Rabu, November 13, 2019
Kota Serang

0 50

DetikBantencom, Kota Serang – Horison Ultima Ratu Serang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang kembali mengadakan kegiatan donor darah bertempat di Hotel Horison Ultima Ratu, Jalan KH Abdul Latif, Kelurhan Cipare, Kota Serang, Rabu (24/10/2019).

Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang rutin di lakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali dan sebagai salah satu komitmen hotel kepada masyarakat dan lingkungan.

General Manager (GM) Horison Ultima Ratu Serang, Aditya Maulana mengatakan, untuk sekian kalinya Hotel Horison Ultima Ratu mengadakan donor darah. Berbagai instansi pemerintahan, swasta, tamu hotel, karyawan hotel serta masyarakat sekitar turut serta dalam kegiatan donor darah dan terkumpul kurang lebih 48 kantong darah.

“Animo tamu dan peserta donor di hotel ini tidak pernah redup untuk berpartisipasi dan berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Dalam kegiatan donor darah ini, pihaknya berharap turut serta membantu masyarakat yang membutuhkan. “Besar harapan kami kegiatan ini dapat turut membantu pihak yang membutuhkan,” harapnya.

Diketahui, Horison Ultima Ratu Serang memiliki 93 kamar dengan 4 tipe kamar yang berbeda dan berbagai fasilitas yang memanjakan tamu seperti kolam renang dewasa dan anak anak, restoran, lounge, spa and massage serta area parkir yang luas.

Selain itu, hotel Horison Ultima Ratu menyediakan untuk kebutuhan meeting dan berbagai acara lainnya, Horison Ultima Ratu Serang memiliki 8 meeting room dengan berbagai ukuran dan kapasitas dan 1 ballroom dengan kapasitas mencapai 2000 orang.(Aden)

0 49

DetikBantencom, SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar apel konsolidasi Operasi Mantap Brata Kalimaya 2019. Dalam apel tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir bertindak sebagai pimpinan Apel konsolidasi bertempat di Lapangan Mapolda Banten, Kamis (24/10/2019).

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, bahwa Apel konsolidasi ini dalam rangka evaluasi pelaksanaan pengamanan operasi mantap Brata kalimaya 2019. Ini Merupakan evaluasi Polda Banten tentang pelaksanaan pengamanan rangkaian kegiatan operasi mantap Brata yang dimulai dari tahap kampanye pemungutan suara penghitungan suara dan berakhir dengan pelantikan presiden.

Kapolda menambahkan, pada pelaksanaan pengamanan rangkaian kegiatan operasi mantap Brata kalimaya tersebut berlangsung dalam waktu 10 bulan dengan melibatkan unsur TNI polri dan segenap elemen masyarakat secara umum di wilayah hukum Polda Banten.

“Alhamdulillah dapat berjalan dengan aman tertib dan lancar hal ini menunjukkan kesiapan kita semua dalam menyelenggarakan pesta demokrasi meskipun dalam pelaksanaannya ada beberapa petugas baik polri maupun KPPS yang sakit atau meninggal dunia,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, berbagai dinamika tersebut, telah berhasil di antisipasi dan dilalui dengan baik salah satu indikatornya adalah menurunnya angka gangguan Kamtibmas scara umum. Namun pencapaian tersebut tidak boleh membuat lengah, masih ada berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki dan di tingkatkan.

“Saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personil pengamanan, baik itu dari Polda Banten dan jajaran maupun seluruh unsur pengamanan lainnya, atas pengorbanan dedikasi dan sinergi yang terjalin dengan baik antara seluruh personel polri dan unsur pengamanan lainnya,” jelasnya.

Kedepan, Kapolda berharap sinergitas ini dapat ditingkatkan lagi di masa-masa yang akan datang. Sehingga dapat menciptakan wilayah hukum Polda Banten dengan kehidupan masyarakat yang harmonis kondusif berinovasi dalam rangka mewujudkan provinsi Banten yang lebih maju.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan profesionalitas selalu ikhlas dalam melaksanakan tugas di lapangan. Serta membangun soliditas TNI polri dan instansi terkait berikut juga dengan elemen masyarakat,” pungkasnya.(Aden)

0 52

DetikBantencom, Kota Serang – Muhamad Fikri (5) penderita gizi buruk di Lingkungan Kebon Jahe, RT 05, RW 14, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang sudah menderita hampir 5 tahun. Ia sudah mendapatkan pelayanan dari Pemerintah Kota Serang dari tahun 2014 silam.

