Selasa, Oktober 16, 2018
Kriminal

0 45

DetikBantencom, Kab Serang – Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Serang menetapkan 6 orang tersangka Oknum Ormas Lapbas dalam kasus pengeroyokan anggota Polsek Cikande inisial TW (40) di wisma Cariti Cikande, Rabu 12 September 2018 lalu.

Keenam anggota ormas tersebut, kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka yang diamankan yakni MS, MT, HN, AM, ML, dan AN. Sementara untuk satu orang DPO inisial YN.

“Kita Amankan 6 orang tersangka Oknum Ormas Lapbas, dan 1 orang masih DPO inisial YN, ujar Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, saat gelar Ekspos di Mapolres Serang, Senin (15/10/2018).

Diceritakan Kapolres, rekaman ini terjadi pada hari Selasa (11/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Para tersangka berkumpul di tempat proyek Yamatogawa di kawasan Modern Cikande sambil makan- makan dan minum-minuman keras jenis Kolesom.

Setelah selesai, lanjut Kapolres, tersangka MS ditemani seorang wanita pergi dari tempat para tersangka menggunakan sepeda motor menuju ke Wisma Ceriti dengan tujuan akan menginap di wisma tersebut.

“Selang beberapa menit kemudian, tersangka MS memanggil temannya di depan dan mengatakan dia ribut dan berkelahi dengan resepsionis yang tidak lain masih warga Serang Jauh di Ciruas,” paparnya.

Kemudian, lanjut Kapolres, teman-temannya datang ke Wisma itu. Mendengar ada keributan korban TW yang sedang berpatroli datang ke lokasi hendak melerai.

“Namun para tersangka MS langsung mengacungkan Badik, namun ditangkis oleh korban sehingga terjadilah pengeroyokan itu,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil penyelidikan kepada tersangka, berkordinasi dengan pihak DPD Ormas Lapbas, penangkapan empat tersangka dilakukan pada hari rabu (12/9) lalu, di kantor LSM DPD Laskar Pendekar Banten Sejati Cipocok Jaya.

“Keempat tersangka tersebut yakni MS, MT, HN dan AM, hasil pengembangan bertambah lagi 3 orang, Kemudian di amankan besok harinya dua orang AN, ML dan satu masih DPO inisil YN,” terangnya.

Kepada polisi, para tersangka mengaku, melakukan pengeroyokan tersebut terjadi setelah mengkonsumsi minuman keras.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka, antara lain, satu kursi Stainles, satu kursi Stainles empat dudukan, satu tempat sampah dan satu buah hard disk rekaman cctv,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Aden)

0 94

DetikBantencom. Bandung – Insiden pengeroyokan mewarnai laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9). Dalam peristiwa itu, satu orang anggota Jakmania meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Haringga Sirila (23), warga Bangunusa RT 13/RW 03, Kelurahan Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana mengatakan korban meninggal setelah dihantam benda tumpul berkali-kali.

“Pelaku memukul korban dengan balok ada juga helm kaca dan lain sebagainya. Dengan tangan dan kaki juga. Mengakibatkan korban pada saat itu meninggal dunia di TKP,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (24/9) kemarin.

Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SMR (17), DFA (16), Joko Susilo (31). Mereka terancam hukuman lebih dari tujuh tahun penjara.

Delapan tersangka diketahui berdomisili di Kota bandung dan sekitarnya. Mereka berperan aktif dalam melakukan penganiayaan. Ada yang melakukan pemukulan, ada yang menendang dan ada yang melakukan pemukulan dengan berbagai benda.

“Para pelaku kita jerat dengan pasal 170 atau penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sampai saat ini terhadap para pelaku masih dilakukan penyelidikan,” ucap Yoris.

Dilansir dari Merdeka.com, Jumlah tersangka diprediksi bertambah. Pihak kepolisian masih melakukan upaya penangkapan dan pengejaran kepada para pelaku lainnya. Salah satu langkahnya adalah berkoordinasi dengan manajemen persib beserta pengurus pendukung Persib Bandung.

Yoris menegaskan, para supporter yang merasa ikut dalam aksi penganiayaan segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas.

