Sabtu, Februari 16, 2019
Kriminal

0 12

DetikBantencom, SERANG – Subdit 3 Dit Narkoba Polda Banten berhasil mengamankan 2 orang pelaku tindak pidana Narkotika jenis Shabu  dikediaman seorang tersangka di wilayah Karundang, Serang, Kamis (14/02/2019) pukul 15.30 WIB. Kedua tersangka tersebut berinisial HD (30) dan HR (32) yang merupakan warga Banten.

Kapolda Banten Irjen Drs Pol Tomsi Tohir Msi melalui Dir Narkoba Kombes Pol Yohanes Hernowo membenarkan atas penangkapan 2 orang tersangka pengguna Narkotika jenis shabu. Pelaku yang berhasil diamankan inisial HD (30) dan HR (32) yang merupakan warga Banten.

“Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti  1 buah paket klip bening yang berisikan Narkotika jenis Sabu dan alat Hisab sabu (bong),” kata Kombes Pol Yohanes, Jumat (15/2/2019).

“Terhadap 2 orang tersangka tersebut  akan dikenakan pasal kepemilikan atau penguasaan Narkotika dalam konteks untuk digunakan secara melawan hukum, maka kepada para tersangka dapat dikenakan Pasal 127 UU Narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara,”jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi menghimbau kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah terhadap bahaya Narkoba dilingkungan masing-masing.

“Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba tidak semata – mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ia menghimbau  kepada masyarakat untuk berhati-hati adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan mengaku sebagai anggota Polri yang dapat membantu menyelesaikan kasus narkotika maupun kasus yg lain,

“Hati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan situasi. Biasanya oknum tersebut menghubungi keluarga tersangka dengan meminta sejumlah uang,” tandasnya.(Aden)

0 43

DetikBantencom, Kota Serang – Seorang Pemuda pengangguran berinisial R (27) warga lingkungan Cimuncang, Kelurahan Cimuncang Kota Serang, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota di kediamannya pada Selasa (12/2/2019) kemarin, sekira pukul 08:00 WIB. Pelaku ditangkap karena kedapatan memiliki Narkoba Jenis Sabu.

Kasat Narkoba, AKP Wahyu Diana mengatakan, bahwa tersangka adalah seorang pengangguran, dan baru hendak memulai bisnis haramnya melalui sistem ketemuan.

“Jadi kita mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa tersangka sering keluar pada malam hari. Oleh itu, kita melakukan penyelidikan, dan teryata mereka memakai cara jual codan, dari temen ketemen,” ungkap AKP Wahyu, saat ditemui di kantor Polresta Serang Kota, Rabu(13/2/2019).

AKP Wahyu juga menerangkan, bahwa tersangka R, pada saat ditangkap tidak menyimpan Barang Bukti (BB). Karena BB sudah dilempar atau disimpan oleh tersangka di beberapa tempat.

“Tersangka ini cukup koperatif, dan sangat pintar. Jadi pada saat diintrogasi oleh petugas, barulah tersangka menunjukan barang-barang yang sudah disimpannya, dan petugas berhasil mengamankan tiga bungkus plastik narkotika jenis Sabu ditiga tempat,” terangnya.

Dari hasil pengakuan tersangka, lanjut Wahyu,  petugas berhasil menemukan 3 bungkus Plastik berisikan Narkotika Jenis Sabu, yang disimpan oleh tersangka di daerah cimuncang, Cilame dan daerah Kaliwadas Kota Serang.

“Saat ini,  tersangka berinisial R diamankan di Polresta Kota Serang untuk dilakukan pengembangan. (Aden).

0 92
Foto Ilustrasi

DetikBantencom, SERANG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten berhasil membongkar jaringan kolaborasi penerbitan kepemilikan tanah. Pelaku melawan hukum untuk mengambil hak orang lain atau merugikan orang lain di 3 wilayah antara lain Kabupaten Tangerang, Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Dalam pengungkapan, Tim Satgas Mafia Tanah berhasil mengungkap 4 target dengan modus yang berbeda beda dan melakukan penahanan terhadap 10 orang tersangka. Ironisnya, selain unsur swasta, para mafia tanah ini diketahui melibatkan oknum birokrasi dan mantan Kepala Desa.

Kesepuluh tersangka itu berinisial ML, DH, JA, ID, ED, SW, HE, PH, JA dan LM. Tersangka Jam diketahui sebagai mantan Kades Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Is adalah PNS Satpol PP Kecamatan di Kabupaten Serang, PH adalah honorer pada kantor yang membidangi pertanahan, sedangkan tersangka Ja adalah Kepala Sub Bagian TU pada kantor dinas Kota Serang.

