Kamis, Februari 21, 2019
Kota Cilegon

    0 29
    Susana saat aksi unjuk rasa Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) di depan Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (20/2).

    DetikBantencom, Kota Cilegon – Baru saja dilantik oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, Walikota Cilegon definitif, Edi Ariadi langsung disambut aksi unjuk rasa dan mendapatakan kritikan tajam oleh Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) di depan Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (20/2).

    Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan ketika sedang berlangsungnya Rapat Paripurna penetapan Edi Ariadi sebagai Walikota Cilegon di Gedung DPRD Kota Cilegon.

    Ketua Umum IMC Rizki Putra Sandika mengatakan akan mengawal kebijakan walikota yang baru dilantik dengan sisa jabatan 2019-2021 terkait dengan pembangunan di Kota Cilegon.

    “Walikota baru kabar suka apa duka.?. Karena melihat kondisi hari ini, usia walikota yang baru, usianya yang cukup tua. Kita mahasiswa menginginkan ketegasan dan keberanian walikota yang baru,” katanya kepada awak media disela unjuk rasa, Rabu (20/2).

    Lebih lanjut, Rizki mengungkapkan bahwa saat ini birokrasi di pemerintahan Kota Cilegon bermasalah dengan banyaknya pejabat yang rangkap jabatan.

    “Kami melihat Kota Cilegon carut-marut secara birokrasi. Kita menginginkan adanya birokrasi reformasi lalu kemudian kita menginginkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah dicanangkan ini, sehingga mampu dijalankan. Tidak hanya halusinasi belaka,” jelasnya.

    Kemudian yang disoroti, lanjut Rizki yang harus dilaksanakan oleh walikota baru adalah banyaknya industri akan tetapi banyak pengangguran di Kota Cilegon.

    “Kita menyoroti penganggurannya, masa kota industri seperti ini. Kota industri tapi banyak yang tidak bisa makan,” ujarnya.

    Rizki menambahkan dengan adaanya walikota baru pihaknya berharap bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

    “Ini yang kemudian ikatan mahasiswa Cilegon sebagai resprensentatif rakyat Cilegon untuk menyuarakan itu. Artinya bahwa ingin mengajak walikota Cilegon untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan kita ingin membuat fakta integritas. Satu lagi yang jadi perhatian yaitu soal walikota Cilegon yang sudah dua kali melakukan tindak pidana korupsi maka kita tidak menginginkan terjadi lagi korupsi oleh walikota yang baru dilantik ini,” paparnya.

    Sementara itu, Ketua Umum Kedutaan Besar UIN Smh Banten, Maulana dalam orasinya mengatakan siap mengawasi roda pemerintahan Kota Cilegon.

    “Karena telah kita ketahui sebelumnya dua kepemimpinan tersandung kasus korupsi,” ujarnya.

    Ia menambahkan belum terlaksananya program RPJMD saat ini.

    “Ditengah-tengah kota industri, faktanya masih banyak warga yang miskin. Kami menuntut kepada walikota baru lebih memperhatikan warganya, jangan sampai ditengah industri banyak kemiskinan dan pengangguran,” tandasnya. (lux/red)

      0 27

      DetikBantencom, Kota Cilegon – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Tanjakan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Prapatan Krenceng-Mancak atau tepatnya di Lingkungan Lebak Kelapa, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil.

      Sebuah truk jenis tronton pengangkut Hable terbalik dan muatannya menutupi sebagian ruas jalan di Tanjakan Maut tersebut, Rabu (20/2).

      Menurut keterangan dari warga setempat, Yudi mengatakan kejadian itu diduga akibat truk tersebut tidak kuat menanjak saat melintas dari arah PCI menuju Ciwandan.

      “Tadi pagi kejadiannya, truk itu nggak kuat nanjak, mundur nabrak trotoar terus terbalik,” papar Yudi kepada awak media, Rabu (20/2).

      Ia menambahkan kemungkinan sopir belum memahami medan jalan tersebut.

      “Mungkin karena tanjakannya terlalu tinggi atau sopir truk nggak memahami kondisi truk dan kapasitas muatan,” ujarnya.

      Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut,namun tumpahnya Hable muatan truk ke jalan membuat ruas JLS dari arah PCI ke Ciwandan di kawasan tersebut, ditutup sementara dan dialihkan ke ruas disebelahnya hingga evakuasi truk tersebut dilakukan.

      “Jalan ditutup sebelah, karena jalan ketutup Hable, kalau motor masih bisa lewat, mobil harus lewat disebelahnya,” jelasnya.

      Sementara itu,  Kapolsek Ciwandan Kompol Idrus saat dihubungi melalui sambungan teleponennya  membenarkan kejadian tersebut.

      “Ia benar terjadi kecelakaan, saat ini sedang proses evakuasi,” singkatnya. (lux/red)

        0 21
        Suasana pasca banjir bandang di perumahan BCA, Kelurahan Bagendung, Kecamatan, Cilegon, Kota Cilegon, Senin (18/2). (lux/DetikBantencom)

        DetikBantencom, Kota Cilegon – Banjir bandang yang diduga akibat jebolnya penampungan air bekas galian C di Perumahan Bumi Cilegon Asri (BCA) milik PT Bahana Semesta Adinusantara yang berada di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Senin (18/2) pagi membuat panik warga sekitar.

        Meski banjir bandang berlangsung tidak lama, namun warga khawatir kejadian serupa bakal terulang. Pasalnya, banjir ditengarai juga terjadi akibat bukit-bukit di sekitar lokasi perumahan telah dibabat. Ketiadaan bukit yang merupakan daerah resapan air ini membuat air hujan sulit tertampung.

        Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 7.30 WIB. Diduga penyebab jebolnya tanggul, tidak kuat menampung debit air akibat hujan yang mengguyur semalaman.

        Atas kejadian ini, warga setempat, Weli meminta pemerintah dalam hal ini aparat dan instansi terkait untuk mencermati Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Perumahan BCA. “Pihak Kelurahan Bagendung dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon tolong ini diperhatikan,” katanya.

        Sementara itu,  Kepala Seksi (Kasie) Tanggap Darurat Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Ahmad Mafruh mengatakan, banjir bandang ini terjadi saat PT Bahana Semesta Adinusantara melakukan pemetaan Iahan untuk kegiatan Perumahan di Bukit Cilegon Asri (BCA).

        “Kita dapat informasi dari warga, sekitar pukul 08.00 WIB. Terjadi banjir bandang akibat bekas tanggul air bekas galian C di perumahaan BCA. Tadi kita cek ke lokasi, ternyata bukan hanya perumahan yang sedang dibangun saja yang terkena luapan air tersebut. Ternyata ada kendaraan yang berisi solar untuk stok bahan bakar alat berat juga ikut hanyut akibat dari muntahan air dan lumpur ,” kata Mafruh saat dikonfirmasi, Senin (18/2).

        Menurutnya, akibat banjir bandang itu,  membuat aliran sungai dari hulu dan hilir sungai tercemar.

        “Akibat dari kejadian ini juga, mengakibatkan usaha warga yang ada disekitar turut terkena dampaknya. Yaitu 80.000 batu bata siap bakar milik warga hanyut,” terangnya

        Dibagian lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Ujang ling ketika ditanyakan terkait rekomendasi Amdal UKL/UPL dari pihaknya kepada pihak pengembang Perumahan BCA. la enggan menjawab secara tegas. Namun Iing mengakui ia sudah meninjau Iangsung ke lokasi.

        “Besok kita panggil, tadi dari lapangan,” ujarnya singkat.

        Dari pantauan Iangsung, banjir yang tampak sudah surut tersebut menggerus beberapa unit pondasi perumahan, ribuan batu bata milik warga dan sempat mengagetkan warga sekitar hingga ke Link. Ciberko, Kelurahan Kalitimbang. Tampakjuga petugas dari BPBD, Damkar dan DLH Kota Cilegon yang turun Iangsung meninjau ke penampungan air Perumahan BCA yang jebol.

        Sementara itu, Lurah Bagendung, Syafiudin dan pihak pengembang Perumahan BCA hingga berita ini diturunkan, belum bisa ditemui untuk dikonflrmasi terkait peristiwa banjir bandang tersebut. (lux)

          0 19
          Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD saat dialog kebangsaan di Stasiun Merak, Senin (18/2). (lux/DetikBantencom)

          DetikBantencom, Kota Cilegon – Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan kegiatan Jelajah Kebangsaan 2019. Bekerjasama dengan PT KAI, acara yang digelar dalam rangka merawat Kebhinekaan itu diselenggarakan di setiap stasiun kereta mulai dari Merak hingga Banyuwangi.

          Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, menyampaikan kegiatan ini sudah dilakukan sejak Januari 2019 itu. Tujuan utamanya, mengingatkan rakyat soal sejarah Indonesia sebagai bangsa yang bersatu.

          “Kita harus mengingat dulu Indonesia diproklamasikan dengan semangat kebersamaan, kebersatuan di antara ikatan primordial yang berbeda,” kata Mahfud di Stasiun Merak, Senin (18/2).

          Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus memelihara Kebhinekaan tanpa mudah terpecah belah oleh isu apapun.

          “Jangan hanya karena pemilu, memilih pemimpin dan wakil lima tahun, kita terpecah. Dengan banyak ikatan primordial itu, kita bersatu dan dipilih kebersamaan lewat demokrasi. Artinya pemilu itu untuk memilih pemimpin bersama, bukan yang menang ribut dengan yang kalah dan sebaliknya,” jelas dia.

          Mahfud berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif dalam upaya menjaga persatuan bangsa. Di setiap stasiun yang disinggahi, akan ada dialog kebangsaan mulai dari seri satu sampai dengan sembilan.

          Sejumlah narasumber berbeda akan mengisi dialog kebangsaan di setiap stasiun yang disinggahi. Seperti Mahfud MD, putri pertama Gus Dur yakni Alissa Wahid, Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Romo Benny Susetyo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, hingga Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

          “Tujuan suluh kebangsaan bukan seperti kampanye besar-besaran. Suluh itu seperti lampu kecil yang menerangi dalam kegelapan,” jelas Mahfud.

          Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana PT KAI, Muhammad Nurul Fadillah mengatakan dialog Kebangsaan ini rencananya akan dilakukan dibeberapa stasiun yang ada di Pulau Jawa, antara lain Gambir, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Jombang, Surabaya. Dari Stasiun Merak, Kota Cilegon, Banten, dan akan berakhir di Stasiun Banyuwangi.

          “Kita PT Kereta Api Indonesia akan mendukung penuh dialog kebangsaan ini, menggunakan transportasi kereta api,” kata Muhammad Nurul Fadillah.

          Di tempat yang sama, Hal senada dikatakan oleh Alissa Wahid “Di Ambon, umat muslim dan Kristen bisa saling membantu membangun rumah ibadah nya. Tapi sekarang sebentar-bentar ini enggak boleh, itu enggak boleh,” katanya.

          Indonesia tidak akan pernah goyah, meski diterpa berbagai isu negatif. Karena Indonesia memiliki bhineka tunggal Ika.

          “Saya secara pribadi ingin mengajak bapak ibu bahwa kita punya kepribadian banyak. Saya orang Jombang, KTP saya Jogja, saya juga Indonesia,” terangnya.

          Alissa Wahid mengingat kembali pelajaran yang pernah di ejekan oleh kyai nya. Jika ingin Islam menjadi rahmatan Lil Alamin, maka harus mengamalkan tiga prinsipnya, yakni pertama membangun persaudaraan umat muslim. Kedua membangun persaudaraan sesama anak bangsa dan ketiga persaudaraan sesama umat manusia.

          “Kalau ada pesan membuat anda emosi, saat nya anda berhenti sejenak. Cari informasi yang lebih lengkap. Karena informasi itu memang dibuat untuk membuat kita emosional,” jelasnya. (lux)

           

            0 52
            Para demonstran saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor BPN Cilegon, Kamis (14/2). (lux/DetikBantencom)

            DetikBantencom, Kota Cilegon –  Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cilegon, Kamis (14/2).

            Dalam aksinya, Lapbas menduga adanya oknum mafia tanah dalam terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama WN pada tahun 2017 silam.

