Rabu, Juli 25, 2018
Kota Serang

0 32

Detikbanten.com – Kuasa hukum paslon nomor urut 1 pilkada kota serang menggelar konferensi pers terkait gugatan pelanggaran Pilkada kota serang 2018, sudah mendapatkan Akta Permohonan Lengkap (APL) dari mahkamah konstitusi (MK).

Bertempat di posko pasangan nomor urut 1 Vera–Nurhasan di jalan raya cilegon legok serang. Kamis, (18/07/2018). Nirwamudin,SH sebagai kuasa hukum paslon nomor urut 1 menyatakan seluruh kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor urut 3 sudah masuk dalam indikasi monay politic.

Berdasarkan fakta dan bukti terkait monay politic yang dilakukan oleh tim kemenangan paslon nomor urut 3 menjadi dasar tim kuasa hukum untuk melaporkan dan mendaftarkan ke Mahkamah Konstitusi ( MK ).

“Hari ini juga kami sudah melayangkan surat ke Panwaslu dan Bawaslu disertai dengan pernyataan–pernyataan Kapolres Kota Serang di media. Kami meminta kepada lembaga–lembaga yang terkait dan berwenang untuk menindak tegas pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Kota Serang 2018,”

Tim kuasa hukum optimis karena unsur Terstruktur, Sistematis dan Masif ( TSM ) sudah terpenuhi. “Ini semua sudah direncanakan dengan matang. Karena jika tidak direncanakan dengan matang, ini semua tidak akan terjadi,” ucap salah satu tim kuasa hukum kepada wartawan.
Yang kemudian rencana Sidang perdana MK akan dilaksanakan 26 Juli 2018 di Mahkamah Konstitusi Jakarta.

Sementara dari salah satu pelaku yang sempat menjadi DPO dalam kasus ini “SP” sudah diamankan oleh pihak kepolisian. “SP” yang pernah menjabat sebagai Ketua DPC  Kota Serang dari partai Hanura itu ditangkap oleh pihak Kepolisian saat berada di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang.

“Kami sangat apresiasi kepada pihak Kepolisian yang telah berhasil menangkap SP. Kami juga berharap kasus ini segera terungkap. (fazri/adek)

0 4

Detikbanten.com – Pedagang kaki lima (PKL) dikawasan wisata religi Banten lama yang berada di sekitar Keraton Banten, siang tadi di relokasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Provinsi Banten dan Kota Serang, Selasa (17/7/2018).

Relokasi pedagang ini sudah dilakukan petugas Satpoll PP Kota Serang dengan Satpol PP Provinsi Banten sejak Senin (16/7/18) kemarin. Hampir ratusan pedagang nantinya akan menempati tempat baru yang telah di sediakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten  yakni di terminal Sukadiri.

Hal tersebut disampaikan oleh PLTK Kepala Seksi Oprasional Pol PP Provinsi Banten Toni pada awak media saat ditemui ditempat relokasi PKL.

“Semuanya akan kena dampak, seperti disini di lokasi pedangan yang sering di sebut obat nyamuk, kemudian kafling pedagang pohon sawo, semua kena sesuai dengan perintah Gubernur,” tegasnya.

Kami kerahkan Petugas Sat Pol PP sebanyak 60 petugas dari Provinsi Banten dan 30 petugas dari Kota Serang yang kami turunkan untuk membantu relokasi tersebut. Dengan membantu memindahkan barang barang yang masih bisa di manfaatkan seperti kayu, bahan bangunan dan sebagainya.

Relokasi ini tidak secara paksa, petugas membantu para pedagang untuk memindahkan barang barangnya ketempat yang baru. Selain pengosongan PKL, kami juga melakukan sosialisi terhadap para pedagang. Relokasi di lakukan sebagai bentuk mendukung revitalisasi Banten lama yang di program kan Pemerintah Provinsi Banten dimana wisata religi Banten lama akan bakal menarik lagi. (Adek)

0 25

Detikbanten.com –  Dari 16 parpol baru 11 parpol yang sudah mendaftarkan, sedangkan hari ini adalah pengajuan terkahir daftar calon legislatif, sedangkan sisanya yakni PDIP, Perindo, PKPI, PAN, dan Garuda belum. Hal tersebut disampaikan oleh Divisi Pencalonan KPU Kota Serang Firly MM sampai pukul 17.45 WIB, Selasa (17/7/2018).