“Kesepuluh tersangka ini terbagi 4 kelompok yang berbeda dengan peran dan modus yang berbeda beda, namun yang paling menjadi prioritas pengungkapan adalah penerbitan Hak Milik yang sah namun prosesnya yang melawan hukum, ditambah lagi dengan cara kolaborasi permufakatan Jahat,” ujar Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Novri Turangga, Selasa (5/1/2019).

Novri menjelaskan kasus mafia tanah yang berhasil diungkap yaitu pemalsuan 6 Akte Jual Beli di Desa Telaga Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang seluas 5.411 meter hektar dengan menyertakan 6 dokumen sebagai warkah. Dalam kasus ini dua orang tersangka berinisial ML dan DH ditangkap pada 4 Februari 2019 kemarin.

“Kedua tersangka ini memalsukan 6 dokumen warkah tanah seluas 5411 m2 yang berlokasi di Desa Telagasari, Balaraja, untuk dijadikan akte jual beli sebagai syarat pembuatan sertifikat hak milik tanah berlokasi di Desa Telagasari. Fakta penyidikan berdasarkan BAP, ahli Waris Enan Bin Empi sebagai pemilik tanah tidak pernah memindahalihkan hak tanah kepada siapapun,” jelasnya.

Novri menambahkan, kasus mafia tanah lainnya terjadi di wilayah Cisait, Kabupaten Serang. Pelaku memalsukan isi surat dan memalsukan tandatangan di 4 AJB seluas 19.661 M2 selanjutnya digunakan untuk proses alih hak dan terbitkan SHM.

“Dari kasus ini tiga orang kita tahan, yaitu JA Mantan Kades Cisait Kec. Kragilan, IS  bekerja sebagai ASN dan ED sebagai wiraswasta. Ketiganya kita tahan pada akhir Januari kemarin,” jelasnya didampingi Kateam Tindak Kasubdit II Hardabangtah AKBP Sofwan Hermanto.

Selanjutnya, Novri menambahkan Satgas Mafia Tanah juga berhasil mengungkap modus penawaran perumahan subsidi Panorama Cilegon di Jalan Cikerai, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon diatas tanah orang lain seluas 9.600 m2. Dalam kasus ini ada 59 konsumen menjadi korbannya.

“Tersangka yang kita amankan dua orang yang mengaku sebagai pengembang perumahan PT Asly Grya Berlian, inisialnya SW dan HR,” tambahnya.

Kasus lainnya, Novri mengungkapkan mafia tanah pembebasal lahan tol Serang – Panimbang dengan modus menawarkan bidang tanah kepada korban dengan data 23 Pemilik tanah. Dalam aksinya pelaku mengaku terlibat sebagai Team Pembebasan Jalan Tol Serang – Panimbang, dengan bermodalkan peta.

“Tersangkanya ada tiga orang, yaitu PH honorer disalah satu institusi pertanahan, JA pejabat Dinas di Kota Serang, dan LM wiraswasta. Dalam kasus ini korban mengalami kerugian sekitar Rp5,5 miliar,” tegasnya.

Novri menegaskan, kemungkinan mafia tanah masih tersebar di beberapa titik dengan modus berbeda. Pelaku biasanya memanfaatkan sejumlah tanah kosong dan menduduki hingga membuat sertifikat dengan cara ilegal.

“Modusnya kan banyak, jadi pembuatan surat tanah yang bodong, surat penguasaan tanah yang tidak beritikad baik karena bukannya tanahnya tapi hanya tanah kosong, main tempati saja dan kita pastikan para pelaku ini akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (Aden)

0 34

DetikBantencom, SERANG – Jajaran Polres Serang berhasil menangkap 2 (dua) tersangka Pencurian Pemberatan mesin ATM. Kedua tersangka berinisial DS (21) dan AS (24) ditangkap saat mencongkel mesin ATM menggunakan kawat milik bank BRI di depan PT. Lungcheong Brothers Kampung Petung, Desa Sentul Kecamatan Kragilan, kabupaten Serang, (10/1/2019) sekira pukul 02:00 WIB.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, modus operandi yang dilakukan kedua tersangka warga Desa Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tenggamus, Lampung tergolong baru. Hanya dengan menggunakan kawat dan pinset pelaku dapat mengambil uang dalam mesin ATM.