            Ada tiga tuntutan yang tertulis di spanduk yang di pajang di depan kerumunan massa, diantaranya:

            1. Kembalikan sertifikat tanah atas nama Haji Tous yang di BPN.

            2. Sertifikat tanah sekarang atas nama Winarno tidak sah dan cacat hukum.

            3. Segera berantas oknum Mafia Tanah di wilayah Ciwandan.

            “Kami hadir disini membantu masyarakat yang terzholimi dalam sengketa tanah, kita ingin tahu Warkah dari proses transaksi sampai terbitnya sertifikat atas nama Winarno itu. Karena dari ahli waris Haji Tous pemilik tanah tidak merasa pernah menjual,” ujarnya.

            Pihak Lapbas juga menuntut pihak BPN Kota Cilegon transparan terkait persoalan ini, sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dimana sebelum Lapbas menyerahkan dokumen dan bukti-bukti otentik yang dimilikinya kepada pihak BPN, ia mendapat kejelasan kronologis bisa terbitnya peralihan sertifikat tanah yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan tersebut.

            “Dalam mediasi tadi BPN sempat berbelit-belit, batal menyerahkan dokumen bukti yang kita miliki karena pihak BPN keberatan memberitahukan Warkah. Akhirnya disepakati BPN berjanji secara tertulis melalui surat, menyampaikan hal itu dalam waktu tujuh hari,” jelasnya.

            Sementara itu, Kepala Kantor BPN Kota Cilegon, Chris Pius Joko Sriyanto, menjelaskan pihaknya tidak serta merta menyerahkan Warkah, karena sengketa tanah tersebut kini status quo, dengan adanya penyidikan dari pihak kepolisian.

            “Ya kita mengerti UU Keterbukaan Informasi Publik, tapi Warkah ada ketentuannya ada batasannya. Ini status quo karena sedang ada penyidikan dari Bareskrim kita harus menahan, berkewajiban mengamankan,” jelasnya.

            Saat ditanyakan siapa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam peralihan sertifikat ke atas nama Winarno tersebut, apakah pihak notaris atau pemerintah kecamatan, Chris menyebutkan kan pengajuan itu dari pihak Kecamatan Ciwandan.

            “Yang mengajukan dari camat setempat, di awal tahun 2017,” tegasnya.

            Saat disinggung soal adanya dugaan praktik mafia tanah yang dituduhkan ada di lembaga yang dipimpinnya, Chris justru berterimakasih karena pihaknya mendapatkan informasi dan bisa mengantisipasinya.

            “Intinya kita berterimakasih adanya informasi itu. Karena pemerintah dengan kepolisian sedang konsen menangani itu. Bagaimana tidak menyedihkan, akibat ada ulah mafia tanah kita jadi capek, kita berkeinginan memberantas praktik itu,” tandasnya. (lux)

              0 35
              Tutut Soeharto saat berkunjung ke kampung wisata UMKM di Link Palas, Kota Cilegon, Kamis (14/2). (lux/DetikBantencom)

              DetikBantencom, Kota Cilegon – Putri Presiden kedua Republik Indonesia (RI) Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana yang biasa disapa mbak Tutut berkunjung ke kampung wisata Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kota Cilegon, Kamis (14/2).

              Tutut Soeharto saat berbincang dengan salah satu pelaku UMKM, Nasrudin mengatakan, kunjungannya ke kampung wisata UMKM tersebut dalam rangka silaturahmi dan siap memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM.

              Tutut juga mengajak kepada para caleg partai Berkarya untuk bisa membantu mengembangkan bisnis para pelaku usaha rumahan tersebut.

              “Ini satu home industri yang harus di dukung terus dan ini sudah berlaku puluhan tahun. Kita juga mengajak caleg dari partai Berkarya untuk membantu para pelaku UMKM,” kata Tutut, Kamis (14/2).

              Dalam kesempatan tersebut, Tutut enggan berkomentar banyak. Saat ditanya awak media terkait sikap politiknya pada pemilihan presiden mendatang. Ia hanya diam sambil memberi kode tutup mulut.

              Padahal partai Berkarya bergabung dalam koalisi pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

              Salah satu pelaku usaha Nasrudin mengaku Tutut Soeharto merupakan tokoh nasional pertama yang berkunjung ke kampung wisata UMKM itu.

              “Saya berharap dengan adanya mba Tutut berkunjung kesini bisa mempromosikan kampung wisata di Palas ini. Dan mudah-mudahan banyak tokoh lain yang datang kemari,” katanya.

