Rabu, Desember 12, 2018
Nasional

0 58

DetikBantencom, Kota Serang – Ratusan relawan dari 18 kecamatan di Kabupaten Serang menghadiri Bimtek untuk pemenangan calon Anggota DPRD Banten Rinso (Rini Soraya) di hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Sabtu (8/12/2018).

“Saya berharap yang sudah didatangi oleh para relawan secara door to door ini dapat memilih Rinso,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Perempuan cantik Caleg nomor urut satu itu menegaskan bahwa, dalam proses menuju pemenangan ini, baik dirinya maupun para relawan, tidak akan melakukan cara-cara kotor, seperti politik uang, SARA dan yang lainnya.

“Targetnya meraih 40 ribu suara, tetapi bukan dengan cara-cara yang tak lazim dan melanggar aturan. Yang ingin kita lakukan adalah cara cara yang jujur, sehingga kemenangan saya adalah kemenangan yang terhormat,” tandasnya.

Rini menjelaskan, jika dirinya nanti terpilih menjadi anggota dewan, diharapkan akan dapat mendorong Kabupaten Serang menjadi daerah yang unggul dibanding kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Banten.

“Saya memiliki harapan bagaimana tingkat pengangguran dan kemiskinan yang luar biasa di Kabupaten Serang ini dapat teratasi, yang perlu kita lakukan yakni membuat sentra aset perekonomian, sentra- sentra industri kecil di setiap kecamatan, sehingga masyarakat dapat  mandiri dari sentra ekonomi,” jelasnya.

Ia mengajak kepada seluruh caleg dan kader Partai Perindo yang ada di Kabupaten Serang agar dapat bersama sama dan bersatu untuk meraih kemenangan di Pemilu 2019 mendatang.

“Mari kita bersama-sama seluruh caleg dan kader partai Perindo yang ada di kabupaten Serang, untuk bersatu meraih kemenangan di pemilu 2019,” pungkasnya. (Aden)

0 451
Fuad Lutfi (Tengah) berpose bersama pegawai BKPP Lebak

DetikBantencom, LEBAK-Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak melakukan pemecatan terhadap dua orang Aparatur Sipil Negara atau PNS dilingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Lebak. Pemecatan dilakukan karena ke-dua orang tersebut melanggar PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Pemecatan dilakukan kepada satu orang PNS Kecamatan Curugbitung dan guru SD,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi BKPP Kabupaten Lebak Fuad Lutfi, kemarin.
Menurutnya, SK pemecatan sudah ditandatangani oleh bupati pada bulan November ini. Hal itu sesuai usulan karena ke-duanya telah melakukan tindakan indisipliner.

“Laporan masuk antara bulan Maret dan April langsung kita proses dan melakukan pemanggilan terhadap bersangkutan. Ke-duanya terbukti indisipliner maka dikenakan sanksi pemecatan sesuai PP 53 tahun 2010,”katanya.
Lebih lanjut Fuad menjelaskan, sesuai PP 53 tahun 2010 , sanksi pemecatan dilakukan terhadap PNS yang tidak masuk kerja selama lebih dari 46 hari. Baik itu dilakukan secara berturut-turut maupun hitungan kumulatif.

“Jadi bagi mereka tak masuk kerja tanpa keterangan sekalipun tidak berturut-turut tetapi setelah dihitung dalam beberapa bulan atau setahun genap 46 hari maka dikenakan sanksi pemecatan. Dalam waktu dekat ini kita akan laksanakan sidak untuk mendeteksi pegawai indisipliner,”katanya (Kew)

0 92

DetikBantencom, SERANG – Guna Mempererat jalinan silaturahmi Antara TNI Polri, Kodim 0602/Serang menggelar Ngopi bareng Dandim dan Kapolres Serang, Kapolres Serang Kota bersama insan pers wilayah Serang, Di Makodim 0602/Serang, Kamis (11/10/2018).

Dalam Sambutannya, Dandim 0602/Serang Letkol czi Harry Praptomo menyampaikan, kegiatan ini di adakan dengan bertujuan menjalin silaturhami Sinergi TNI Polri bersama insan pers yang selama ini terjalin dengan baik.

