Rabu, Desember 5, 2018
Kriminal

0 7

DetikBantencom,  Kota Cilegon – Tim Gabungan Direktorat Narkoba Mabes Polri, berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis ganja seberat 20 kilogram.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pihaknya mengamankan adanya  terduga kurir narkoba yang berada didalam bus Jurusan Jakarta- Medan.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap terduga kurir narkoba, yang berada di dalam bus ALS jurusan Jakarta-Medan,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso saat dikonfirmasi, Senin (03/12/18).

Ganja tersebut, kabarnya akan dikirim menggunakan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), menyebrang melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 05.20 wib pagi tadi. Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, kemudian pukul 07.00 wib, kurir seorang diri itu dibawa ke Mabes Polri, untuk diperiksa lebih lanjut.

Dengan alasan masih dalam tahap pengembangan, penangkapan yang dipimpin oleh AKP Hendry beserta tujuh personil Mabes Polri dan dibantu oleh Polres Cilegon, enggan memberikan keterangan lebih lanjut, lantaran masih dalam tahap pengembangan jaringan.

“Terduga satu orang kurir dan barang bukti, dibawa oleh anggota Ditnarkoba Bareskrim Polri, untuk dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Sementara itu,  Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edi Sumardi  membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap terduga bandar narkoba, oleh Tim Gabungan dari Mabes Polri, Dir Narkoba Banten, Polres Cilegon dan Polsek setempat di Pelabuhan Merak Cilegon Senin dini hari.

“Saat Ini terduga sudah diamankan tim dari Mabes Polri dan sedang dilakukan pengembangan penyelidikan guna mengetahui sejauh mana keterlibatan pelaku dan asal usul barang haram itu serta siapa pengirimnya dan akan diedarkan dimana barang terlarang tersebut,” ujar Edi.

Edi menambahkan, untuk informasi lebih akuratnya dirinya menunggu release dari Mabes Polri. “Karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan pihak Mabes Polri,” pungkasnya.(lux)

0 16

DetikBantencom, Kota Cilegon – Pengiriman narkoba jenis sabu-sabu di Kampung Cikubang,  Desa  Argawana,  Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang berhasil digagalkan Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Metro Jakarta Barat. Selain menangkap empat orang pelaku, polisi juga ikut menyita barang bukti sekitar  40 kilogram  sabu-sabu, 20.000 buktir pil ekstasi yang dikemas dalam karung dan uang tunai Rp  3 juta. Keempat tersangka, antara lain Angga(30), Hasan (41), Suryadi (36) dan Supri (34), masih diperiksa intensif di Mapolres Jakarta  Barat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, penangkapan pelaku  itu dilakukan pada Selasa  (20/11). Barang haram itu dibawa oleh dua  pelaku yang merupakan warga Lampung dari Ketapang, Lampung Selatan, menggunakan perahu kayu dengan tujuan pangkalan perahu nelayan di Kampung Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Setelah sandar di pangkalan perahu nelayan, dua pelaku  langsung memindahkan sabu-sabu ke mobil warna hitam yang dikendarai dua orang  pelaku  lainnya, yang sebelumnya sudah menunggu.

Setelah narkoba dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke Jakarta,  Tim Sat Reskoba Polres Metro Jakarta Barat yang datang ke lokasi langsung  melakukan penyergapan. Bahkan, polisi sempat mengeluarkan tembakan ke udara, sebelum akhirnya berhasil membekuk keempat pelaku. “Saya kaget ketika ada penangkapan kasus narkoba di sini, nggak nyangka karena di sini itu biasanya tempat sandar perahu nelayan,” kata salah seorang warga setempat, Nahrawi kepada awak media, Kamis (22/11/2018).

Ia menjelaskan, dua orang pelaku  yang membawa narkoba menggunakan perahu itu adalah warga Lampung. “Bukan orang sini, orang Lampung itu. Adik kakak mereka berdua. Ada dua orang juga yang membawa mobil untuk mengangkut narkoba, itu bukan orang sini, kayaknya orang Cina,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso membenarkan, adanya penangkapan 4 orang terduga pelaku  penyelundupan narkoba oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. “Memang benar mereka Polres Jakarta Barat sedang melakukan  control  delivery sejak dua minggu belakang  dan mereka menginfokan, bahwa ada kegiatan di situ. Saya jawab silakan. Begitu berhasil menangkap barang bukti langsung dibawa ke  Jakarta Barat,  tapi  kita belum tahu apa yang dibawa dan tersangkanya siapa,” tandas AKBP Rizki.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya pengungkapan narkoba  dalam jumlah  besar oleh  Sar  Reskoba  Polres  Jakarta  Barat. “Saat ini masih kita proses dan mengembangkan kasus narkotika ini,” tukas Kombes Argo Yuwono,  kemarin.(lux)

0 56

DetikBantencom, Serang Kota – Pelaku kejahatan jalanan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Tim gabungan Reserse Mobil (Resmob), Tim Jawara Polda Banten dan Tim Buser Polres Serang Kota berhasil meringkus Ar Alias Iwan (29). Pelaku ditangkap di sekitar rumah rekannya yang masih sekampung di Lingkungan Kejambulan, Desa Gosara, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Minggu (18/11/2018) dinihari.