Pada awak media Fierly mengatakan, dari 11 parpol yang sudah mendaftarkan, semua syarat pencalonannya sah. Namun hasil verifikasi sementara, ada beberapa catatan.

“Informasinya PDIP tar malam pukul 19.00, Perindo pukul 20.00, dan PAN 22.00,” ungkap Firly,” ungkapnya.

Catatan yang pertama ada beberapa Caleg yang pindah partai dan itu harus dilengkapi dengan surat dan KTA dari partai baru. Kedua ada komunikasi salah satu partai menyatakan tak mendaftarkan caleg. Jika sampai pukul 00.00 tak hadir, maka dipastikan tak jadi pemilu di Kota Serang.

Ketiga ada beberapa profesi yang dalam aturan yang bersangkutan harus mengundurkan diri. Dimana profesi yang dimaksud adalah profesi yang menerima upah dari negara.

“Sampai saat ini ada pegawai kelurahan yang mendaftar, tapi kami belum menerima surat pengundurannya dan diminta jangan menunggu sampai 30 Juli, karena hasil koordinasi dengan panwaslu ini soal penerima honorarium,” katanya.

Keempat ada beberapa caleg yang harus diklarifikasi soal ijazahnya. Karena ada perbedaan nama dan tanggal lahir. Rabu-Jumat KPU akan mengkrosceknya ke sekolah yang bersangkutan. Kelima ada surat kesehatan salah satu caleg dari rumah sakit yang harus dikroscek, karena modelnya berbeda, atau formatnya,”pungkasnya (Ary/Red)

0 27

Detikbanten.com – Lima partai politik (Parpol) dikota serang mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg) peserta Pemilu 2018 ke KPU Kota Serang. Ke Lima partai antara lain Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Partai NasDem mengajukan Daftar Bakan Calon Anggota DPRD Kota Serang pada Senin, 16 Juli 2018 pukul 13.30 WIB. Sedangkan PKS mengajukan Daftar Bakan Calon Anggota DPRD Kota Serang Pada Pemilihan Umum Tahun 2019. Senin, 16 Juli 2018 pukul 14.00 WIB.

Sedangkan Partai Gerindra mengajukan Daftar Bakan Calon Anggota DPRD Kota Serang Pada Pemilihan Umum Tahun 2019. Senin, 16 Juli 2018 pukul 15.45 WIB dan PKB mengajukan Daftar Bakan Calon Anggota DPRD Kota Serang pada Pemilihan Umum Tahun 2019 Senin, 16 Juli 2018 pukul 15.51 WIB.

Fierly Murdliat Mabrurri selaku Komisioner KPU Kota Serang mengatakan pihaknya teleh menerima konfirmasi untuk hari ini Selasa 17 Juli 2018 Partai Demokrat, Partai Garuda dan PPP akan mengajukan Daftar Bakan Calon Anggota DPRD Kota Serang pada Pemilihan Umum Tahun 2019.

Ia menambahkan bahwa PSI mendaftarkan 23 Bacaleg dengan keterwakilan perempuan 43,478 persen. Sedangkan Nasdem mendaftarkan 45 Bacaleg dengan keterwakilan perempuan 37,778 persen. PKS mendaftarkan 45 Bacaleg dengan keterwakilan perempuan 35,556 persen.

Partai Gerindra mendaftarkan 45 Bacaleg dengan keterwakilan perempuan 35,556 persen. Juga PKB mendaftarkan 45 Bacaleg keterwakilan perempuan 40 persen. (Lee/Red)

0 199

Detikbanten.com – Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman pada tanggal 10 Juli 2018 kemarin diketahui mengirimkan surat Pernyataan pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Gubernur Banten Wahidin Halim, dengan isi surat itu adalah perihal Pengajuan Pengunduran Diri sebagai Walikota Serang. Selain ke Gubernur Banten, Surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua DPRD Kota Serang yang ditandatangani di atas materai bertanggal 10 Juli 2018.