“Kami mengharapkan kepada bobotoh lain segera menyerahkan diri baik ke kantor polrestabes atau kantor polisi terdekat,” ucapnya. (Red)

0 88

DetikBantencom, Kota Serang – Ratusan Unit kendaraan roda dua terparkir dihalaman Polda Banten, jalan syeh Nawawi, Kota Serang, kendaraan roda dua tersebut milik para korban curanmor hasil operasi Kalimaya 2018, di Mapolda Banten. Serang, (25/9/2018).

Ada hal yang menghebohkan bagi warga saat pengembalian kendaraan tersebut, ” pasalnya kepolisian Daerah Banten menghadirkan SPG cantik untuk memudahkan warga dalam mengenali kendaraannya yang hilang. SPG langsung mengantar warga dimana jejeran ratusan kendaraan berbagai jenis merk, satu persatu warga didampingi wanita cantik.

Dihadirkannya Sejumlah SPG Cantik oleh Polda Banten dalam rangka kegiatan ekspose Polda Banten dalam pelayanan motor hilang hingga jam 15.00.wib sore ini Dan setelahnya akan dilayani di masing masing Polres kabupaten/Kota di wilayah hukum Polda Banten.

Kapolda Banten Brigjend Pol Teddy Minahasa Putra menyampaikan Polda Banten dan jajaran melaksanakan Operasi Jaran Kalimaya 2018 dengan sasaran kendaraan bermotor hasil kejahatan curat (pencurian dengan pemberatan) dan curas (Pencurian dengan kekerasan). Para pelaku kejahatan terhadap kendaraan bermotor (R2) dan juga tempat-tempat yang menjadi sasaran pelaku kejahatan. Teddy menjelaskan dari hasil penyidikan, pelaku melakukan kejahatan curanmor rata-rata dengan sasaran di tempat parkir, teras kontrakan maupun di parkiran garasi, walaupun sudah dikunci stang. Waktu yang dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan kejahatan, terjadi sekitar pukul 19.00 wib jam 22.00 WIB untuk di parkiran minimarket dan pukul 02.00- 04.00 WIB untuk di kawasan perumahan atau kontrakan.

Para pelaku kejahatan curanmor menjual kendaraannya dengan harga antara 2 jt dan 3 juta tergantung dari jenis, kondisi dan tahun pembuatan kendaraan. Market penjualan sepeda motor hasil curian terbanyak terjadi di wilayah Kqbupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak,” ungkapnya.

“ Semuanya ada 144 Unit kendaraan Roda Dua yang berhasil diamankan oleh Polda Banten dan jajaran sebanyak 43 Unit Noka dan Nosinnya sengaja dirusak oleh pelaku guna mangaburkan identik pemilik. namun Pihak Polda Banten bekerjasama dengan Lab Forensik untuk menimbulkan kembali Noka & Nosinnya,” tambahnya. (Lee).

0 1858

DetikBanten.com, Kab.Serang – Pelaku Pengeroyokan satu anggota polisi Satlantas Polsek Cikande Bripka TW (40). ternyata Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS). Penganiayaan tersebut dilakukan di Wisma Cariti Cikande persis di depan pabrik Sepatu Parkland Wood Indonesia (PWI) Kabupaten Serang pada Rabu (12/9/2018) dini hari pukul 00.10 WIB.

Beberapa Oknum Ormas LAPBAS pengeroyok anggota Polisi berjumlah 9 orang, 4 darinya sudah diamankan pihak kepolisian, yaitu MK asal Kampung Gambar, Desa Nambo Ilir,  HK asal Kampung Gambar, Desa Nambo Ilir, MT asal Kampung Cibungur, Desa Ciagel, dan Dl Warga kampung Gambar, Desa Nambo Ilir, Ke 4 nya disergap dari Posko Ormas LAPBAS di Kota Serang. sedangkan ke 5 oknum ormas yang belum tertangkap sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

Sebelumnya keributan terjadi ketika anggota ormas akan menggunakan fasilitas losmen dengan rekan wanitanya. Namun oknum tersebut tidak mau membayar uang sewa kamar kepada petugas resepsionis yang tengah berjaga. Merasa sakit hati karena tidak bisa mendapat fasilitas gratis, oknum ormas tersebut melakukan penyerangan dan merusak fasilitas losmen. bahkan kaca bagian resepsionis hancur dirusak oleh oknum berseragam Pendekar Banten.