Tak hanya gizi buruk, muhammad Fikri mengalami sakit komplikasi dan pada waktu lahir kondisi anak tersebut tidak normal.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin mengatakan bahwa, penderita ini memang sudah ditangani selama 2014 lalu.

“Tahun 2014 sewaktu bapak (Syafrudin)jadi Camat udah nengok kesana, udah banyak yang nanganin. Bocah itu bukan hanya gizi buruk saja, tapi ada penyakit lainnya seperti komplikasi, karena waktu lahirnya kondisi nya sudah gak normal,” ujar Ade Jumaiyah Syafrudin yang merupakan istri dari Walikota Serang, Rabu (23/10/2019).

Senada dikatakan Walikota Serang Syafrudin bahwa, bahwa balita penderita gizi buruk ini sudah ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Bahkan, sudah sering dibawah kerumah sakit.

“Sudah kita tangani (Pemkot), tapi kan anak ini sakitnya sudah dari lahir, penyakinya juga bukan hanya satu,” kata Syafrudin seraya mengucapkan dirinya akan segera menengok kembali penderita gizi buruk.(Aden)

0 50

DetikBantencom, SERANG – Pemilihan menteri baru harus dijadikan momentum Joko Widodo untuk menyelesaikan konflik lahan di periode keduanya sebagai presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Sekjen Forum Korbn Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Agus Muldya saat datangi kantor ombudsman provinsi Banten, Serang (22/10/2019).

Ia mengatakan, dalam Pemerintahan yang baru ini, presiden Jokowi dan jajarannya diharapkan dapat menyelesaikan konflik lahan antara rakyat dengan negara. Rakyat dengan pengusaha yang sepertinya dianggap angin lalu. Padahal kasus perampasan tanah rakyat begitu nyata di depan mata.

Agus mengungkapkan, untuk menyelesaikan kasus perampasan dibutuhkan keberanian para pejabat birokrasi yang terkait dengan urusan pertahanan mulai dari tingkat yang paling atas seperti Menteri juga sampai di level bawah.

“Perintah presiden hanya tinggal wacana dan terkesan hanya janji surga kepada rakyat yang dirampas hak atas tanahnya untuk segera diselesaikan jika mulai tingkat Menteri, Gubernur, Walikota, kecamatan justru memperlambat proses penyelesaian konflik lahan,” ujar Agus di kantor ombudsman provinsi Banten, Serang (22/10/2019)

Lebih lanjut Agus menjelaskan, beberapa kasus yang menimpa anggota FKMTI sebetulnya sangat sederhana tetapi dibuat rumit sehingga rakyat harus pontang-panting mencari bantuan untuk memperoleh hak atas tanahnya. Contohnya, mengapa bisa terjadi atas tanah shm bisa ada SHGB, di atas tanah girik yang tak pernah dijual bisa terbit SHGB. Berdasarkan pengakuan Pihak BPN sendiri, diatas tanah mempunyai dua surat tersebut, tidak ditemukan warkahnya.

“Ini terjadi pada tanah girik c913 milik Rusli Wahyudi di Serpong dan Ani Sricahyani di Bintaro, Tangerang Selatan, BPN dalam suratnya jelas menyebut warkah tanah tersebut belum ditemukan. Lha mengapa bisa belum ditemukan. Bukankah menerbitkan SHBG/SHM harus jelas asal usulnya atau riwayat tanahnya,” terangnya.

Padahal, lanjut Agus, menurut Irjen Badan Pertanahan Negara (BPN) Soenrizal jika warkah tidak sesusai dengan SHM/SHGB maka kantor pertanahan bisa membatalkan. Jangan sampai BPN yang menerbitkan SHGB tanpa warkah yang jelas tetapi warga yang dibuat repot diminta menggugat ke pengadilan. “Seharusnya BPN tinggal membatalkan SHGB yang terbukti cacat administrasi warkah yang tidak jelas. Jangan malah buang badan,” jelasnya.