Pada detikbantencom Tubagus Haerul Jaman, membenarkan dirinya mengundurkan diri. Alasan pengunduran dirinya sebagai Walikota serang berkaitan dengan pencalonannya sebagai Bakal Calon (Balon) anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

“ Iya Saya mengundurkan diri dari jabatan walikota serang, karna untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan yang termaktub dalam peraturan per undang-undangan, khususnya peraturan KPU nomor 20 tahun 2018,” kata Tubagus Haerul Jaman pada detikbanten, Senin (16/7/2018) dini hari melalui sambungan telepon cellular.

Selain itu Tubagus Haerul Jaman juga menegaskan, bahwa pengunduran dirinya sebagai Walikota Serang adalah terhitung tanggal 19 September 2018, atau sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) yang akan disahkan oleh KPU pada tanggal 20 September 2018 mendatang,” tutupnya. (Lee/Red)

0 109

Detikbanten.com – Pasca kekalahan pasangan nomor urut satu pada Pilkada Kota Serang 2018, Vera Nurlaela Jaman diisukan tengah menyiapkan diri maju menjadi bakal calon legislatif 2019. Padahal calon tersebut sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Tim kuasa hukum Paslon nomor satu, Ddy Yulfris menjelaskan, bahwa hal tersebut tak mempengaruhi proses gugatan ke MK. Menurutnya, pileg dan Pilkada berbeda konteks.

“Kita hanya fokus di MK, menurut saya gak berpengaruh kalau memang benar bu Vera nyaleg, karena yang kita ajukan ke MK terkait Pilkada,” kata Dedy saat dihubungi melalui pesan whatsapp, Senin (16/7/2018).

Dedy menyampaikan dengan keluarnya Akta Permohonan Lengkap (AKP) gugatan ke MK, hanya menunggu pelaksanaan sidang pada Agustus. Pasalnya, kata dia, bukti laporan sudah lengkap diterima MK.

“Bukti yang kuat adalah money politiknya. Semuanya kita serahkan kepada hakim MK agar tidak hanya melihat ambang batas yang 1 persen, tapi harus dipertimbangkan juga mengenai money politik yang sudah masuk unsur TSM,” tulisnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar, Bahrul Ulum mengaku belum mengetahui informasi Vera Nurlaela Jaman akan mencalonkan diri pada Pileg 2019. Meenurutnya sejauh ini dirinya belum menerima form kesediaan bu Vera Nurlela sebagai bacaleg.

“Belum tahu, kalau Provinsi belum ada. Tapi tidak tahu juga kalau di kota atau pusat,” ujarnya.

Terkait gugatan di MK, Gerindra yang merupakan partai pengusung mengatakan masih terus mengikuti perkembangan proses tersebut. menurut Ketua DPC Gerindra Kota Serang, Budi Rustandi gugatan di MK merupakan hak konstitusional bagi siapapun.

“Tim ya, tim nomor satu kan kita ada pengacaranya juga, apapun hasilnya yang penting kita selalu ambil hikmahnya apapun kesalahan kita, kita perbaiki, yang kalah ujian yang menang juga ujian,” tukasnya. (Ann).

0 25

Detikbanten.com – Tahun Ajaran Baru, Hari pertama dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA SMK di Kota Serang, berjalan dengan baik, terlihat wajah gembira dari para calon siswa baru.

Istimewa
Istimewa

Kepala Cabang Dinas (KCD) Kota Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Kholil Badawi mengatakan, MPLS ini akan berlangsung selama 5 hari bagi calon siswa baru. Dalam pelaksanaan, para calon siswa baru akan mendapatkan bimbingan dari sekolah.

“Sehingga nantinya, bisa membangun suasana ramah, aman, nyaman dan menyenangkan bagi calon siswa baru. Karenanya kegiatan perploncoan, hukuman fisik tidak mendidik sama sekali. Makanya kita, melarang untuk adanya pembulian senior kepada junior dilakukan dalam MPLS,” ungkapnya saat membuka mulainya MPLS di SMKN 1 Kota Serang, Senin(16/07/2018).