              Nasrudin menyatakan bahwa hasil dari UMKM di wilayahnya selain dijual di Kota Cilegon, dikirim juga keluar daerah.

              “Hasil UMKM dikirim Medan, Palembang, Lampung Selatan. Kalau kendalanya selama ini kita kekurangan bahan baku.

              Kedepannya dengan  adanya kunjungan keluarga  Cendana supaya bahan baku bisa terpenuhi,” terangnya.

              Terpisah, Ketua DPD partai Berkarya Kota Cilegon Sabihis mengatakan ini adalah suatu penghargaan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan ibu Tutut Suharto dan Mami Suharto.

              “Karena di kampung wisata ada banyak hasil UMKM seperti emping, gipang, kasur, bantal dan lain-lain. Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ibu bisa di pastikan di mancanegara,” imbuhnya.

              Dibagian lain, Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten Helldy Agustian mengatakan kegiatan ini dalam rangka silaturahmi beliau ingin mengunjungi Banten karena Banten salah satu tonggak kedepan untuk kemenangan partai Berkarya.

              “Insa Allah bisa mendongkrak suara Berkarya. Buat saya perhatian dari keluarga Cendana sangat luar biasa, sepeti bu Titik, bu Tutut dan bu Ami luar biasa artinya serius untuk memajukan partai Berkarya di wilayah Banten,” katanya.

              Helldy mengatakan sangat optimis partai Berkarya di pemilihan legislatif bisa memenangkan satu fraksi di tempat kapal kabupaten kota yang ada di Banten.

              “Target caleg perkabupaten/kota minimal satu fraksi. Saya yakin untuk diwilayahnya banten. Untuk memenangkan partai Berkarya dan Prabowo-Sandi,” tandasnya.

              Diketahui sebelumnya rombongan keluarga cendana berkunjung ke Ponpes Al Mubarok, kemudian melanjutkan kegiatannya ke beberapa titik di wilayah Banten di antaranya bertemu dengan nelayan di Kampung Bugis, Karangantu, kemudian ziarah ke Banten Lama dan terakhir ke Kota Cilegon bertemu para pelaku UMKM Gipang, Kasur dan Emping. (lux)

                0 20
                Salah satu pedagang saat menunjukan beras Ciberang asal Kabupaten Lebak, Banten. Foto istimewa

                DetikBantencom, Kota Cilegon – Untuk menekan harga beras di pasaran dan ketersediaan akan stok beras di Kota Cilegon. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menjalin Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Karena menurut pemerintah pusat, harga beras jenis premium di Kota Cilegon, harganya masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Provinsi Banten.

                Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Ema Hermawati menyatakan kerjasama tersebut akan dilaksanakan pada akhir Maret 2019 mendatang.

                ”Karena selama ini, harga beras di Kota Cilegon dijual oleh pedagang, masih diatas HET sebesar Rp10.450 per kg nya. Sedangkan, sesuai dengan HET hanya Rp9.460 per kg. Maka dari itu, kami ambil langkah dengan menjalin MoU dengan Pemkab Lebak,” kata Ema saat dikonfirmasi, Rabu (13/2).

                Ema mengatakan karena selama ini di Cilegon kebutuhan beras premium masih kekurangan.

                Beras premium selama ini didatangkan dari berbagai daerah di luar Provinsi Banten.

                “Kebutuhan beras premium di Cilegon selama ini masih kurang. Karena kebutuhan per tahunnya 40 ribu ton, sedangkan Cilegon hanya mampu produksi 8 ribu ton kekurangannya 32 ribu ton. Dan kita harus ambil dari daerah lain tiap tahunnya. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan beras premium kita ambilnya dari Karawang, Subang, Jawa, bahkan sampai Lampung dan Sumatera,” terang Ema.

                Menurutnya, dipilihnya Kabupaten Lebak sebagai pensuplay beras untuk Kota Cilegon karena selain jarak tempuhnya tidak memakan waktu lama dalam pengiriman. Dan untuk mensatabilkan harga beras premium di Kota Cilegon.

                “Namanya beras Ciberang yang dari Lebak, kualitasnya bagus. Beras yang dihasilkan . beras premium. Mudah-mudahan setelah MoU berjalan, bisa menekan harga beras premium di Kota Cilegon,” terang Ema.