Agus mencontohkan, tidak ada satu mobil yang mempunyai dua BPKB. Padahal mobil banyak yang sejenis, sewarnah dan tahun yang sama yang dikeluarkan pihak kepolisian. Seharusnya hal ini juga tidak terjadi pada tanah karena BPN yang menerbitkan sertifikat.

“Kalo ada dua sertifikat dalam satu bidang tanah, pasti salah salah satunya palasu atau pekerjaan oknum BPN, tinggal batalkan sertifikat yang tidak jelas warkahnya. Sepertu juga polisi tinggal menangkap orang yang membuat bpkb palsu. Dan mengembalikan kepada pemilik yang sah. Lantas kenapa dibuat rumit,” ujarnya

Agus mencontohkan aparat birokrasi di pemkot tangsel telah bersusah payah menghalangi rakyat untuk sekadar mendapat hak informasi apakah ada catatan jual beli atas giriknya yang hilang di kecamatan. Rakyat harus meminta bantuan Komisi informasi dan setelah tahu, masig dibanding ke tingkat kasasi di MA. Padahal pihak kecamatan hanya diminta menuliskan tidak ada catatan jual beli di atas girik C913 di Serpong. Mulai dari Hakim KIP Banten, PTUN dan MA memutuskan pihak Kecamatan diminta untuk menulis keterangan tersebut.

“Jadi apa yang diperbuat pihak birokrasi di Tangsel merupakan contoh buruk dan jelas menentang presiden. Lantas bagaimana bisa diusulkan Airin dijadikan menteri?,” cetusnya.

Sementara itu, Asisten ombudsman Banten Adam menjelaskan, untuk melihat kasus girik C913 di Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) ini, masalah senggeta tanah ini, dari penjelasan sekjen FKMTI yang sudah berproses dari tahun lalu proses yang panjang dan penuh perjuangan dari pihak pelapor ke lembaga yang lain untuk mencari informasi yang benar, di ombudsman ini diproses dari mulai tingkat kelurahan dan itu sedah selesai, tinggal bagaimana menyampaikan itu kepemerintah daerahnya dalam hal ini pemkot tangsel.

“Untuk perjalannan kasus ini semenjak pertama laporan ke ombusmen ini memang ada peningkatan dalam arti sudah terlihat. dan nanti kita akan nenindakanjuti berkomunikasi dengan tim kita di pusat untuk mengawal, setelah kita lakukan existensi dari pusat nanti kita minta arahan langkah langkah sepertu apa, kalaupun kita nyatakan ditemukan mall administrasi biasanya kan kita laporan ke BPN, mungkin harus koreksi,” jelasnya.

Nanti liat secara administrasi, tambah Adam, bagaimana proses cara pembuatanya SHGB pengembang dari girik, keterangan kelurahan, kecamatan, itu semua harus lengkap, semua terpenuhi. dan itu harus di pegang oleh BPN.

“Dalam kasus ini, BPN telah merilis informasi tidak ditemukan warkahnya di BPN, ini menjadi persoalan lain lagi. Tidak begitu semestinya, ya mereka harus menyimpan, tidak bisa menghilangkan, tidak bisa melepas tangan juga, tinggal sekarang bagaimana pejabatnya yang saat ini menjabat setelah dilihat memang ada yang tidak sesuai, berani tidak mereka menarik kasus ini yang dari jaman dahulu tidak sesuai presedur hingga saat ini. Kan adanya ombudsman ini yang mengingatkan, dan itu harusnya dijalankan,” tandasnya.(Aden)

0 38

DetikBantencom, SERANG – Sejumlah wartawan Provinsi Banten baik media cetak, online, Televisi dan Radio mengikuti lokakarja Penulisan Pemberitaan HIV dan AIDS. Kegiatan yang di selenggarakan oleh Komisi Pemberantasan AIDS Provinsi Banten di gelar di salah satu Hotel yang berada di Kota Serang. Senin (21/10/2019) lalu.

Kegiatan yang di mulai pukul 08:00 Wib tersebut di awali dengan pemaparan dari perwakilan Aliansi Jurnalis Idependent (AJI) yakni Endah Lismartini, dalam pemaparan dirinya menyampaikan peran jurnalis dalam memberitakan atau mengabarkan berita tentang Orang Dengan HIV dan Aids (ODHA).

