Minggu, Februari 10, 2019
Kota Tangerang Selatan

0 36

DetikBantencom, Serpong Utara – Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Banten nomor urut 25 H. Budi Heryadi, SE, SH kembali menuai respon positif dari organisasi masyarakat di Tangerang Raya.

Kali ini dukungan datang dari Forum Komunikasi Putera-Puteri Purnawirawan dan Putera-Puteri TNI Polri (FKPPPI) Kota Tangsel. Dipimpin oleh Idham, FKPPI siap memenangkan H. Budi Heryadi pada Pemilu bulan April 2019 mendatang.

Foto Istimewa

“Kami melabuhkan dukungan ke Pak Haji Budi karena kami tahu track recordnya selama ini. Beliau penuhi kriteria calon DPD RI yang kami inginkan,” kata Idham, sesaat setelah pernyataan dukungan di Sekretariat Pemenangan H. Budi Heryadi di Crystal Line Alam Sutera, Serpong Utara, Jum’at malam (14/12) kemarin.

Sebagai wujud konkretnya, tambah Idham, FKPPI akan menginstruksikan seluruh pengurus dan anggotanya untuk membantu kemenangan di tiap TPS.
“Komitmen kami Haji Budi memperoleh minimal 100 ribu suara di Tangsel. Biasanya calon yang kami usung menang” ujarnya dengan nada optimis.

Pada kesempatan yang sama, H. Budi Heryadi mengapresiasi dukungan kepadanya. “Di akhir tahun ini banyak sekali yang mendukung saya di pencalonan DPD, termasuk teman-teman FKPPI. Atas nama pribadi dan tim saya haturkan terima kasih”, kata H. Budi.

Menurut H. Budi, FKPPI merupakan organisasi tangguh, profesional dan mandiri. “Yang saya salut dari FKPPI adalah militansi dan jaringan sampai bawah. Telah teruji sejak 40 tahun yang lalu,” puji H. Budi.

Kedepan, H. Budi akan terus bersinergi dg FKPPI dalam rangka membangun Banten, khususnya Tangsel. “Jika terpilih, saya akan meminta saran dan masukan dr FKPPI agar Banten lebih maju, sejahtera dan berbudi,” tutup H. Budi (Awd)

0 40

DetikBantencom, Tangsel – Ciputat merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 460.447 jiwa.

Di daerah ini juga, terdapat Universitas Islam Negeri, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah cukup lama berdiri di perbatasan antara Ibu Kota DKI Jakarta dengan Provinsi Banten.

Tidak sedikit penduduk pendatang yang menetap di ciputat. Paling banyak pendatang dari kalangan Mahasiswa yang kuliah di UIN Jakarta, jumlahnya kurang lebih mencapai 14 ribu, bahkan tiap tahun terus mengalami peningkatan jumlah pendatang mahasiswa baru yang menetap di ciputat.

Belum lama ini, Ciputat digegerkan dengan berita yang beredar, banyaknya mahasiswa UIN Jakarta yang mengalami kehilangan kendaraan roda dua (motor). Hal itu terjadi, dikarenakan penjagaan serta pengawasan diwilayah ciputat tidak diperketat.

Istimewa

Salah satu korban kehilangan motor belum lama ini bernama Halim, Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta semester 1, dirinya mengungkapkan bahwa, motor yang ia pakai sehari-hari untuk pulang pergi kuliah raib begitu saja.

“Pada waktu itu, kamis malam jum’at, saya bawa motor saya ke kosan temen, sengaja saya taro disitu, karena motornya mau dipinjam juga oleh teman saya”, ucapnya

Manurut halim, sebelum motor dirinya hilang, halim menjelaskan bahwa, lingkungannya tersebut memang kedapatan sering banyaknya kehilang kendaraan roda dua milik para mahasiswa/i yang tinggal ngekost didaerah tersebut.