Hasil informasi Warga adanya keributan di losmen, Bripka TW datang ke lokasi kejadian. Anggota yang menanyakan penyebab keributan malah diserang oleh kelompok ormas tersebut.

“Anggota Polsek Cikande melerai keributan tersebut, namun sejumlah oknum Ormas LAPBAS tidak terima dilerai oleh anggota Polisi, sehingga ormas mengeroyok Anggota hingga babak belur, bahkan salah satu dari ormas sempat menusukan pisau jenis badik ke perut anggota, beruntung tidak mengenainya,” Ungkap Kapolsek Cikande, Kompol Kosasih pada detikbantencom, Rabu (12/9/2018).

Kini ke 4 pelaku Oknum Ormas LAPBAS diamankan Polres Serang Kabupaten untuk ditindaklanjuti. (Lee)

0 1180

DetikBanten.com, Kab. Serang – Oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas) diduga mengeroyok anggota kesatuan polisi sektor Cikande yakni Panit 2 Satlantas Polsek Cikande Bripka TW (40).  di Wisma Cariti Cikande, Rabu (12/9/2018).

Keributan terjadi bermula ketika anggota ormas akan menggunakan fasilitas losmen dengan rekan wanitanya. Namun oknum tersebut tidak mau membayar uang sewa kamar kepada petugas resepsionis yang tengah berjaga. Merasa sakit hati karena tidak bisa mendapat fasilitas gratis, oknum ormas tersebut meninggalkan lokasi. tak lama kemudian segerombolan orang yang diduga rekan-rekan oknum ormas tersebut melakukan penyerangan dan merusak fasilitas losmen. ada beberapa barang losmen yang rusak, bahkan bagian resepsionis hancur dirusak oleh oknum berseragam ormas tersebut.

Pada saat yang sama, Bripka TW datang ke lokasi kejadian. Anggota yang menanyakan penyebab keributan malah diserang oleh kelompok ormas tersebut.

“Mau nginap nggak mau bayar, anggota yang datang menanyakan malah diserang,” kata Kapolsek Cikande Kompol Kosasih pada detikbanten, Rabu (12/9/2018).

Beberpa oknum ormas tersebut padahal mengenal korban yang juga tengah mengenakan seragam dinas kepolisian,” Namun mereka tau korban adalah anggota polisi yang bertugas di Lantas Tambak. Tapi segerombolan ormas tersebut menghadiahi pukulan pada wajah dan bebarrapa bagian tubuh lainnya, bahkan sempat mau ditusuk,” kata Kosasih.

Ormas tersebut menurut Kosasih sudah sangat meresahkan masyarakat diwilayah serang timur  Dari sejak Januari 2018 sudah ada tiga laporan yang masuk ke Polsek Cikande mengenai sepak terjang ormas tersebut yang kerap menggunakan kekerasan terhadap masyarakat. “Cuma begitu lapor, warga biasanya langsung didatangi secara gerombolan,” Tutur Kosasih.

Saat ini pihak Kepolisian Cikande sudah mengamankan empat orang tersangka dalam kasus pengeroyokan anggota polisi Lantas Cikande. (Lee)

0 191

DetikBanten.com, Jakarta – Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan pihaknya menerjukan raturan personel guna memburu para pelaku penembakan tehadap dua anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat di jalan Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, dalam keadaan hidup atau mati.”Jadi kita terus melakukan pengejaran kepada yang bersangkutan all out. Lebih dari 100 anggota melakukan pengejaran. Kita enggak akan mengambil risiko yang bersangkutan hidup atau mati, harus tertangkap,” ucap Tito Karnavian di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 31 Agustus 2018

Namun, Tito menduga para pelaku saat ini dalam keadaan kritis. Dari informasi yang diterimanya menyebutkan para pelaku diketahui sempat berobat ke Rumah Sakit Slawi, Jawa Tengah lantaran menderita luka tembak.

Bahkan, dari keterangan dokter yang pada saat itu menangani, pelaku mengalami luka tembak yang cukup parah di bagian perutnya.