Kholil menjelaskan, MPLS yang dilakukan pada untuk tahun ajaran 2018, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18 Tahun 2016. “Agar tidak adanya penindasan dari kaka kelas terhadap adik kelas, karena kita ingin menciptakan suasana MPLS yang nyaman dan damai,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan MPLS tahun ajaran 2018, para siswa baru bisa menjaga displin dan mentaati peraturan yang ada. Sehingga dapat menjaga nama baik orang tua dirumah, dan nama baik sekolah. “Selama kegiatan berlangsung, kami dari Dindikbud Banten akan terus pantau. Akan setiap sekolah bisa memberikan contoh yang baik, dalam pelaksanaan MPLS,” paparnya.

Sementara itu, Humas SMKN 1 Kota Serang, Asep Tatang menjelaskan, selama 5 hari kegiatan MPLS berlangsung di SMKN 1 Kota Serang, para siswa dan siswi baru akan mendapatkan banyak pembelajaran. “Mulai dari pembelajaran akademik, bersosial dan kedisiplinan,” ungkap Asep.

Kemudian, Asep mengaku siap untuk menaati peraturan Dindikbud Banten dan Kemendikbud. “Kami pastikan, di SMKN 1 Kota Serang tidak akan ada pembulian ataupun perpeloncohan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu pun, setiap sekolah melakukan pelepasan Balon, sebagai tanda dimulainya MPLS tahun ajaran 2018 disetiap SMA dan SMK di Kota Serang. (Aden)

0 34

Detikbanten.com – Tiga pengedar dan satu pengguna narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota. Keempat tersangka diringkus di tiga lokasi berbeda di Kota Serang.

Ketiga pengedar narkoba itu, MS (38) warga Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, HA (21), warga Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota. Serang, AS (27) warga  Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota. Serang serta Ris (48), Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Karang, Kota Bandar lampung.

Dari tangan tersangka MS, petugas mengamankan barang bukti 300 butir obat jenis tramadol, dari tersangka HA dan AS didapat barang bukti 50 butir obat Tramadol. Sedangkan dari tersangka Ris, petugas mengamankan barang bukti 1 bungkus plastik ganja kering.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan penangkapan empat tersangka pengedar dan pengguna narkoba ini merupakan tindaklanjut laporan masyarakat yang diterima petugas Satresnarkoba. Berbekal dari laporan masyarakat ini, tim anti narkotika langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan pada Selasa (10/7/2018).

Sekitar pukul15.00 WIB, tersangka Ris yang dicurigai kerap menggunakan ganja ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan. Dari saku celana tersangka ini, ditemukan ganja kering yang dibungkus plastik.

“Barang bukti satu paket ganja ditemukan dari saku celana tersangka dan langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolres, Jumat (13/7/2018).

Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas juga berhasil mengamankan tersangka MS di rumahnya. Oknum mahasiswa ini diduga berprofesi sebagai pengedar narkoba karena petugas menemukan barang bukti obat Tramadol sebanyak 300 butir.

“Dari tersangka MS ada dua jenis obat yang kita amankan. 260 butir obat jenis tramadol dan 40 butir obat jenis Y. Jadi jumlah obat terlarang yang diamankan sebanyak 300 butir pil,” terang AKBP Komarudin.

Diwaktu yang hampir bersamaan juga meringkus tersangka AH dan AS di rumah salah satu tersangka di Lingkungan Rau Barat, Kelurahan Cimuncang. Barang bukti yang didapat petugas dari kedua tersangka ini sebanyak 50 butir pil tramadol.

“Untuk tiga tersangka yang kita amankan dijerat dengan Pasal 196-197 UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, sedangkan satu tersangka lainnya Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 111 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya. (Ann).

0 81
Ruang Taman Hiaju Tamansari Kota Serang Tidak Terawat Bahkan Kumuh, Tikus Wirog Berkeliaran dan Bau Pesing. Foto Imam Mundandar #detikbantencom

Detikbanten.com – Kondisi Taman Sari makin hari makin memprihatinkan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Serang ini berserakan sampah yang menimbulkan bau tak sedap. dengan kondisi ruang terbuka hijau tamansari saat ini berubah menjadi pasar dadakan dan pasar hewan hias yang tidak tertata.