“Katanya sih, menurut teman-teman saya yang pernah ngekost disini (red-Jl. Semanggi II) memang sering kosan ini banyak yang kehilangan motornya, karena awalnya saya belum tau, kalo daerah sini ternyata kurang aman juga, pas saya amati kurang begitu ketat penjagaan jam malam sampai pagi,” terangnnya

Dirinya mengharapkan, adanya titik terang dari Polisi Sektor Ciputat (Polsek) setempat untuk segera memberikan keterangan yang bisa memberikan angin segar bagi setiap mahasiswa yang mengalami kehilangan roda duanya, menurut data yang di himpun, sudah 5 kali mahasiswa mengalami kehilangan roda duanya di daerah ciputat.

Di ketahui, halim sudah melaporkan kendaraan miliknya yang hilang ke Markas Polsek Ciputat, sejauh ini masih dalam tahap pencarian. (Awd)

0 57

DetikBantencom, Banten – Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung Dr. Fachrurrazi mengatakan, program terbaru sistem rujukan online yang sudah berjalan tiga bulan lalu akan terus disosialisasikan, guna memberikan kemudahan dan kepastian pelayanan di fasilitas kesehatan.

Sistem rujukan online adalah digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk berikan kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit yang disesuaikan dengan kompetensi, jarak serta kapasitas rumah sakit.

“Rujukan online ini juga bertujuan yang berdasarkan kebutuhan medis pasien,” katanya pada saat Media Gathering bertajuk Ngopi Bareng BPJS Kesehatan, di Rumah Makan Kayu, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/10/2018).

Ia mengatakan, kemudahan yang akan dirasakan oleh peserta, jika memanfaatkan sistem rujukan online ini yakni para peserta bisa mendapat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang jaraknya dekat, bisa mengantri lebih cepat karena data sudah terkoneksi secara online dan ketika surat rujukan hilang tetap bisa dilayani di FKRTL.

“Peserta penerima rujukan bisa mendapatkan pelayanan dengan sarpras yang dibutuhkan, hari dan jam praktik sudah ditetapkan serta terhindar penumpukan antrian,”paparnya.

Ia menjelaskan, sistem rujukan online ini akan mulai efektif pada Januari hingga Maret 2019 nanti. Pasalnya, BPJS Kesehatan terus membenahi pelayanan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa stakeholder untuk mendisiplinkan dan menata agar pelayanan kesehatan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (Aden)

0 187

DetikBanten.com, Kota Tangsel – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, Tharlis Dian Syah Lubis, mendukung penuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan dibawah kepemimpinan Ahmad Syawqi.

Hal itu ia sampaikan, dalam merespon beredarnya kabar dualisme kepemimpinan dalam tubuh KNPI di Tangerang Selatan, yang saat ini masih terjadi.

Menurut Tharlis, keberpihakan HMI Cabang Ciputat kepada KNPI Kota Tangerang Selatan dibawah kepemimpinan Ahmad Syawqi ini bukan tanpa alasan.

Tharlis menjelaskan, kepemimpinan Syawqi di KNPI Tangerang Selatan sudah sah sesuai aturan organisasi yang ada dalam tubuh KNPI.

Syawqi, kata Tharlis mengungkapkan, ditunjuk menjadi Ketua KNPI Kota Tangerang Selatan berdasarkan Keputusan DPR KNPI Provinsi Banten, Nomor: Kep.013/DPD KNPI/BTN/VIII/2018.

“Bila kita melihat aturan main, ya KNPI yang sah adalah dibawah kepemimpinan Ahmad Syawqi, karena jelas ada surat keputusan (SK) nya, jadi tidak ada alasan lagi tidak mengakui kepemimpinannya,” kata Tharlis.

Berdasarkan informasi yang beredar, saat ini KNPI Kota Tangerang Selatan yang awalnya dua kepengurusan (dualisme) telah melebur.

Meski begitu, Eko Wijayanto yang juga mengklaim dirinya sebagai Ketua KNPI membantah soal kabar KNPI Kota Tangerang Selatan telah melebur menjadi satu kepengurusan.