Dalam pengambangan kasus, pelaku spesialis jambret ini tersungkur setelah kedua kakinya terkena timah panas karena berusaha melarikan diri dan tidak menggubris tembakan peringatan petugas. Tersangka segera dilarikan ke RSUD Banten untuk diberikan pengobatan. Tersangka berikut barang bukti motor Kawasaki Ninja B 6620 GLL diamankan di Mapolres Serang Kota.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten  AKBP Asep Sukandarisman membenarkan bahwa pelaku penjambretan telah berhasil diringkus tim gabungan Polda Banten dan Polres Serang Kota. Hanya saja, Asep tidak dapat menjelaskan lebih jauh dikarenakan tersangka berikut barang bukti ditangani Polres Serang Kota.

“Tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolres Serang Kota. Untuk keterangan lebih lengkap coba konfirmasi Kasat Reskrim,” kata Asep melalui sambungan telepon.

Sementara itu,  Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menjelaskan, tersangka pelaku jambret berhasil ditangkap saat berada di rumah temannya yang masih sekampung dengan tersangka. Kapolres mengatakan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka karena berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan.

“Petugas melakukan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka karena berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan,” ujar Kapolres.

Dalam pemeriksaan, lanjut Kapolres, tersangka mengakui sudah 7 kali melalukan penjambretan di wilayah Kota Serang dengan sasaran pengendara motor yang membawa tas.

“Sejumlah barang hasil jambret diantaranya handphone dijual kepada penadah di Kota Serang dan penadahnya sudah berhasil diamankan,” ungkap Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin dikonfirmasi detikbantencom, Senin (19/11/2018).

Seperti diketahui, aksi penjambretan yang sempat viral di media sosial ini dialami Sri Whayuni, 31, warga Kampung/Desa Pasir Tangkil, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Pada saat melintas di Jalan Raya Serang – Pandeglang di sekitar lingkungan Sempu, Kota Serang, korban yang mengendara motor berboncengan dengan anaknya dipepet pelaku yang menggunakan motor Ninja.

“Karena korban berusaha mempertahankan tas terjadi tarik menarik hingga mengakibatkan korban dan anaknya terjatuh. Korban Sri Wahyuni mengalami koma karena luka berat di kepala,” kata Kapolres.

Dari kejadian itu, Tim Buser Polres Serang Kota dipimpin Iptu Yuda Purawan dibantu Tim Resmob dan Tim Jawara Polda Banten langsung bergerak untuk mencari pelaku penjambretan. Kerja keras tim gabungan berhasil mengidentifikasi dan berhasil meringkus tersangka saat nongkrong di rumah rekannya berikut penadahnya. (Aden)

0 87

DetikBantencom, Kota Serang – Jajaran Polres Serang Kota mengamankan seorang oknum inisial AHS yang di duga mengaku sebagai Anggota KPK dengan kedapatan membawa kartu identitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kota Serang.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, oknum berinisial AHS diamankan saat yang bersangkutan berada di Pos Lantas Polres Serang Kota di depan Ramayana Kota Serang.

“Kita amankan di Pos lantas Ramayana Kota Serang, ditemukan oleh Wakapolres Serang Kota, kemudian timbul kecurigaan karena yang bersangkutan tidak dikenal, pas ditanya, yang bersangkutan bilang ‘saya dari KPK’ sambil menunjukkan id card KPK, setelah didalami ternyata kartu palsu,” ujar Komarudin di Mapolres Serang Kota, Sabtu (17/11/2018).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, belum ada indikasi penipuan atau orang yang merasa dirugikan dengan adanya kartu identitas palsu tersebut.

“Menurut keterangan sementara, kartu identitas palsu itu dibuatkan oleh orang di Jakarta dan sudah memilikinya dua tahun,” terangnya.

“Yang bersangkutan kita kenakan wajib lapor dan pembinaan sambil pendalaman apakah nanti ada pengembangan dari hasil komunikasi di HP, kalau ada kerugian masyarakat tentu akan diproses,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka inisial AHS mengaku kepada polisi dirinya mendapatkan kartu identitas KPK yang diduga palsu tersebut dari temannya yang berada di Jakarta.