“Darahnya juga banyak keluar kena di bagian perut dan kemudian tensinya saat itu sudah drop ke-72. Mungkin juga sudah meninggal kita enggak tahu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota Polisi Unit PJR Tol Kanci-Pejagan Jabar 15 ditembak orang tidak dikenal. Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat, 24 Agustus 2018, sekitar pukul 21.25 WIB di kilometer 224.400 A (arah Jawa Tengah).

Penembakan itu terjadi saat itu dua anggota yang sedang melakukan patroli, tiba-tiba didatangi kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Kendaraan misterius tersebut, menghadang kendaraan dinas PJR 91501 dan menembakkan senjata api.

Beruntung dua anggota hanya mengalami luka berat. Dua anggota polisi tersebut adalah Aiptu Widi Harjana dan Aiptu Dodon Kusgiantoro.

Aiptu Widi Harjana mengalami luka pada bagian tangan, sementara Aiptu Dodon Kusdianto mengalami luka pada bagian mulut/robek.

Meski sempat dirawat, nyawa Aiptu Dodon Kusdianto tidak tertolong. Dodon meninggal dunia Selasa, 28 Agustus 2018 pagi saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia  sempat mendapatkan pertolongan pertama di RS Mitra Plumbon. Pihak medis telah melakukan operasi pengambilan serpihan proyektil yang  bersarang di tubuhnya. Polri pun menaikkan pangkat Dodon menjadi Ipda. (Awd/Red)

0 38

Detikbanten.com – Empat pelaku pencurian mobil pikap tertangkap setelah terjebak razia polisi lalu lintas Polres Kabupaten Kuantan Singingi, di jalur lintas, Jumat, 20 Juli 2018. Pelaku pencurian itu kabur menghindari kejaran Juprizal, pemilik mobil yang dicurinya.

“Tim bergerak cepat, setelah menerima laporan dari korban langsung operasi,” kata Kapolres Kuantan Singingi AKBP Fibri Karpiananto di Teluk Kuantan, Jumat, 20 Juli 2018 dilansir Kriminolog.

Adapun empat tersangka itu adalah Pltk (18) beralamat SP V Lubuk Batu Jaya Kecamatan Air Molek Indragiri Hulu, ketiga orang lainnya berasal dari Pekanbaru yakni Ali (30) beralamat Labuh Baru, And (28) beralamat Labuh Baru, Jhon (28) beralamat Perumahan Gelatik III.

Pengejaran pelaku pencurian itu berawal saat Juprizal mengetahui mobil merek Mitsubishi L 300 dengan Nopol BM 9314 XY miliknya tak ada di tempat biasa yakni di Jalan Lintas Teluk Kuantan- Kiliran Jao, Desa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar.

Begitu mengetahui mobilnya dicuri, Juprizal langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil lainnya. Dalam perjalanan memburu pencuri, Juprizal pun melaporkan pencurian mobil pikap berwarna hitam kepada polisi menggunakan telepon genggamnya.

Sekitar pukul 05.30 WIB, Juprizal melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku diberhentikan di Desa Toar Kecamatan Gunung Toar yang berjarak sekira 5 km dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini keempat pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres. “Mobil milik korban tidak bisa dibawa lagi, pelaku keluar dan lari ke mobil lain milik temannya berputar kearah Pekanbaru,” ujarnya.

Korban tetap mengejar pelaku sambil menghubungi anggota Polsek Kuantan Mudik dan anggota Polres Kuansing. Perkembangan informasi diteruskan ke Kapolres Kuansing, dengan sigap Polres memerintahkan untuk melakukan pengejaran dan operasi.

Keempat pelaku, dan mobil pikap yang disiapkan sebagai mobil cadangan yang digunakan pelaku, berhasil ditangkap dan diamankan Polsek Singingi Hilir.

Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain, yakni unit kendaraan bermotor roda empat L.300, BM 9314 XY, warna hitam milik korban, satu buah kunci gembok merk extra mazzaro dan seperangkat peralatan kunci T. (j/Red)

0 41
Lokasi Terjadinya Ledakan Di Bangil, Pasuruan Jawa Timur. Foto : Istimewa

Detikbanten.com – Tiga ledakan yang diduga bom terjadi di kelurahan Pogar Kidul, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 5 Juli 2018. Ledakan tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan warga. Pelaku sempat melemparkan bom ke arah polisi yang berusaha mengejar.