Dikutip redaksi dari nonstopnews.com, Senin (17/09), Eko menyanggah keputusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Provinsi Banten yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2018 lalu.

“Berkaitan dengan beredarnya Surat Keputusan (SK) KNPI (Banten), yang seolah-olah sudah terjadinya penyatuan KNPI di Tangsel, maka dengan ini saya membantahnya. Saya Eko Wijayanto, masih tetap ketua sah DPD Kota Tangsel, kata Eko.

Seperti diketahui, KNPI Kota Tangerang Selatan dibawah kepemimpinan Ahmad Syawqi saat ini didukung penuh oleh organisasi Cipayung Plus, diantaranya HMI Cabang Ciputat, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Tangerang Selatan dan Mathla’ul Anwar Kota Tangerang Selatan.

Sekertaris Jenderal Generasi Muda (Gema) Mathla’ul Anwar Kota Tangerang Selatan, M. Adhia Muzaki di tempat terpisah mengatakan, hingga saat ini semua organisasi kelompok Cipayung solid mendukung KNPI Kota Tangerang Selatan dibawah kepemimpinan Ahmad Syawqi.

“Sejauh ini, dalam menyikapi kisruh KNPI, bukan hanya Gema Mathla’ul Anwar yang mendukung KNPI kubu Syawqi, tapi juga Cipayung, misalnya HMI dan KAMMI, kami solid pada KNPI Syawqi,” pungkasnya. (Roby)

0 96

DetikBanten.com, Tangsel – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya membuka akses putaran arah kendaraan bermotor atau U-Turn. Kebijakan itu menuai reaksi positif dari kalangan mahasiswa kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kecamatan Ciputat.

“Alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada Dishub Tangsel,” ungkap Wakil Ketua BEM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Ia memberikan apresiasi lantaran sudah mengabulkan keinginan masyarakat sekitar. menurut Adi, penutupan U-Turn di depan kampus sangat dikeluhkan masyarakat karena terbukti tidak berhasil mengurai kemacetan.

“Semoga pembukaan U-Turn ini bukan sekedar nyenengin sementara tapi tetap dibuka sampai kapanpun,” ujarnya.

Diketahui, terhitung mulai Senin (14/8/2018) lalu Dishub dan Polres Tangsel menutup tiga titik U-Turn yang ada di sepanjang koridor Jalan Ir H Djuanda. Ketiganya yakni di depan kampus UIN, komplek dosen UI dan Sandratex.

Penerapan rekayasa lalu lintas koridor sepanjang sekitar lima kilometer itu, bagi pengendara yang melintas dari arah Lebak Bulus diharuskan berputar di kolong fly over Ciputat. Adapun dari arah Ciputat menuju Pondok Pinang mesti berputar arah di Sespolwan, Pondok Pinang. (Awd)

0 156

DetikBanten.com, Tangsel – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke 73, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, Jumat (17/08) kemarin, menggelar kegiatan bersih-bersih Situ Kuru di Kecamatan Ciputat Timur.

Kegiatan bersih-bersih Situ Kuru itu, dilakukan mahasiswa sebagai bentuk keprihatinan, atas banyaknya sampah di lingkungan Situ tersebut.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, Tharlis Dian Syah Lubis saat dihubungi redaksi seusai kegiatan mengatakan, pihaknya bersama seluruh jajaran pengurus cabang merasa prihatin atas berserakanya sampah di lingkungan Situ Kuru.

“Agenda bersih-bersih Situ Kuru ini, sebagai bentuk kepedulian kami, sekaligus kami sebagai mahasiswa yang ada di Ciputat, merasa prihatin atas berserakannya sampah di Situ Kuru ini,” kata Tharlis Dian Syah Lubis, Sabtu (18/08) kepada Jurnalis menejalskan.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang Selatan pada bulan Juli 2018, produksi sampah di Tangerang Selatan, mengalami peningkatan, sebanyak 15 persen setiap harinya. Sementara itu, produksi sampah di Tangerang Selatan, setiap harinya mencapai 300 Ton.