Seharusnya, Lebih menekankan sisi human interest dalam proses produksi berita sejak dari mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi. Kemudian mengajarkan untuk melihat, mendengar, merasakan dari sisi narasumber. Bukan mencari dan memberikan berita sesuai dengan keinginan dari para pembaca maupun jurnalis sendiri.

“Mengapa wartawan harus lebih empati khususnya dalam pemberitaan ODA agar para pembaca dapat melihat, mengerti dan merasakan apa yang narasumber rasakan,” paparnya.

Kemudin, lanjut Dia, kewajiban yang harus di lakukan saat peliputan orang dengan Hiv dan aids ada beberapa point antara lain Empati, Mendengar, Memahami dan memberitakan Fakta bukan malah menghakimi, menilai, membantah dan opini sang penulis.

“Kita harus lebih empati dalam mewawancarai,mendengarkan secara langsung yang bersangkutan, memahami kondisi dengan menyembuyikan identitas sang narasumber dan memberitakan sesuai fakta, bukan malah membuat oponi orang dengan HIV Dan Aids adalah orang yang masa lalunya memiliki kebiasaab buruk,” ujarnya.

Kemudian Narasumber kedua ialah Yanuar Sadewa, selaku Kabid Rehabilitasi
Badan Narkotika Nasional Propinsi Banten.  Yanuar Sadewa menjelaskan terkait jumlah masyarakat Banten sebanyak 174 Ribu Penguna Narkoba, dan mirisnya Hanya 8 Persen Lakukan Rehabilitasi

Menurutnya, dari hasil analisa ada empat faktor yang membuat para pecandu narkoba engan melakukan rehabilitasi. “Pertama mereka karena takut hukum, kedua stikma (Pandangan orang), ketiga akses informasi, dan keempat biaya mahal. Padahal bila masyarakat yang kecanduan narkoba tau dan paham bahwa rehabilitasi itu gratis,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat Banten yang pecandu narkoba agar tidak usah khawatir dengan hukum. “Pecandu bukanlah tindak pidana. Terkait stikma masyarakat mengenai narkoba janganlah terlalu di dengar, karena belum tentu kebenarannya,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang hendak rehabilitasi ingin menjauhi mengonsumsi barang terlarang bisa langsung datang ke kantor BNN Banten dengan biaya di gratiskan. “Mulai dari rawat inap sampai dengan penyembuhan,” katanya.

Menurutnya,  rehabilitasi tidaklah menakutkan, dan menyeramkan. Ia mengajak untuk pecandu narkoba, ayo datang ke BNN Banten agar badan menjadi sehat serta bugar.

“Dengan tingginya pecandu narkoba dan minimnya yang enggan melakukan rehabilitasi tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa saja salah satu faktor menularnya virus HIV dan AIDS,” tandasnya.(Aden)

0 59

DetikBantencom, Kota Serang – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi dan Ma’ruf pada Minggu 20 Oktober 2019, Tokoh Masyarakat Provinsi Banten KH Embay Mulya Syarif mengucapkan rasa syukur dalam pelaksanaan rangkaian Pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar aman dan kondusif.

“Alhamdulillah proses pemilu dari sejak awal sampai dengan pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019 berjalan dengan aman dan kondusif,” kata KH Embay Mulya Syarif saat ditemui dikediamannya, Selasa (22/10/2019).

KH Embay mengatakan, dengan di lantiknya presiden dan wakil presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin,  saat ini bangsa Indonesia sudah mendapatkan pemimpin bangsa untuk 5 (lima) tahun ke depan. Sehingga  dapat mewujudkan NKRI yang lebih maju.

“Pemimpin yang terpilih saat ini adalah keputusan dari pelaksanaan pesta demokrasi. Semoga dat mewujudkan NKRI yang lebih maju,” harapnya.

Selanjutnya, tak lupa KH Embay sangat mengapresiasi upaya maksimal jajaran Polri dan TNI dalam menjalankan tugasnya menciptakan situasi yang kondusif. Serta berhasil mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yaitu H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin dengan aman dan lancar sekaligus mampu mengendalikan situasi tetap kondusif.