“Kartu ini (KPK) dikasih sama pak Makmun, rumahnya di Jakarta, kenal waktu di Jakarta di rumah makan, udah lama, Pak Makmun minta foto saya, saya bilang buat apa, kata dia mau dibikinin kartu, terus saya kasih,” pungkasnya.

Akibat tindakannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Aden)

0 66

DetikBantencom, Kota Serang – Polres Serang Kota Menertibkan dua tempat hiburan di wilayah kota dan kabupaten Serang yang tidak memiliki izin yang ada diwilayah hukum Polres Serang Kota. Kedua tempat hiburan tersebut yakni cafe royal resto dan cafe star queen.

Dari hasil tersebut, petugas mengamankan 467 botol miras berbagai merek dari kategori golongan A, B dan C dengan kadar 5 persen sampai 40 persen keatas, serta 5 wanita pekerja cafe dan Alat DJ.

“Sejak berdirinya Polres Serang Kota hingga saat ini, kami belum menemukan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang perizinan operasional tempat hiburan malam,” kata Kapolres Polres Serang Kota AKBP Komarudin saat gelar ekpose Mapolres Serang Kota, Kamis (15/11/2018).

Kapolres mengatakan, dari dua tempat hiburan malam faktanya, pihaknya hanya menemukan izin yang dimiliki cafe tersebut untuk izin restoran, tetapi banyak di cafe tersebut ditemukan minuman berakohol dan alat-alat DJ.

“Kami menemukan miras beralkohol berbagai merek dan sarana pendukung hiburan yang tidak identik dengan restoran, totalnya mencapai 467 botol miras berbagai golongan A, B dan C,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, Cafe Star Queen yang berada di Lingkar Selatan, perbulan Mei 2017 izinnya telah dicabut oleh Pemkab Serang, dengan demikian, kafe tersebut secara hukum tidak sah.

“Dari Cafe Star Queen , kami harus mengamankan 5 karyawan yang masih dalam proses pemeriksaan, sampai saat ini kami tuntut identitas yang bersangkutan, jelasnya.

“Kedua pengelola kafe tersebut dikenakan dengan Perda nomor 2 tahun 2010 tentang Pekat di Kota Serang dan Perda nomor 5 tahun 2005 tentang Pekat di Kabupaten Serang. Ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda paling banyak Rp 50 juta,” tutupnya. (Aden)

0 15

DetikBantencom, Kab Serang – Kasus pencurian motor yang meresahkan warga berhasil diungkap petugas Polsek Kopo. Tiga tersangka pencurian motor yang sudah belasan kali beraksi di Kabupaten dan Kota Serang berhasil diringkus di tiga lokasi berbeda. Dari ketiga tersangka ini petugas berhasil mengamankan 13 unit motor berbagai merk.

Ketiga tersangka itu inisial HN (23), AR (23) dan AR alias Eli (18). Ketiganya merupakan warga Desa Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. Selain mengamankan belasan motor, petugas juga mengamankan 8 buah mata leter T yang digunakan merusak lubang kunci motor serta dua buah golok yang biasa digunakan saat operasi.

Kapolsek Kopo, AKP Maryadi, SH, SIk mengatakan, terungkapnya kasus pencurian motor yang meresahkan warga Kecamatan Kopo ini bermula dari tertangkapnya HN oleh warga saat mencuri motor Honda Beat POP A 6572 OA milik Ohim warga Kampung Kabayan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

“Tersangka HN tertangkap warga, sedangkan dua rekannya yang menggunakan motor berhasil melarikan diri. Setelah diberitahu warga, petugas yang tengah melakukan patroli langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tersangka AR Keduanya saat itu juga diamankan ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolsek saat gelar ekspose di Mapolsek Kopo, Selasa (13/11/2018).

Dalam pemeriksaan, dua tersangka warga Kabupaten Lebak ini mengungkapkan identitas pelaku yang berhasil melarikan diri. Berbekal informasi dari kedua tersangka, tim unit reskrim yang dipimpin langsung Kapolsek Kopo segera melakukan pengejaran ke sejumlah lokasi tempat persembunyian tersangka.

“Tersangka Agun alias Eli akhirnya berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari tersangka Agun ini, petugas mengamankan barang bukti kunci T,” jelasnya.

Berdasar pengakuan, lanjut Kapolsek menambahkan, ketiga tersangka ini sudah belasan kali melakukan aksi pencurian motor. Motor hasil kejahatan tersebut oleh tersangka dijual ke sejumlah penadah di Kabupaten Lebak, diantara di Kecamatan Muncang, Sajira, dan Cipanas dengan harga yang berbeda sesuai kondisi motor.