Produksi sampah di Tangerang Selatan itu, berasal dari produksi sampah rumah tangga, pasar, restoran dan perusahaan-perusahaan besar di Tangerang Selatan, salah satunya Perusahaan Bumi Serpong Indah (BSD) Sinarmas Land, dan Bintaro.

Dengan produksi sampah yang cukup banyak tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sampai saat ini mengakui, pembuangan sampah di Kota yang mendapat penghargaan Smart City tersebut, belum memiliki pembuangan sampah yang memadai dan terhitung masih kurang.

“Selain itu, agenda bersih-bersih situ ini juga merupakan salah satu bentuk kritik kami sebagai mahasiswa, kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami HMI Cabang Ciputat sangat mempertanyakan kinerja Pemkot Tangsel ini, terutama dalam hal lingkungan dan penataan kota,” tegas Tharlis.

Sementara itu, di tempat terpisah, Muara Torang Hadomuan Siregar, Wakil Sekertaris Umum Bidang Lingkungan Hidup menegaskan, sangat miris dan prihatin bahkan juga mengecam pemerintah.

Torang yang juga penanggung jawab program bersih-bersih Situ Kuru itu berpandangan, bila produksi sampah terus meningkat, dan pemerintah masih absen dalam mengantisipasi soal sampah, Kota Tangerang Selatan dipastikan akan sulit menerima penghargaan Adipura dari Kementerian mendapatkan prestasi kota bersih.

“Sekali lagi aku tegaskan, Tangsel ini akan sulit mendapatkan Adipura sebagai kota bersih, bila sampah disini (Tangsel) di diamkan saja oleh Pemkot,” tambah Torang.

Torang saat dihubungi Jurnalis mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah kota Tangerang Selatan, serius dalam bekerja, terutama dalam mengatasi banyaknya sampah di Tangerang Selatan, salah satunya di Situ Kuru Kecamatan Ciputat Timur. (HM/RB/Red).

0 97

DetikBanten.com, Kota Tangsel – Sebanyak 24 anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), dilantik sebagai pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asperapi Banten periode 2018-2022.

Acara yang dimulai pukul 14:00 WIB tersebut dilaksanakan di Hall Nusantara, Indonesian Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show).

Dalam acara tersebut, hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Ketua Umum Asperapi Effie Setiabudi, Mohammad Anwar dari Rick and Pandawa Lawfirm, perwakilan Dompet Dhuafa Banten, Kepala Cabang Bank Mandiri Tangerang Selatan Tufia Arini, Ketua Umum Ashepi Thamrin Bustami, Keluarga Besar Seni Golok Indonesia, Keluarga Besar GenPi Banten, Akademisi dari beberapa universitas di Banten, dan lintas stakeholder pameran lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Asperapi Banten Deden Sunandar mengatakan, Industri MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) diyakini oleh banyak kalangan, menjadi salah satu bagian sektor industri pariwisata yang bisa meningkatkan perekonomian negara.

Oleh karena itu tidak heran, jika pemerintah telah menempatkan MICE sebagai produk unggulan pariwisata Nasional sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

“Berbicara industri MICE, Provinsi Banten mempunyai potensi besar menjadi destinasi wisata MICE. Karena, selain berada pada posisi strategis, Banten juga telah memiliki beberapa kriteria untuk dijadikan tujuan wisata MICE,” ungkapnya.

Dirinya berharap, agar pemerintah mau mengajak serta menunjuk pihaknya dalam setiap kegiatan pameran atau event-event di pemerintahan. “Apapun kegiatannya, agak sulit untuk mengemas apabila tidak melibatkan kami. Pemerintah tunjuk kami dalam setiap pameran atau event yang akan diadakan. Biar lebih menarik dalam pengemasan kami siap membantu untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung,” tandasnya.