Informasi yang dilansir Krimonologi.id menyatakan, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, di dalam rumah keluarga Saprani yang tengah dikontrak oleh satu keluarga bernama Abdullah dan Dina rohana.

Saat ledakan pertama terdengar warga, seorang warga mendatangi rumah tersebut dan langsung mengecek ke dalam rumah. Saat berada di dalam rumah tersebut tercium bau mesiu.

Karena takut, warga kemudian keluar dan saat saksi berada di luar rumah tersebut warga mendengar ledakan kedua yang membuat warga sekitar menjauh dari rumah itu.

Saat warga menjauh dari rumah tersebut seseorang tak dikenal keluar dari dalam rumah sambil membawa tas ransel. Saat petugas kepolisian mengejar orang tersebut terdengar suara ledakan ketiga. Dalam ledakan itu seorang anak berusia enam tahun yang merupakan anak dari pasangan itu terluka.

Sejumlah pengguna media sosial Facebook turut mengunggah video, foto dan peristiwa yang terjadi di kawasan tersebut.

Akun Facebook Ag234 mengunggah video peristiwa itu dan dibagikan sebanyak 124 kali serta dikomentari oleh 65 pengguna Facebook.

“Ini anak istrinya min.yg parah anaknya.bapaknya kabur bawa ransel diduga berisi bom.dikejar polisi. polisinya dilempar bom,” tulis Risma Kusuma dalam komentar akun tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera belum bisa memastikan apakah ledakan tersebut berasal dari benda berupa bom. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi.

“Apakah high eksplosif atau low eksplosif, yang jelas ada tiga kali ledakan awal,” kata Frans dalam keterangannya.

Lebih lanjut Frans mengatakan ledakan ini awalnya dilaporkan seorang saksi kepada polisi. Saat petugas tiba, sekeluarga yang terdiri dari seorang laki-laki, seorang wanita dan bocah berusia enam tahun keluar tergesa-gesa dari lokasi ledakan. Menurut Frans, laki-laki tersebut tampak membawa ransel.

“Kemudian kami lakukan pengejaran, dan terjadilah ledakan di lorong itu. Laki-laki lari, ibu kita amankan dan anak kita antar ke RS. Jelas kami masih identifikasi ledakan,” ujarnya. (J/Red)

0 257
Lokasi Penembakan Saripah oleh pelaku Begal di kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang Kota Tangerang/ Foto Kamis (5/7/2018) pagi.

Detikbanten.com – Penyebab tewasnya Saripah (34), seorang wanita yang menjadi korban pembegalan di kawasan Pakojan, Kota Tangerang, Banten diketahui karena peluru yang ditembakkan salah satu satu dari dua pelaku tepat bersarang di dada sebelah kanannya. Terungkapnya sebab kematian Saripah itu setelah polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Umum Tangerang.

“Korban mengalami luka tembakan yang bersarang di dada sebelah kanan tubuh korban dan tembus ke paru-paru. Sementara proyektilnya bersarang di tulang belakang,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, di Tangerang, Banten pada Kamis, (5/7/2018).

Harry mengungkapkan, proyektil yang sempat bersarang di tubuh korban telah diangkat. Untuk menghabisi nyawa Saripah, pelaku menggunakan senjata api atau senpi rakitan yang belum diketahui muasalnya. Penyelidkan polisi menunjukan senpi yang digunakan tidak sesuai dengan standar yang ada.

Selain itu, Harry juga menyebut bahwa saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengungkap dan menangkap para pelaku penembakan itu.

“Tim kami di lapangan sedang melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Mudah-mudahan segera terungkap,” kata Harry.

Saripah tewas diterjang timah panas di depan anaknya pada Rabu malam, 4 Juli 2018. Persitiwa pembegalan disertai pembunuhan tersebut terjadi di depan toko pulsa tepatnya di Jalan Rasuna Said RT 04 RW 01, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Berdasarkan catatan kepolisian, pembegalan disertai pembunuhan ini bermula ketika Saripah bersama suami dan anaknya hendak membeli pulsa di dekat rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Saat tiba di toko pulsa, sang suami bernama Ade Miskin turun dari motor meninggalkan anak dan istrinya.