Pantauan detikbantencom dilokasi, banyak tikus/wirog menandakan tempat ini kumuh. dimana mana sampah, bahkan taman pahlawan juga kolam hias dijadikan tempat untuk menyimpan gerobag Pedagang kaki lima (PKL).

Hal ini dibenarkan oleh Yusa (50) Warga Cimuncang, ruang taman hijau kota serang sejak dulu diabaikan seperti ini, kumuh. bau pesing dan bau kotoran manusia dimana mana, padahal ditaman ini ada pengurusnya tapi ga ke urus” ungkap Yusa saat ditemui dilokasi tamansari, Kamis (12/7/2018) sore.

” jangankan Tikus Wirog pak, taman sari ini juga kalau malam banyak PSK dan Bencong, karna tempat ini kurangnya penerangan dan tempatnya juga pas kalau buat mesum, mau jajan gitua enak tempatnya ketutup Kios dan gerobak disini,”ungkapnya.

Dikonfirmasi detikbantencom soal Ruang Taman Hijau Tamansari Kota serang, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman melalui telepon cellular, walau nada dering aktif akan tetapi tidak dijawab. hingga berita ini dilansir. (imam)

0 27

Detikbanten.com – Kontestasi Pilpres 2019 akan digelar tahun depan, meskipun belum ada tokoh atau calon yang ditetapkan oleh KPU RI, namun calon yang mencuat dipermukaan sudah banyak bermunculan. Yang terkuat sisi elektabilitasnya adalah Jokowi dan Prabowo. Hal itu membuat Mahasiswa di Provinsi Banten menanggapi pilihannya pada Pemilihan Presiden 2019.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Serang Fitrh Nugraha menanggapinya bahwa, Pemilu 2019 ini harus memiliki calon Presiden yang lebih baik dan dekat dengan masyarakat, bukan dekat kepada kubu-kubu tertentu saja.

Ia mengatakan, Pemerintah yang menjabat saat ini dinilai kurang pro terhadap masyarakat. Sehingga, ia menegaskan bahwa, harus ada sosok lain pengganti Presiden Jokowi Dodo ke depan.

“Meskipun Jokowi terlihat pro rakyat, tapi kebijakannya sama sekali tidak pro rakyat. Terlihat, BBM dinaikan, listrik dan pajak ikut naik. Kita keberatan sekali. Rakyat yang dirugikan,” ujarnya, Kamis (12/7/18). Ia menambahkan, kebijakan Jokowi banyak sekali yang merugikan masyarakat, terutama program beasiswa pendidikan yang dikurangi.

Menurutnya, sosok yang pasti dan layak menjadi seorang Presiden adalah dari kalangan ulama. Kata dia, ulama merupakan sosok yang mampu berfikir ke depan sebelum yang lain ikut berfikir, sehingga ulama akan mampu memberikan kebijakan yang jelas pro terhadap rakyat.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Serang Rizky Ramadan mengatakan, belum memiliki arahan atau pandangan terhadap sosok calon Presiden 2019. Kata dia, berdasarkan intruksi dari Muhammadiyah, belum mendukung calon mana pun.

Ia menjelaskan bawhwa Muhammadiyah jauh sebelumnya, memang tidak mendukng calon presiden manapun. Namun, ia mengisyartkan tanda-tanda sosok presiden adalah orang yang memahami keinginan dan kebutuhan rakyat.

“Tidak inkar janji dan harus muslim. Selain merakyat, harus dekat dengan sidik, amanah, fatonah itu karakter kepemimpnan sesuai dengan intruksi muhammadiyah. Kalau siapa calonnya kita belum tahu yang nyalon siapa,” ungkapnya. (Ann).

RANDOM POSTS

0 8
DetikBanten.com - Kejadian beberapa hari lalu pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di kalapas Sukamiskin, yang mengakibatkan penyegelan terhadap 2 kamar sel terpidana...