Foto bersama Jajaran kodim 0602/Serang, Polres Serang, Polres Serang Kota dan Insan pers.

“Ini merupakan ke niscayaan. Rekan media partner bagi kami dalam melaksanakan tugas, baik Kodim maupun Polres yang ada wilayah Serang,” jelasnya.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan, pihaknya sangat apresiasi dengan adanya ngopi bareng TNI Polri Bersama insan pers,  yng dikemas sedikian rupa.

“Awal dari kegiatan ini, kita kedepan adakan ngopi sewarung, kita libatkan eleman masyarakt baik kota dan kebupaten. Untuk melihat apa yang ada di tengah masyatakat kita,” jelasnya.

Ia menjelaskan, agar kedepan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak tergoyangkan dengan berbagai kepentingan, ditambah dengan tahun politik pergelaran akbar pesta demokrasi yang sudah merupakan bagian dari tugas TNI Polri untuk mengamankan, agar berjalan aman dan kondusif.

“Kita bisa eratkan satu padukan agar kita hadir dsini bisa menjadi kontrol sosial menghadapi berbagai permasalah yang ada, yang akan kita hadapi pilpres dan pileg,” jelasnya

Hal Senada dikatakan Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan ngopi bareng dalam Hal positif, konsep sangat baik,

“Semoga ini konsep awal kedepan akan sering di laksanakan, baik di polres serang, maupun Polres Serang Kota sampai ketingkat polsek dan koramil,” paparnya

“Selain mendekatkan diri, bertatap muka, Yang paling utama yaitu meningkatkann silaturahmi, saling mengetahui apa yang menjadi trend kejahatan, dan bagaimna cara mengantisipasi berbagai permasalahan yang ada,” tutupnya. (Aden)

0 164

DetikBantencom, SULTENG – 10 Relawan Tagana Provinsi Banten terus menerus droping bantuan dan logistik makanan di beberapa titik daerah yang mengalami Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, dalam droping bantuan logistik dan makanan tersebut melalui jalur laut.

Ketua Koordinator Relawan Tagana Banten Abu Salim pada detikbanten mengatakan, Dimulai jam 06.00 Wita, Seluruh Tim terbagi di Dapur Umu, dan pengelolaan serta pendistribusian paket logistik begitu juga di perbantukan pada registrasi penerima bantuan.

“Kondisi saat ini ribuan penyintas atau masyarakat membludak menunggu logsitik yang akan didistribusikan. Tagana sigap dan siap melakukan semua kegiatan kedaruratan dalam pelayanan terhadap penyintas, Tim Logistik Banten saya, Acil Munasir, Baihaki Rahmat, Muhamad Arifin, Muhamad Pulung) Gabungan, DKI, Babel, meluncur ke Kabupaten Donggala Pantai Barat bersama Direktur PSKBA Kemensos Ri Bpk. Margowiyono, Kadinsos Provinsi Sulteng Bpk Drs. Ridwan Mumu melakukan Dropping logistik Bahan Permakanan dan Sandang,”ujarnya saat di komfirmasi melalui selulernya, Selasa (9/10/2018).

Ia melanjutkan, Jarak Tempuh dari Palu ke Lokasi yang di tuju sekitar 35 s/d 40 KM. akan dilanjutkan kembali menuju Desa Balaesang Tanjung Kabupaten. Donggala melalui Laut dikarenakan jalan darat menuju lokasi tidak dapat dilalui daerah pegunungan akses terputus dan hanya dapat dilalui melalui laut.

“jarak tempuh dari pelabuhan apung Mapaga ke lokasi (Balaesang Tanjung) kurang lebih 3 Jam. Menurut Bupati Donggala bahwa nanti medan yang ditempuh sangat Extrim, sedangkan di Tim Dapur Umum Banten relawan tagana Banten Edi Maria, Yudi Syahri, M.A.K Fajar, dan Sugiatno bergabung dengan Gorontalo melakukan pengolahan permakanan untuk para penyintas kegiatan dimulai dari pagi jam 07.00 wita sampai sore jam 21.00 wita dengan kapasitas 1000 bungkus per kali masak, sedangkan Tim relawan Tagana Banten pada Layanan Dukungan Psikososial Banten ada Amidin yang gabung dengan tagana Bangka Belitung dan Tim LDP dari Kementerian Sosial RI,” katanya.