Di saat sedang menunggu suami, tiba-tiba dua orang tak dikenal yang merupakan kawanan begal datang dan langsung merampas sepeda motor milik keluarga itu. Karena Saripah mencoba mempertahankan sepeda motornya, seorang pelaku akhirnya menembaknya. Tubuh Saripah langsung tersungkur bersimbah darah. Sedangkan kedua pelaku berhasil melarikan diri. (J/Red)

0 168

KRIMINAL –  Beberapa bulan terakhir Aksi begal kerap meresahkan warga kota serang  terhadap pengendara kendaraan roda dua yang terjadi di jalan lingkar Selatan Ciracas-Serang, tepatnya di daerah simpang empat Cikulur.

Aksi begal pada dini hari kemarin sekitar pukul 02:00 WIB berhasil di gagalkan warga setelah teman korban meminta tolong kepada warga yang tengah ronda. Kamis (31/5/2018) malam.

Aksi pembegalan tersebut di lakukan oleh oknum anak sekolah di salah satu sekolah Negeri di Kota Serang yang berjumlah tiga orang. Pelaku tersebut dapat dikatakan berani, hal ini dapat dilihat ketika mereka memberhentikan kendaraan yang tengah melintas kemudian menjatuhkan pemilik kendaraan dan kabur membawa kendaraannya.

Aksi pelaku begal berhasil digagalkan saat pelaku memberhentikan satu kendaraan motor yang melintas, namun aksinya tersebut tidak berlangsung lancar karena salah satu korban berhasil melarikan diri yang kemudian meminta pertolongan kepada warga yang berada disekitar kejadian.

Mendapatkan informasi tersebut warga Cikulur yang saat itu tengah ronda langsung melakukan pengejaran terhadapat ketiga komplotan tersebut. Sempat terjadi kejar-kejaraan antara warga dengan komplotan begal, aksi kejar kejaran warga dengan ketiga kawanan begal terjadi higga masuk keperumahan warga.

Andi salah satu warga Perumnas Ciracas yang merupakan saksi mata penangkapan komplotakan begal menyampaikan bahwa, peristiwa kejadian tersebut terjadi di Cikulur.

Selain itu, dari beberapa keterangan warga yang ikut melakukan pengejaran mengatakan bahwa, ketiga kawanan begal tersebut  melakukan aksi dengan cara memberhentikan kendaraan yang melintas kemudian korban di jatuhkan lalu korban di todong dengan menggunakan senjata tajam. Dilansir central news.

“Nah pas kejadian tersebut ada temen korban tau terus lapor ke warga yg pada ronda (begadang) lalu di uber, gak kena di uber sama warga, sampai Polres kota datang, gak ketemu juga, nah kemudian ada temen korban yg liat lagi kendaran sang begal kemudian diuber sampai ke komplek perumahan taman Puri,  hingga masuk ke Komplek Ciracas, karena banyak gang (jalan buntu) baru kedua komplotan begal bisa di tangkap warga,” kata Andi melalui pesan singkatnya.

Saat dilakukan penangkapan warga berhasil menangkap 2 (dua) orang pelaku, kemudian para begal di bawa ke Polresta Serang dan selang 40 menit satu tersangka lainnya dapat di tangkap oleh aparat kepolisian.

“Usia rata rata 17 tahun” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, penangkapan dilakukan dengan keadaan warga tidak brutal melakukan aksi main hakim sendiri, menurutnya sekitar 80 orang ikut melakukan pengejaran yang tergabung dari warga Perumahan Puri, Kaujon dan Ciracas. Namun, pada saat itu warga dapat mengontrol emosi dari setiap individunya.

“Ya namanya warga, wajar kalau ada yg kesel sekali, dua kali para begal kena bogem, itung itung biar kapok, tapi gak sampai babak belur,” tandasnya. (Adek/Red)

RANDOM POSTS

0 7
DetikBantencom, Kab Serang - Ratusan peserta yang terdiri dari lapisan masyarakat Padarincang, Antusias menghadiri sosialisasi program JKN-KIS bersama Anggota DPR RI Komisi IX Yayat...
error: Content is protected !!