Ditempat yang sama dalam kesempatan agenda Banten MICE Forum, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati berharap dengan menggeliatnya industri MICE di Banten, dapat meningkatkan SDM serta menjadi pintu masuk wisatawan ke Banten.

“Saya berharap dengan adanya MICE bisa menjadi pintu masuk wisatawan untuk masuk ke Banten. Sehingga banyak yang lebih mengenal Banten, mulai dari nasional sampai mendunia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asperapi Effi Setiabudi menyatakan, pariwisata merupakan ujung tombak perekonomian Banten.

“Saat ini organizer asing banyak yang ingin berkolaborasi dengan pihak organizer Indonesia. Semoga kedepannya pemerintah, para pelaku usaha ataupun organizer bisa bekerjasama untuk sama-sama membangun peningkatan perekonomian di Banten,” terangnya. (lux)

0 44

Detikbanten.com – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Badan Koordinasi HMI Jabotabeka-Banten, akan berlangsung beberapa waktu lagi. Dalam merespon hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat, mengusung kandidat Ketua Umum.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ciputat, Tharlis Dian Syah Lubis mengatakan, HMI Cabang Ciputat merespon baik, oleh karena itu, Tarlis mengemukakan, pihaknya mengusung kandidat.

“Kami keluarga besar HMI Ciputat merespon baik perhelatan Musda ini, sebagai bentuk respon baik, kami juga mengusung kader terbaik HMI Cabang Ciputat, bernama Ridho Anhar,” kata Tharlis saat tanya perihal Musda Badko Jabotabeka-Banten, yang akan digelar pada 21 Juli 2018 mendatang di Bekasi.

Pantauan Redaksi, Selasa (17/07) malam kemarin, Ridho Anhar dikawal Pengurus HMI Cabang Ciputat, menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia Musyawarah Daerah, di Sekretariat Kahmi Bekasi.

“Alhamdulillah, saat ini kandidat yang kami usung, saudara Ridho Anhar sudah mendaftar, persiapan kami juga sudah matang, Kahmi Ciputat juga All Out mendukung Ridho maju di Musda Badko Ini,” terang Tharlis.

Ridho Anhar di tempat yang sama juga menambahkan, dirinya menghaturkan banyak terima kasih kepada pengurus dan keluarga besar HMI Cabang Ciputat, yang telah mendukungnya maju jadi Ketua Umum Badko Jabotabeka Banten.

“Alhamdulillah, saya secara pribadi menghaturkan terima kasih, kepada pengurus HMI Cabang Ciputat, kepada keluarga besar HMI Ciputat, serta kepada seluruh Kahmi yang sudah All Out mendukung saya,” kata Ridho. (Awd)

0 43

DetikBanten.com, Tangerang Selatan – Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, meminta Polisi Daerah (Polda) Banten agar selalu siaga dalam mengantisipasi kemanan di Banten menjelang lebaran dan pasca lebaran.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten Jakarta, Adhia Muzaki, Jumat (8/06/2018) mengatakan, Kapolda Banten dan jajaran kepolisian, harus benar-benar siaga, terutama dalam menjaga keamanan menjelang lebaran.

“Secara tegas, kami dari keluarga besar Himpunan Mahasiswa Banten Jakarta, mengingatkan dan meminta agar, pihak kepolisian selalu siaga, dalam melakukan controling keamanan di Banten, terutama menjelang lebaran dan pasca lebaran,” kata Adhia saat dihubungi redaksi.

Berdasarkan laporan Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, dari bulan Januari sampai Desember tahun 2017, ada sebanyak 1.688 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalanan Provinsi Banten. Dari jumlah kasus kecelakaan itu, terdapat 725 korban jiwa, 366 orang luka berat, dan 1.674 orang luka ringan.