“Saya apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri dalam mengamankan pesta demokrasi masyarakat Indonesia, dan menciptakan situasi yang kondusif,” ujarnya.(Aden)

0 45

DetikBantencom, KOTA SERANG – Kabar miris datang kota Serang, di tengah tengah kota Serang, ternyata terdapat sepasang suami istri yang telah tinggal di gubuk bambu berukuran 6×10 selama bertahun-tahun.

Sepasang kekasih tersebut bernama Otong dan Badrah, yang telah tinggal selama 7 tahun, di pinggir jalan Kebon Jahe, RT 05, RW 14, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, kota Serang.

Kondisi rumah yang berlapiskan kayu maupun bambu tersebut menghiasi kehidupan Otong dan Badrah. Baik di kala hujan turun maupun teriknya panasnya sinar matahari.

Tahun demi tahun pun berganti, Otong dan Badrah sepasang suami istri yang tinggal di gubuk bambu, pada tahun 2014 di anugrahi seorang anak bernama Fikri. Namun kehendak berkata lain, dengan keterbatasan ekonomi yang dirinya miliki. Anak ketiga dari pasangan Otong dan Badrah seperti terkena penyakit gizi buruk, karena sudah berusia 5 tahun, tangan, kaki maupun badan tetap terlihat kurus.

Dengan keterbatasan, Otong seorang suami dari Badrah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan mengaku, tidak dapat berbuat apa-apa, hanya meminta kepada Allah SWT untuk kesembuhan anaknya.

“Padahal anak saya sudah berusia 5 tahun, tetapi berat badannya tak kunjung bertambah. Tetap 6 kilo. Anak saya ini belum bisa jalan, belum bisa duduk, dan hanya tiduran saja. Ya saya, hanya dapat berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhannya,” kata Otong saat di temui di kediamanya, di pinggir Jalan Kebon Jahe, Selasa(22/10/2019).

Ketika di tanyai untuk berobat anaknya, Otong hanya dapat terdiam dengan mengatakan sambil terbata-bata. “Ya Mas, mau bagaimana lagi. Saya ga punya biaya, pekerjaan saya pun hanya sebagai buruh bangunan,” kata Otong sambil tersendu-sendu dan meneteskan air mata.

Kemudian Otong pun mengaku, dirinya tidaklah memikirkan tempat tinggal yang tidak layak, karena dirinya hanya menginginkan kesembuhan anaknya. “Saya tidak memikirkan tempat tinggal. Saya minta toIongin anak saya, biar bisa sembuh dan bisa jalan. Saya juga ingin, anak bisa hidup normal,” tutupnya seraya menunjukan kondisi anaknya.(Aden)

0 50

DetikBantencom, Kota Serang – Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Jokowi Ma’ruf Amin yang akan di laksanakan pada Minggu 20 Oktober 2019 besok, pihak dari masyarakat maupun pemerintah Kabupaten/Kota Serang mendukung dan mendoakan keselamatan agar pelantikan berjalan lancar.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga Cikepuh, Kelurahan Unyur, kecamatan Serang, Kota Serang. Mereka mendeklarasikan mendukung pelantikan presiden dan mengajak masyarakat menjaga kondusifitas. Serta menolak keras aksi terorisme dan paham radikalisme.

“Kita sebagai masyarakat Banten yang paling pertama mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, dan kami berharap tidak ada demo. Demi menjaga kondusifitas serta ketentraman,” kata Tokoh masyarakat Cikepuh, Nasir saat di temui di lokasi, Sabtu(19/10/2019).

Menurutnya, nama baik Banten sudah di permalukan dengan adanya tragedi penusukan kepada Menkopolhukam Wiranto. Yang dilakukan oleh dua orang, saat kunjungan di kabupaten Pandeglang.

“Kami siap bekerja sama yang baik dengan kepolisian dan kami meminta mengusut tuntas pelaku penusukan,” tegasnya.

Tak sampai disitu, Nasir juga meminta, usai pelantikan Presiden RI priode 2019-2024. Jokowi dengan Prabowo Subianto dapat menyelesaikan pertikaian pendukung yang selama ini masih terjadi ditingkat bawah. “Kita minta Pak Jokowi sama pak Prabowo lakukan rembukan nasional di kedua kubu, demi NKRI,” tandasnya.(Aden)

0 46

DetikBantencom, Kota Serang – Bayi perempuan yang ditemukan di daerah Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang pada hari minggu 6 Oktober 2019 lalu, resmi diadopsi. Warga yang mengadopsi adalah pasangan suami istri Ari James Faradi dan Fitriana Damayanti Warga Pandeglang.