“Modusnya terbilang baru di wilayah hukum polda Banten dan berbeda dengan kasus yang sama yang pernah kita ungkap sebelumnya,” ujar Kapolres  saat menggelar ekspose di Mapolres Serang, Cisait Kragilan. Jumat (18/1/2019).

Diceritakan Kapolres, pelaku mengambil uang dengan cara memasukan kartu ATM BRI milik pelaku seperti penarik pada umumnya. Setelah mesin ATM sedang berproses dan kotak uang terbuka, pelaku memutus aliran listrik sehingga proses penarikan uang terhenti dan kotak uang masih terbuka.

“Setelah lubang terbuka, pelaku menarik uang mencongkel menggunakan kawat dan dan mengambil uang nya menggunakan pinset,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, kasus pembobolan mesin ATM ini, berawal Tim Buser yang melakukan patroli rutin pada Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 02.00, mencurigai dua pria di sekitar lokasi mesin ATM .

Kapolres menambahakan, kedua pria menggunakan motor tanpa plat nopol kemudian masuk ke ruangan ATM. Begitu keluar, lanjut Kapolres, petugas langsung menangkap. Dalam penggeledahan didapat sejumlah alat bukti dan tersangka langsung digelandang ke Mapolres Serang.

“Untuk barang bukti yang kita amankan berupa, 1 kawat dan pinset, 1 kartu ATM BRI, serta 4 lembar uang pecahan 50 ribu. Selain itu 2 buah handphone serta motor Honda Beat tanpa plat nopol yang digunakan sebagai sarana kejahatan,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. (Aden)

0 43

DetikBantencom, SERANG – Tim Opsnal Subdit 3 Ditnarkoba Polda Banten berhasil meringkus seorang pelaku tindak pidana Narkotika jenis Shabu di perumahan Bukit Tirta Nirmala, Kuranji Cikulur, Kota Serang, Selasa malam (15/01/2019) Pukul 23.30 WIB.

Pelaku merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial YN (47) warga Komplek Taman Asri, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang – Banten.

“Ya, tim Opsnal Narkoba Polda Banten berhasil amankan seorang diduga pelaku tindak Narkoba jenis Shabu tadi malam,”terang Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi kepada awak media, Rabu (16/1/2019).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir melalui Dirnarkoba Kombes Pol Johanes Hernowo menyebutkan, penangkapan YN berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa sering terjadi peredaran gelap dan penyalahgunaaan Tindakan Pidana Narkotika jenis shabu-shabu di Perumahan Bukit Tirta Nirmala, Kuranji Cikulur Kota Serang.

Ia menambahkan, kemudian tim Opsnal Subdit 3 melakukan penggerebekan yang dilakukan di rumah tersangka, sehingga mendapatkan barang bukti 2 paket klip bening berisikan shabu-shabu. Terus, didapatkan shabu yang disimpan didalam kotak perhiasan warna merah dan Alat hisab shabu (bong).

“Dalam kasus seperti ini, kita dari Kepolisian akan mengamankan barang bukti Barang Bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, kembangkan jaringan dan kita akan melakukan proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Dirnakoba Polda Banten. (Aden)

0 64

DetikBantencom, Kota Serang – Tim Sat Reskrim Polres Serang Kota dan Subdit Jatanras Polda Banten berhasil menangkap AN (23) pelaku pembunuhan wanita bernama Tia (42) warga kampung Pasirrandu, Kelurahan Pegadungan, kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.

Tersangka inisial AN(23) warga kampung Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang ditangkap di rumah kontrakannya di kecamatan Tambora Jakarta Barat pada Selasa (15/1/2019) sekira pukul 02:00 WIB.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afandi diwakili Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Aditia mengatakan, selama 3 hari pihaknya melakukan penyelidikan mengambil keterangan dan memeriksa beberapa saksi menetapkan 1 orang tersangka inisial AN.

“Atas bantuan tim resmod ditreskrimum Polda Banten, kami tangkap Tersangka AN di kontrakan kecamatan Tambora Jakarta Barat, berusaha melawan petugas, pelaku kita lumpuhkan,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Aditia, saat gelar ekpose di Mapolres Serang Kota, Selasa (15/1/2019).

Diceritakan Ivan, motif yang dilakukan, pelaku mempunyai hubungan khusus, pelaku sempat melakukan hubungan intim dengan korban. Setelah korban bersama tersangka melakukan hubungan intim,  tersangka mengaku kepada korban tidak mempunyai pekerjaan. Korban menghina tersangka lalu berteriak.

“Namun tersangka tidak terima, merasa sakit hati dengan perkataan korban, pelaku mencekik korban dari belakang hingga korban tidak berdaya. Lalu tersangka mengikat tali leher korban dan kaki kanan korban,” jelasnya.