Selain itu, Adhia juga meminta kepada seluruh jajaran kepolisian di Banten agar, meningkatkan kesiagannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami juga meminta kepada Kapolda dan Jajaran, supaya kembali meningkatkan kesiagaan, terutama dalam memantau dan mengontrol arus mudik, jangan sampai pada momentum hari suci ini, Polda Banten kecolongan lagi, seperti yang sudah-sudah, salah satunya peredaran narkoba” tegas Adhia.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Narkotika (BNN), angka pengguna penyalahgunaan narkoba di Banten meningkat. Selama dua tahun terakhir, sejak 2015 sampai 2017, kenaikan jumlah pengguna narkoba mencapai 14.751 orang.

Para pengguna narkoba di Banten, berdasarkan laporan BNN Provinsi Banten, sejak tahun 2015, terjadi di 8 kabupaten/kota, sebanyak 155.693 orang atau 1,74 persen dari jumlah penduduk. Sementara itu, pada tahun 2017, meningkat menjadi 170.444 orang atau 1,83 persen. (Awd/Red)

0 48

DetikBanten.com – Dari hasil Operasi Sikat Jaya 2018 dan kegiatan Sahur on The Reskrim (SOTReskrim) selama bulan Ramadhan 1439 H, oleh Polres Tangerang Selatan dan Unit Sat Reskrim Polsek Jajaran berhasil mengamankan dan menyita 10.720 botol, telah dilakukan pemusnahan minuman keras dengan berbagai jenis, merk dan kadar alkohol. Pemusnahan botol miras tersebut dilakukan di halaman Polres Tangsel. Rabu (6/06/2018)

Dari keterangan pres releasenya Kapolres Tangsel, AKBP Ferdi Iriawan mengatakan bahwa minuman keras berbagai jenis ini dimanakan dari berbagai warung dan tempat yang digunakan warga untuk mengkonsumsi minuman tersebut.

“Dari hasil Operasi dilapangan tim sat reskrim polres tangsel mendapati 5 orang pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap orang lain yang mengakibatkan luka, hal ini terjadi di karenakan setelah mengkonsumsi minuman keras, kemudian terjadi perselisihan,” kata Ferdi

Lebih lanjut ferdi menjelaskan, mengkonsumsi minuman keras ini banyak dampak buruknya yang didapatkan dibandingkan manfaatnya.

“Jadi inilah bahayanya mengkonsumsi minuman keras, dari sisi kesehatan berbahaya, kemudian dari sisi dampak dari pada miras ini, dapat menghilangkan kesadaran ataupun akal sehat seseorang, sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan diluar batas kewajaran,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Wali Kota Tangsel, Airin Rachmy Diani menghimbau kepada masyarakat tangsel melarang keras untuk tidak mengkonsumsi minuman keras.

“Mudah-mudahan dengan hal ini bisa menjadi catatan dan juga pelajaran buat masyarakat tangsel, bahwa meminum-minuman keras hilangnya kesadaran yang akhirnya maen hakim sendiri dan tentu maen hakim sendiri itu tidak bisa dibenarkan, sehingga akhirnya yang dirugikan bukan hanya diri sendiri,akan tetapi juga keluarga dan juga orang lain.” Tandas Airin

Airin menambahkan, selain banyaknya dampak yang diakibatkan seseorang mengkonsumsi minuman keras, Pemerintah Kota tangsel juga, menurutnya sudah membentuk Perda yang melarang minuman keras beredar sudah ditegakan, ia mengajak kepada seluruh warga tangsel untuk mematuhi perda tersebut.

Diketahui, akibat peredaran minuman keras tersebut terdapat tindak pidana pengeroyok kan yang terjadi di warnet Inpress Kampung Bulak, Benda Baru Kec. Pamulang. Kota Tangsel beberapa waktu lalu. (Awd/Red)

RANDOM POSTS

0 10
DetikBantencom,  Kota Serang - Dewan Pimpinan Pusat Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (DPP PPSTB) bekerjasama dengan DPD Banten Gerakan Relawan Jokowi (GRJ) menggelar Bhakti...
error: Content is protected !!