                Adanya wacana tersebut disambut baik oleh salah satu pedagang beras di Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Ati mengaku, selama ini terpaksa harus menjual beras dengan harga tinggi, mengingat harga beras dari pemasok beras juga tinggi. “Ya dari distributor nya sih tinggi, karena beras didatangkannya dari Lampung dan Jawa Barat. Kalau mau kerjasama dengan Lebak kita sambut baik, mudah-mudahan harga berasnya sesuai harga pasaran yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

                Perlu diketahui, produksi beras Ciberang dikembangkan petani lokal Kabupaten Lebak untuk mendorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Karena didukung langsung oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak.

                Saat ini, produksi beras Ciberang bisa menembus pasar domestik karena memiliki kualitas. Benih beras Ciberang itu varietas unggul, seperti Ciherang, Mikongga, Inpari, dan Mira. Produksi beras Ciberang tentu tidak kalah dengan beras dari Cianjur, Jawa Barat.

                Kelebihan beras Ciberang memiliki aroma, rasanya pulen juga kadar gulanya tidak begitu tinggi.

                Sebelumnya, beras Ciberang sudah dijual ke Pasar Cipinang Jakarta oleh kelompok tani. Bahkan, permintaan pasar cenderung meningkat sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani.

                Karena keunggulan benih dengan masa panen 110 hari setelah tanam juga tahan terhadap serangan hama dan tingkat produktivitas relatif bagus. (lux)

                 

                  0 31

                  DetikBantencom, Kota Cilegon – Guna mendukung perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XVIII Tingkat Kota Cilegon, UPT Pendidikan Kecamatan Purwakarta akan menyiapkan kantin amal di setiap lokasi perlombaan.

                  “Kitaakan menyiapkan sebanyak 13 kantin amal, yang akan disebar disetiap lokasi perlombaan, dimana dalam kantin amal tersebut akan disediakan berbagai macam makanan rebusan,” terang Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Purwakarta Siti Zubaedah, Rabu (13/2).

                  Siti Zubaedah mengatakan kantin amal ini disediakan sebagai bentuk dukungan dan partisipasi dari pihak UPT Pendidikan, Sekolah Dasar dan lembaga pendidikan, pada pelaksanaan MTQ yang akan dilaksanakan di Kecamatan Purwakarta.

                  “Selain kantin amal kita juga telah memasang spanduk serta pengerahan massa, hal ini sebagai bentuk dukungan kami dari dunia pendidikan, guna mensukseskan pelaksanaan MTQ di Purwakarta,” jelasnya.

                  Sementara itu, salah satu Kepala Sekolah Dasar dan juga pengurus PGRI Kecamatan Purwakarta, Usmiati menuturkan, akan mengirimkan siswa dan juga utusan guru untuk ikut mensukseskan pelaksanaan MTQ.

                  “Kita akan mengirimkan para siswa selepas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta utusan guru untuk menjaga kantin biar ada kebersamaan,” tuturnya.

                  Usmiati berharap semoga pelaksanaan MTQ tahun ini bisa berjalan lancar dan suskes.

                  “Semoga MTQ tahun ini bisa berjalan sukses, sukses acara dan sukses prestasi terlebih buat para kafilah Kecamatan Purwakarta,” tutupnya. (lux)

                    0 41
                    Mobil-mobil hias turut memeriahkan pawai ta'aruf MTQ XVIII Kota Cilegon. Foto Istimewa

                    DetikBantencom, Kota Cilegon – Delapan kontingen Musabaqah Tilawatil Quan (MTQ) XVIII tingkat Kota Cilegon, ikut ambil bagian dalam pawai taaruf sebagai rangkaian pelaksanaan MTQ yang digelar di Kecamatan Purwakarta. Pawai dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman,tepatnya didepan Kantor Wali Kota Cilegon. Kontingen dari delapan kecamatan itu berpawai melalui jalan protokol sebelum finish di rumah dinas wali kota, Senin (11/2).

                    Kendaraan hias masing-masing kontingen MTQ Ke-18 menjadi tontonan yang menarik bagi warga disepanjang jalan yang dilalui pawai peserta taaruf.

                    Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengaku puas pelaksanaan Pawai Ta’aruf MTQ kali ini berjalan dengan baik dan lancar.