“Setelah korban tidak bernyawa, pelaku meninggalkan korban, dan mengambil barang-barang milik korban berupa perhiasan emas, Hp dan uang,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 339 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup.(Aden)

0 75

DetikBantencom,  SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan  pungutan liar (pungli) terhadap korban bencana tsunami di selat sunda oleh Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) kabupaten Serang.

Ketiga tersangka yakni seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial F, dan dua karyawan dari
sebuah perusahaan swasta berinisal I dan B.

Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli mengatakan, penetapan ketiga tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada 5 (lima) orang saksi dan beberapa alat bukti seperti  kwitansi tidak resmi yang dikeluarkan oleh tersangka F.

“Kita telah menetapkan tiga tersangka setelah mendapatkan dua alat bukti,” kata Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, Kapolres serang Kota AKBP Firman Afandi dan Plt Direktur RSDP Sri Nuryani saat press rilis di Mapolda Banten, Sabtu (29/12/2018).

Dadang menjelaskan, dari 34 jenazah yang ditangani oleh RSDP Kabupaten Serang, hanya 11 keluarga jenazah yang ditangani CV Nauval Zaidan dan 5 (lima) orang yang dipungut tidak biaya, dan 6 (enam) orang yang dipungut biaya.

Dikatakan Dadang, Ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ketiga Tersangka diancam dengan pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) kabupaten Serang Sri Nuryani berterima kasih kepada jajaran polda Banten dan polres Serang kota yang telah mengungkap kasus pungli yang terjadi di RSDP.

“Itu memang betul-betul kami lakukan tanpa pamrih, sesuai peraturan yang ada, kami sangat menyayangkan dan  kami sangat terpukul dengan kejadian ini, sangat sedih dan hancur, kata Sri. (Aden)

0 42

Detikbantencom Kota Serang – Tak disangka saat hendak menggerebek tersangka tindak pidana narkoba, jajaran Polres Serang Kota menemukan uang palsu sebanyak Rp 90 juta dengan pecahan Rp 100 ribuan.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afandi mengatakan, pada hari Selasa (3/12/2018), pukul 21.00 WIB, berawal akan mengejar tersangka terlibat tindak pidana narkoba di Kampung Kedu, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Pada saat itu pula pihaknya akan melakukan penangkapan untuk menahan barang bukti dan tersangka, namun pihaknya menemukan uang palsu sebanyak Rp 90 juta dengan pecahan Rp 100 ribu sebanyak 932 lembar.

“Pada saat kita lakukan penangkapan untuk menahan barang bukti dan tersangka dirumahnya, ternyata kita temukan uang palsu sebanyak Rp 90 juta. Untuk sementara kronologis seperti itu, nanti uang palsunya milik siapa atau mau diapakan masih dalam pengembangan, tersangka masih dalam DPO,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi saat melakukan pressrilis di Mapolres Serang Kota, Rabu (19/12/2018).

Menurut Kapolres, dengan belum ditemukan tersangka yang saat ini masih dalam pengejaran, pihaknya juga tidak bisa mengetahui latar belakangnya. Hanya pihaknya sudah mengetahui dengan inisial GPR.

“Karena si DPO masih belum didapatkan, dengan inisial GPR dengan latar belakang belum diketahui. Kan niat awalnya kita mau mengungkap narkoba, ternyata ketemu uang palsu, apakah ada hubungannya penjualan narkoba dia dengan uang palsu, kita masih belum tahu. Masih dalam pendalaman anggota dilapangan,” jelasnya

Diterangkan Kapolres, pihaknya juga belum mengetahui apakah uang palsu ini pernah digunakan apa belum. “Tapi nanti akan kita dalami lagi, apakah sudah pernah dipakai atau belum,” tandasnya

Atas perbuatannya pelaku, akan dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dengan undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, paling lama sampai 10 tahun. “Jadi cukup berat. Pasti ada tersangka lain, karena kan uang palsu tidak mungkin sendiri, pasti ada tersangka lain, akan kita kembangkan,” pungkasnya.(Aden)

0 36

DetikBantencom,  Kota Cilegon – Tim Gabungan Direktorat Narkoba Mabes Polri, berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis ganja seberat 20 kilogram.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pihaknya mengamankan adanya  terduga kurir narkoba yang berada didalam bus Jurusan Jakarta- Medan.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap terduga kurir narkoba, yang berada di dalam bus ALS jurusan Jakarta-Medan,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso saat dikonfirmasi, Senin (03/12/18).