Lanjutnya, tim dari Psikososial melakukan pemasangan tenda untuk kebutuhan Pelayanan bagi penyintas dan pemulihan traumatik  serta Assisment terhadap penyintas.

“Pelayanan Psikososial ini memang diikuti oleh anak-anak, dewasa dan serta Lansia, lokasi LDP di Petobo, Panau Kecamatan Biromarau Sigi, sedangkan tim Dapur Umum ditugaskan mengambil logistik di Pelabuhan Pantoloan Palu. Pada Pukul 21.00 Wita semua Tim kembali ke Posko untuk beristirahat dan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan,” ucapnya.

Dari tu juga Abu menjelaskan, bahwa Tantangan tim Tagana Banten selain dari kehati-hatian juga, menjaga kesehatan, namun lebih diutamakan pula adalah menjaga emosi dikarenakan langsung berhadapan dengan berbagai macam sifat dan karakter penyintas. serta Tagana secara individu dituntut untuk Surviv bagi dirinya sendiri.

“Untuk Keadaan cuaca dilokasi sangat panas kira-kira 35 – 40 Derajat, Tim Tagana disini juga tidak pernah ada waktu untuk beristirahat, karena tujuan kita datang kesini untuk membantu dan bersosial dengan para korban bencana alam, alhamdulillah sampai dengan saat ini teman-teman relawan tagan banaten masih tetap tersenyum dan semangat demi saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami,” tuturnya.

Abu menyebutkan, pada pukul 01.00 Wita tim Tagana Banten sudah berkumpul di posko Induk setelah semua menyelesaikan tugas di masing-masing clusternya, setelah pendistribusian logistik selesai.

“Logistik yang kita distribusi diberikan kepada Korban Gempa yg Daerahnya Sangat terisolir sehingga tidak bisa di tempuh oleh kendaraan roda 4 dan pendistribusian hanya bisa dilakukan melalui jalur laut, daerah terisolit tersebut yaitu di Balaesang Tanjung, proses pendistribusian dilakukan oleh Tagana dimulai pagi sampai ke lokasi sekitar jam 18.00 wita,” ungkapnya.

Ia meneruskan, Pulang dari lokasi dengan menggunakan kendaraan motor sambil memastikan longsoran yg mengakibatkan jalan terputus.

“saat ini kami tepatnya jam 23.30 wita baru dapat kembali ke Posko Induk. Pada saat perjalanan pulang dari lokasi yang berbatuan dengan ukuran besar sampai ke terkecil berjatuhan dari atas gunung menghalangi akses jalan, semalam juga di tim dapur terjadi keributan yang dilakukan oleh orang tidak berkepentingan dan tidak ada tanggung jawab, dari itu juga pada jam 05:05 wita, kita semua dibangunkan oleh getaran gempa dengan kekuatan 5.2 SR dan dilanjut beberapa getaran kecil,” pungkasnya. (Lee)

0 137

DetikBantencom. Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto bersyukur mendapat nomor urut dua pada pilpres 2019. Menurutnya, nomor urut dua bisa diartikan sebagai lambang kemenengan.

“Ya, bersyukur, nomor dua lambang kemenangan,” kata Prabowo ditemui usai pengundian nomor urut di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Namun Prabowo irit bicara dan buru-buru masuk ke mobil untuk segera meninggalkan kantor KPU.

Di tempat yang sama Sandiaga Uno, calon wakil presiden pendamping Prabowo, pun mengaku senang dengan nomor urut dua. Menurutnya, nomor dua memiliki makna tersendiri. Dia mengaitkan dengan isu yang akan diangkat pada pilpres.

“Dua itu artinya ada dua isu, pertama isu ekonomi, dua isu lapangan kerja,” kata Sandi.

Tak lupa Sandi juga menyebut nomor dua adalah lambang kemenangan dan perdamaian. Sambil menyilangkan tangan di depan dada disertai mengacungkan dua jari.

“Dua itu katanya peace and victory,” kata Sandi.