                    “Kita bisa lihat sendiri yah,jalannya pawai taaruf berjalan dengan baik, seluruh lapisan masyarakat bisa kita lihat menikmati kegiatan ini, baik itu warga, pemerintah daerah maupun perwakilan perusahaan yang ikut serta dalam meramaikan pawai taaruf ini,” ujarnya.

                    Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya peserta cabutan dari luar daerah, Edi menegaskan peserta MTQ tahun ini tidak ada yang dari luar daerah Cilegon.

                    “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya yah, peserta MTQ tahun ini juga dipastikan asli putra daerah Cilegon, gak boleh ada cabutan dari luar daerah, hal ini menunjukkan kami serius untuk mengembangkan potensi putra daerah sendiri,” katanya.

                    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati mengatakan MTQ kali ini ada sembilan cabang yang akan diperlombakan yaitu cabang tilawah, tahfidz (hafalan Alquran), tafsir Alquran, bahasa indonesia dan inggris, Syahril Quran, qiroatul qutub, khattil Quran atau kaligrafi Alquran, musabaqah makalah Quran/MMQ, dan cabang hafalan hadist.

                    “Dari kesembilan cabang ini semoga semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

                    Sari juga berharap MTQ ke XVIII tingkat Kota Cilegon berjalan dengan lancar. ”Karena sudah dipersiapkan dengan matang oleh seluruh panitia, maka saya berharap besar bisa berjalan dengan lancar dan sukses, tanpa adanya hambatan,” harapnya. (lux)

                      0 26
                      Saat pemusnahan barang bukti. Foto/Istimewa

                      DetikBantencom, Kota Cilegon – Sebanyak 536 butir tramadol dan 5,36 gram sabu, 27,53 gram tembakau gorilla dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon didampingi Badan Narkotika Nasional (BNN) Cilegon. Pemusnahaan barang bikti tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Kejari Kota Cilegon, Senin (11/2).

                      Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kota Cilegon, Ria Ramadayanti menjelaskan obat terlarang hingga alat hisap yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan Kejari selama dua bulan yakni November hingga Desember 2018 lalu sebanyak 23 perkara.

                      “Selain barang bukti 536 butir tramadol 5,36 gram sabu, juga kami musnahkan berbagai jenis barang haram lainnya,” kata Ria.

                      Ria menjelaskan pihaknya melakukan pemusnahan barang terlarang tersebut dengan cara diblender. Sedangkan bungkusnya langsung dibakar.

                      “Mengapa kita blender, biar obat tersebut langsung hancur dan tidak bisa digunakan kembali,” jelasnya.

                      Lebih lanjut ia menerangakan pelaku barang haram ini dikenakan pasal berbeda. Untuk narkoba dikenakan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009. Sedangkan obat-obatan dikenakan pasal 196 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman penjara 15 tahun hingga hukuman mati.

                      Dia menuturkan bahwa jika dilihat trennya, peredaraan narkoba di Kota Cilegon cukup rentan. Di mana, Kota Baja merupakan daerah penyeberangan dan daerah pintu masuk bagian barat. “Ditambah lagi, banyak pelabuhan tikus di Kota Cilegon sehingga peredaran narkoba cukup pesat membuat pemakainya mengalami ketergantungan hingga menimbulkan kematian,” pungkasnya.

                      Sementara itu,  Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep Mukhsin Jaelani mengatakan peredaran narkoba di Kota Cilegon cukup tinggi. Kata dia, Januari 2019 pihaknya berhasil menangkap 8 pelaku yang membawa tramadol dan sabu.

                      “Kebanyakan para pelaku ini masih berusia 19 tahun. Seperti yang pernah kita berhasil tangkap beberapa bulan lalu, kita berhasil menangkap pelaku sabu-sabu di lingkungan Kubang Welut, Kelurahaan Samang Raya, Kecamatan Citangkil dimana pelakunya masih berusia 19 tahun,” tandasnya. (lux/red)

                      RANDOM POSTS

                      0 29
                      DetikBantencom, Kota Cilegon - Baru saja dilantik oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, Walikota Cilegon definitif, Edi Ariadi langsung disambut aksi unjuk rasa dan mendapatakan...

                      error: Content is protected !!