“Dari pengakuan tersangka, kami langsung bergerak untuk mengambil motor motor hasil curian. Setelah diingatkan, Warga yang menguasai motor menyerahkan kepada petugas,” ujarya

Terkait kondisi motor, Kapolsek mengatakan beberapa nomor rangka dan mesin diketahui dalam kondisi rusak sehingga pihaknya agak kesulitan untuk memberitahu pemiliknya. Sedangkan motor yang berhasil diketahui identitasnya, diserahkan kepada pemiliknya.

“Ada beberapa motor yang belum diketahui pemiliknya, oleh karena itu bagi warga yang pernah kehilangan motor bisa datang ke Mapolsek Kopo. Jika ada yang dikenali, silahkan beritahu kami dengan menunjukan dokumen kepemilikan,” tandasnya.(Aden)

0 28

DetikBantencom, Kota Cilegon – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon dan Polsek Puloampel berhasil meringkus tiga orang pelaku pemerasan terhadap penjual gas elpiji 3 kg. Dalam menjalankan aksi kejahatannya, para pelaku mengaku sebagai wartawan dan anggota kepolisian.

Penangkapan ini berawal dari laporan salah seorang pedagang gas elpiji bernama Suwandi di Sumuraja, Puloampel, Kabupaten Serang. Ketiganya ditangkap saat tengah mengancam dan menakut-nakuti korbannya.

“Pelaku mengaku sebagai wartawan dan polisi buser dan mengancam korban untuk memberikan uang sebesar Rp 4 juta,” ungkap Wakapolres Cilegon Kompol Fredya Tribhakti kepada awak media, Senin (12/11/2018).

Lanjut Wakapolres, jika korbannya tidak memeberikan sejumlah uang, ketiga pelaku yang diketahui bernama Hakim Mulyadi, Suherlan, Gun Gun Sutrisno, mengancam akan melaporkan korban ke Menteri ESDM lantaran harga jual gas elpiji terlalu mahal.

Dikatakannya, harga gas elpiji yang dijual korban yakni Rp18 ribu, menurut para pelaku harga tersebut terlalu mahal. Seharusnya harga jual dikisaran Rp16 ribu.

“Karena penjualan yang dilakukan korban Rp18 ribu terlalu mahal maka harga tersebut menyalahi peraturan Menteri ESDM yang seharusnya dijual Rp16 ribu,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra mengatakan dengan modus tersebut, para pelaku kemudian meminta sejumlah uang agar korban tidak dilaporkan ke Menteri ESDM. “Korban pun terpaksa memberikan uang lantaran para pelaku mengaku sebagai wartawan dan anggota polisi,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti antara lain satu unit mobil, kartu tanda pengenal intel pers, dan kalung penyidik polri. Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan pasal 378 KUHP junto 368 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara.(lux)

0 35

DetikBantencom, Banten – Tim Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil amankan dua pemuda yang diduga pengedar dan pemakai narkotika jenis tembakau Gorilla. Kedua tersangka inisial AM (18) dan NFI (22).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat, bahwa di wilayah tersebut sering terjadi peredaran gelap narkotika jenis tembakau Gorila.

Dari informasi tersebut petugas berhasil mengamankan AM (18) warga Kaloran Brimob Kota Serang, di pinggir jalan, tepatnya di Kaloran Brimob, Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, pada Kamis (08/11/2018) lalu, sekira pukul 22.50 WIB.

“Pada saat melakukan penggeledahan didapatkan BB 1 bag kecil narkotika jenis tembakau Gorila yang digenggam ditangan kiri dan 1 paket kecil berisi narkotika jenis tembakau Gorila, dengan berat keseluruhan 3,63 gram,” ujar Ditresnarkoba Polda Banten, Hernowo, Sabtu (10/11/2018).

Tersangka mengaku kepada polisi, bahwa barang tersebut didapat dari rekannya yang berinisial (NFI). Berdasarkan dari informasi tersebut kemudian petugas melakukan pengembangan kembali dan kemudian pada hari yang sama pukul 23.20 WIB, Subdit 1 kembali mengamankan seorang laki-laki di rumahnya, yang tercatat sebagai mahasiswa, warga Kaloran Brimob Kota Serang.