Prabowo Senang Nomor Dua, Sandi Sebut ‘Peace and Victory.

Sementara Ketua Tim Badan Pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso berharap nomor dua dapat memberikan kemenangan pada kubunya.

“Dua itu victory,” kata Djoko singkat di depan Gedung KPU, Jumat (21/9) malam.

Ia juga berharap dengan nomor urut dua itu, Prabowo-Sandiaga dapat bernasib sama dengan Joko Widodo yang sama-sama mendapat nomor urut dua pada Pilpres 2014 lalu.

“Ya Insyaallah lah mudah-mudahan,” kata Djoko saat ditanya soal apakah Prabowo-Sandiaga akan mengikuti kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 lalu.

Lebih lanjut, meski sudah mendapatkan nomor urut, Djoko mengatakan, timnya belum merumuskan tagline untuk pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Belum ada yang jelas biasanya gini V Victory,” ujar dia sambil mengacunglan dua jari membentuk huruf V.

Ia juga mengatakan Jokowi hanya akan menjabat selama satu periode karena mendapatkan nomor urut 01.

“Satu periodelah,” kata dia.

Dilansir dari CNN, Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2 di Pilpres 2019.

Nomor urut capres-cawapres itu didapat berdasarkan hasil undi yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Red)

0 188

DetikBanten.com, Jakarta – Pengurus Masjid Istiqlal mengatakan hewan kurban terberat yang dikurbankan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat yaitu sapi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sapi terberat yaitu milik Pak Presiden Jokowi. Sapinya itu memiliki berat sampai 1.500 kilogram atau 1,5 ton,” kata Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2018) dilansir Antara.

Sementara itu, menurut Abu Hurairah, sapi terberat kedua yang akan dikurbankan di Masjid Istiqlal, yakni sapi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan total berat 1.400 kilogram atau 1,4 ton.

“Baik sapi milik Pak Presiden maupun Pak Wapres, keduanya merupakan jenis sapi yang sama, yaitu sapi jenis ongole, didatangkan dari peternakan sapi yang ada di daerah Depok, Jawa Barat,” ujar Abu.

Sementara itu, dia menuturkan total keseluruhan hewan kurban yang disembelih di Masjid Istiqlal dalam rangka Idul Adha 1439 Hijriyah, yaitu sebanyak 42 hewan.

“Total hewan kurban semuanya ada 42, terdiri atas 25 sapi dan 17 kambing. Semuanya akan kita sembelih hari ini dan kami distribusikan hari ini juga,” tutur Abu.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan proses penyembelihan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, daging kurban langsung dibersihkan dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan atau mustahik.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, penyembelihan akan kami mulai. Jadi nanti kira-kira pukul 19.00 atau 19.30 WIB, daging kurban sudah bisa kami antarkan kepada para mustahik yang sudah menunggu,” ungkap Abu. (Red)

0 77

DetikBanten.com, – Sebanyak 21 haji Indonesia meninggal di Mina, selama prosesi mabit dan jumrah di kawasan itu pada musim haji 2018, merujuk data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Rabu, pukul 12.30 Waktu Arab Saudi.

Khusus untuk fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tahun ini sebanyak 33 orang meninggal. dikutip dari Antaranews, Rincian itu Arafah tujuh jamaah meninggal, Muzdalifah lima orang dan  Mina sebanyak 21 orang. Total jamaah meninggal di musim haji tahun ini hingga Rabu menjadi 125 orang dan bisa bertambah jika jamaah tidak mampu menjaga kebugarannya.

Mabit dan jumrah di kawasan Mina masih berlangsung hingga saat ini, yaitu pada 10-13 Dzulhijah atau 21-24 Agustus. Dua kegiatan itu salah satunya diisi dengan amalan melempar batu di hari Nahar (10 Dzulhijah) dan hari Tasyrik (11-13 Dzulhijah).

Penanggung Jawab Pos Kesehatan Haji Indonesia Muhammad Yanuar Fajar mengatakan jamaah di Mina sebagian besar mengalami gangguan kesehatan karena kelelahan dan dehidrasi.

Mina menjadi kawasan yang sangat rentan bagi jamaah haji karena fase ibadah ini tergolong menguras fisik, terutama bagi mereka yang memiliki kendala kesehatan dan sudah berusia lanjut.