Proses penyerahan bayi tersebut dilakukan oleh Walikota Serang Syafrudin dan Ibu Walikota Serang Ade Jumaiah Syafrudin dan disaksikan langsung oleh kepala Dinas Kesehatan kota Serang, M Ikbal dan Direktur RSUD Banten Danang Hamzah.

Pasangan Pasutri Ari James Faradi dan Fitriana Damayanti adalah salah seorang yang beruntung dari 72 peminat. Ia pun berhasil masuk kiteria untuk mengadopsi, bayi kecil mungil tersebut. Salah satu kiterianya adalah menikah selama 12 tahun lebih, tetapi belum mendapatkan keturunan.

“Saya kira Ari Jensfaradi ini adalah orang cocok untuk mengadopsi bayi mungil ini. Karena dia sudah menikah selama 12 tahun, tetapi belum memiliki keturunan. Terlebih, secara Ekonomi sudah mapan, dan rasa ingin memiliki anak sangat tinggi. Dia juga sosok lelaki yang bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang,” kata Walikota Serang, Syafrudin saat menyerahkan bayi perempuan mungil, kepada Ari Jensfaradi, di RSUD Banten, Jalan Raya Serang- Pandeglang, Jum’at(18/10).

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Banten, Danang Hamzah menuturkan, selama 12 hari tersebut, bayi perempuan mungil di rawat secara maksimal. Bahkan juga, kata dia, di dalam perawatannya di bantu Tim Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2P2A) Kota Serang.

“Alhamdulilah sekarang kondisi bayi sudah bisa di bawa pulang. Bahkan dapat diurus oleh Ari James Faradi sebagai orang tua yang mengadopsi,” kata Danang.

Sementara itu, Orang tua yang berhasil mengadopsi bayi perempuan mungil, Ari Jensfaradi mengakui, sangat bersyukur dan tidak percaya doa yang di pajatkannya telah terkabul oleh Allah SWT. Walaupun, sambungnya, proses untuk bisa menjadi orang tua dari bayi tersebut sangatlah panjang, dan berjuangan dari awal sampe akhir.

“Amanat inipun akan saya jaga dengan baik. Akhirnya, setelah sekian lama, saya bisa memiliki anak. Rasa syukur yang selalu saya panjatkan,” terangnya.

Sedangkan untuk nama si bayi, kata Ari Jensfaradi, masih di rahasiakan, karena harus melakukan selamatan cukuran terlebih dahulu. “Untuk nama masih rahasia, karena kita harus selamatan cukuran terlebih dahulu. Agar sesuai amanat islam,” pungkasnya.(Aden)

0 60

DetikBantencom,  Kota Serang – Ratusan masyarakat Kota Serang yang terdiri pejabat lingkungan Pemkot Serang, TNI, Polri dan Ulama mengadakan Doa bersama di Masjid Agung Kesultanan Banten, Jum’at (18/10/2019).

Doa bersama dilakukan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin terpilih yang akan dilantik pada 20 Oktober 5019 mendatang.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pada 20 Oktober 2019 Presiden dan Wakil Predisen hasil Pemilu 2019 akan dilantik. “Sesuai surat edaran menteri, semua warga Indonesia termasuk Kota Serang ada doa bersama,” katanya saat memberikan sambutan.

Dengan doa bersama tersebut, ucap Syafrudin, pelantikan dapat berlangsung lancar dan aman. Kemudian, Jokowi-Ma’ruf dapat memimpin Indonesia menjadi lebih maju. “Kita doakan tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan dan mendapat berkah,” harapnya.

Menurutnya, doa bersama juga menjadi ajang silaturahmi antara pejabat Pemkot dan masyarakat. Merawat kultur religius masyarakat Kota Serang.

“Doa ini selain untuk kita semua, juga untuk keselamatan bersama termasuk keselamatan presiden dan wakil presiden,” pungkasnya.(Aden)

error: Content is protected !!