“Dari TKP kedua, Petugas berhasil mengamankan 6 bag kecil berisi narkotika jenis tembakau Gorila dan 14 bag besar berisi narkotika jenis tembakau Gorila dengan berat keseluruhan 87,99 gram,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka diancam dengan Undang Undang Narkotika, UU RI Nomor 35 tahun 2009 jo Permenkes Nomor 20 Tahun 2018. (Aden)

0 37

DetikBantencom, Kota Cilegon – Tiga pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu yang beraksi di Kota Cilegon berhasil ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cilegon. Polisi berhasil menyita 2 kilogram ganja kering dan 14 paket sabu dari tangan ketiga pelaku.

Kasat Narkoba Polres Cilegon AKP Panji Firmansyah mengatakan, ketiga pelaku yang berhasil diringkus merupakan jaringan yang berbeda-beda. Ketiga pelaku tersebut berinisial FR (23), AW (28) dan FH (30).

“Untuk pelaku FH dan FR kita tangkap di Merak, barang bukti yang kita amankan dari keduanya kurang lebih 2 kilogram ganja. Sementara untuk pelaku AR kita tangkap di wilayah Kalang Anyar Cibeber, barang bukti yang kita sita dari AR sebanyak 14 paket sabu,” kata AKP Panja kepada awak media di Mapolres Cilegon, Jumat (9/11/2018).

Dikatakannya, bahwa untuk jaringan pelaku FH dan FR tersebut, polisi masih terus melakukan pengembangan dan mengejar teman pelaku berinisial AW warga Serang yang hingga kini masih buron.

“Jadi pelaku AW ini yang menyimpan barang di sekitar Terminal Pakupatan Serang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku pengedar sabu berinisial AR yang ditangkap, ternyata memiliki keseharian berjualan bubur ayam di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI).

“Iya, saya biasa menjual bubur ayam di PCI, terus saya terpaksa menjual sabu-sabu karena butuh uang banyak dan mendesak. Kalau hasil jualan bubur nggak cukup, makanya jual sabu-sabu biar dapat uang banyak,” paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP tentang penyalahgunaan dan peredaran zat terlarang narkotika. Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun sampai 20 tahun penjara.(lux)

0 123

DetikBantencom, Kab Serang – Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Serang menetapkan 6 orang tersangka Oknum Ormas Lapbas dalam kasus pengeroyokan anggota Polsek Cikande inisial TW (40) di wisma Cariti Cikande, Rabu 12 September 2018 lalu.

Keenam anggota ormas tersebut, kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka yang diamankan yakni MS, MT, HN, AM, ML, dan AN. Sementara untuk satu orang DPO inisial YN.

“Kita Amankan 6 orang tersangka Oknum Ormas Lapbas, dan 1 orang masih DPO inisial YN, ujar Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, saat gelar Ekspos di Mapolres Serang, Senin (15/10/2018).

Diceritakan Kapolres, rekaman ini terjadi pada hari Selasa (11/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Para tersangka berkumpul di tempat proyek Yamatogawa di kawasan Modern Cikande sambil makan- makan dan minum-minuman keras jenis Kolesom.

Setelah selesai, lanjut Kapolres, tersangka MS ditemani seorang wanita pergi dari tempat para tersangka menggunakan sepeda motor menuju ke Wisma Ceriti dengan tujuan akan menginap di wisma tersebut.

“Selang beberapa menit kemudian, tersangka MS memanggil temannya di depan dan mengatakan dia ribut dan berkelahi dengan resepsionis yang tidak lain masih warga Serang Jauh di Ciruas,” paparnya.

Kemudian, lanjut Kapolres, teman-temannya datang ke Wisma itu. Mendengar ada keributan korban TW yang sedang berpatroli datang ke lokasi hendak melerai.

“Namun para tersangka MS langsung mengacungkan Badik, namun ditangkis oleh korban sehingga terjadilah pengeroyokan itu,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil penyelidikan kepada tersangka, berkordinasi dengan pihak DPD Ormas Lapbas, penangkapan empat tersangka dilakukan pada hari rabu (12/9) lalu, di kantor LSM DPD Laskar Pendekar Banten Sejati Cipocok Jaya.

“Keempat tersangka tersebut yakni MS, MT, HN dan AM, hasil pengembangan bertambah lagi 3 orang, Kemudian di amankan besok harinya dua orang AN, ML dan satu masih DPO inisil YN,” terangnya.

Kepada polisi, para tersangka mengaku, melakukan pengeroyokan tersebut terjadi setelah mengkonsumsi minuman keras.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka, antara lain, satu kursi Stainles, satu kursi Stainles empat dudukan, satu tempat sampah dan satu buah hard disk rekaman cctv,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Aden)

RANDOM POSTS

0 15
DetikBantencom, Kota Serang- Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin Subadri hari ini secara resmi dilantik  Gubernur Banten Wahidin Halim sebagai Walikota dan wakil...
error: Content is protected !!