Ganja tersebut, kabarnya akan dikirim menggunakan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), menyebrang melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 05.20 wib pagi tadi. Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, kemudian pukul 07.00 wib, kurir seorang diri itu dibawa ke Mabes Polri, untuk diperiksa lebih lanjut.

Dengan alasan masih dalam tahap pengembangan, penangkapan yang dipimpin oleh AKP Hendry beserta tujuh personil Mabes Polri dan dibantu oleh Polres Cilegon, enggan memberikan keterangan lebih lanjut, lantaran masih dalam tahap pengembangan jaringan.

“Terduga satu orang kurir dan barang bukti, dibawa oleh anggota Ditnarkoba Bareskrim Polri, untuk dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Sementara itu,  Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edi Sumardi  membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap terduga bandar narkoba, oleh Tim Gabungan dari Mabes Polri, Dir Narkoba Banten, Polres Cilegon dan Polsek setempat di Pelabuhan Merak Cilegon Senin dini hari.

“Saat Ini terduga sudah diamankan tim dari Mabes Polri dan sedang dilakukan pengembangan penyelidikan guna mengetahui sejauh mana keterlibatan pelaku dan asal usul barang haram itu serta siapa pengirimnya dan akan diedarkan dimana barang terlarang tersebut,” ujar Edi.

Edi menambahkan, untuk informasi lebih akuratnya dirinya menunggu release dari Mabes Polri. “Karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan pihak Mabes Polri,” pungkasnya.(lux)

0 53

DetikBantencom, Kota Cilegon – Pengiriman narkoba jenis sabu-sabu di Kampung Cikubang,  Desa  Argawana,  Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang berhasil digagalkan Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Metro Jakarta Barat. Selain menangkap empat orang pelaku, polisi juga ikut menyita barang bukti sekitar  40 kilogram  sabu-sabu, 20.000 buktir pil ekstasi yang dikemas dalam karung dan uang tunai Rp  3 juta. Keempat tersangka, antara lain Angga(30), Hasan (41), Suryadi (36) dan Supri (34), masih diperiksa intensif di Mapolres Jakarta  Barat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, penangkapan pelaku  itu dilakukan pada Selasa  (20/11). Barang haram itu dibawa oleh dua  pelaku yang merupakan warga Lampung dari Ketapang, Lampung Selatan, menggunakan perahu kayu dengan tujuan pangkalan perahu nelayan di Kampung Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Setelah sandar di pangkalan perahu nelayan, dua pelaku  langsung memindahkan sabu-sabu ke mobil warna hitam yang dikendarai dua orang  pelaku  lainnya, yang sebelumnya sudah menunggu.

Setelah narkoba dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke Jakarta,  Tim Sat Reskoba Polres Metro Jakarta Barat yang datang ke lokasi langsung  melakukan penyergapan. Bahkan, polisi sempat mengeluarkan tembakan ke udara, sebelum akhirnya berhasil membekuk keempat pelaku. “Saya kaget ketika ada penangkapan kasus narkoba di sini, nggak nyangka karena di sini itu biasanya tempat sandar perahu nelayan,” kata salah seorang warga setempat, Nahrawi kepada awak media, Kamis (22/11/2018).

Ia menjelaskan, dua orang pelaku  yang membawa narkoba menggunakan perahu itu adalah warga Lampung. “Bukan orang sini, orang Lampung itu. Adik kakak mereka berdua. Ada dua orang juga yang membawa mobil untuk mengangkut narkoba, itu bukan orang sini, kayaknya orang Cina,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso membenarkan, adanya penangkapan 4 orang terduga pelaku  penyelundupan narkoba oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. “Memang benar mereka Polres Jakarta Barat sedang melakukan  control  delivery sejak dua minggu belakang  dan mereka menginfokan, bahwa ada kegiatan di situ. Saya jawab silakan. Begitu berhasil menangkap barang bukti langsung dibawa ke  Jakarta Barat,  tapi  kita belum tahu apa yang dibawa dan tersangkanya siapa,” tandas AKBP Rizki.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya pengungkapan narkoba  dalam jumlah  besar oleh  Sar  Reskoba  Polres  Jakarta  Barat. “Saat ini masih kita proses dan mengembangkan kasus narkotika ini,” tukas Kombes Argo Yuwono,  kemarin.(lux)

RANDOM POSTS

0 50
DetikBantencom, Kota Serang - Tim gabungan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang dan petugas Sat pol pp kota Serang  melakukan penertiban Alat Peraga...
error: Content is protected !!