.

“Tersangka diamankan di rumah kontrakannya di daerah Tambora, Jakarta Barat pada Sabtu (3/11/2018) malam oleh Tim Cyber Tipidsus beberapa saat setelah menerima laporan dari santri,” kata Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan kepada awak media saat ekspose di gedung Satreskrim Polres Serang, Rabu (7/11/2018).

Diceritakan Kapolres, tersangka diduga sebagai pelaku yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau golongan masyarakat tertentu berdasarkan atas unsur SARA. Ujaran kebencian yang tidak pantas ini diposting pada 31 Oktober kemarin.

“Ada beberapa ujaran kebencian yang diposting tersangka melalui akun facebook miliknya bernama Cinu Papeda Papeda pada akhir Oktober lalu,” terang Kapolres didampingi Kasatreskrim, AKP David Chandra Babega dan Iptu Shilton.

Tersangka diamankan, lanjut Kapolres, setelah petugas Polsek Petir menerima laporan dari sejumlah santri pada Jumat (2/11/2018). Berbekal dari laporan tersebut petugas Polsek Petir dibantu Unit Cyber Tipidsus langsung bergerak cepat mendatangi rumah Ruyani. Namun pada saat tiba di rumah yang dituju, ternyata tersangka tidak berada di rumah.

“Dari informasi pihak keluarga, Ruyani berada Jakarta. Setelah mendapatkan lokasi tempat tinggalnya, petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka di rumah kontrakannya di daerah Tambora,” jelasnya.

Terkait motif dibalik postingan tersebut, Kapolres menjelaskan, tersangka Ruyani mengaku kesal lantaran kerap mengalami sakit kepala karena dibayang-bayangi makhluk ghoib yang wajahnya menyerupai tokoh ulama tersebut. Tersangka, menurut Kapolres pernah datang ke ponpes namun tidak bertemu MN. Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendalaman apakah ada motif lain dibalik postingan tersebut.

“Dari keterangan awal, motifnya dilandasi kekesalan karena kerap diganggu mahkluk ghoib yang menyerupai wajah MN, tapi kita akan perdalam. Kami juga akan meminta bantuan tim dokter untuk memeriksa kondisi kejiwaan Ruyani,” paparnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 45 A (2) ayat dua Jo 45 (3) UU RI No 19 Th 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Th 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial. Saring dan sharing setiap informasi yang didapat. Apabila ingin mengomentari, lebih baik difikirkan terlebih dahulu karena apa yang kita komen di media sosial bisa saja merugikan orang lain. (Aden)

RANDOM POSTS

0 9
DetikBantencom, Kota Serang - Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio menyatakan, setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sendiri yang unik. Tak terkecuali...
error: Content is protected !!