Menurut Muhammad Yanuar Fajar, fase ibadah haji mabit di Mina yang diselingi dengan lempar jumrah di Jamarat tergolong melelahkan. Sebelum di Mina, mereka akan kurang istirahat setelah menjalani ibadah dan berbagai kegiatan di Madinah serta Mekkah, wukuf Arafah, mabit Muzdalifah dan lainnya.

Saat di Mina, kata dia, mereka harus jalan kaki pulang pergi rute Mina-Jamarat dengan total capaian jarak setidaknya lima kilometer ditambah kendala cuaca panas di Saudi saat terik. Jika jamaah mendapatkan tenda di Mina Jadid jarak tempuh Jamarat pulang pergi bisa lebih dari lima kilometer.

Berdasarkan pengamatan Antara saat jumrah Aqabah, di sepanjang jalan kawasan itu banyak jamaah dari berbagai negara bertumbangan karena berbagai gangguan kesehatan, terutama “heatstroke”.

Beberapa dari mereka tidak sempat selamat karena banyak faktor, salah satunya jalur evakuasi terisi penuh oleh jamaah yang jumlahnya diperkirakan mencapai tiga juta lebih. Sementara jamaah yang sedang kesakitan itu membutuhkan pertolongan darurat yang cepat.

Yanuar mengatakan salah satu pos kesehatan di Mina yang melayani jamaah Indonesia sempat terisi penuh berjejal saat 10 Dzulhijah yang bertepatan dengan 21 Agustus.

Sebagian besar pasien adalah jamaah yang mengalami kendala kesehatan di tengah prosesi Jumrah Aqabah. Fase jumrah ini tergolong paling riskan banyak jamaah bertumbangan.

“Ada 30 tempat tidur untuk pasien di pos kesehatan kami, saat jumrah Aqabah sampai tidak muat dan beberapa terpaksa harus ditempatkan di lantai, sebagian dievakuasi ke tempat lain,” kata dia. (Red)

0 3242

SYEKH MUHAMMAD AMIN AL-BANTANI
(BUYA AMIN KOPER)

MUQADDIMAH
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام علي سيد الاولين والاخرين، محمد خاتم الانبياء والمرسلين، أما بعد:

Maka inilah sebuah Cerita sederhana yang dapat penulis persembahkan kepada pembaca mengenai sekilas riwayat hidup dari Syekh Muhammad Amin bin Abdullah.

Cerita ini diambil intisarinya dalam haul Buya Amin ke-9 tahun 2003. Hanya sedikit ada penambahan di sana-sini. Terutama ketika menulis tentang silsilah. Penulis langsung menemui pemegang buku silsilah dari para keturunan Syekh ciliwulung dan Syekh Hasan Bashri Cakung yang dipegang secara turun temurun oleh keturunan Syekh Ma’mun bin Muhammad Ali Al-Madinah.

Perjuangan Syekh Muhammad Amin telah mengawal masyarakat Kresek dan sekitarnya khususnya dan Banten umumnya juga sekitar Banten menjadi masyarakat yang agamis dan taat dalam menjalankan ibadah.

NAMA DAN KELAHIRAN
Beliau bernama Syekh Muhammad Amin bin Abdullah bin Nyi Kati binti Nyi kanisah binti Syekh Alim bin Ki abdullah bin Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri bin Ki Mahmud bin raden saleh bin Sulthan Abul Mufakhir bin Sulthan Maulana Muhammad Nashruddin bin Sulthan Maulana Yusuf bin Sulthan maulana Hasanuddin bin Syarif hidayatullah (Sunan gunung Jati).
Beliau juga adalah keturunan Sulthan Agung Tirtayasa melalui Nyi Ratu Hadisah. Nyi ratu Hadisah adalah isteri dari Syekh Alim bin Abdullah. Nyi Ratu Hadisah tinggal bersama suaminya Syekh Alim di Kresek tepatnya di cideng kanoman. Di sana syekh alim mendirikan pesantren yang cukup besar. Selain sebagai Kiayi, syekh Alim juga kaya raya. Binatang ternaknya yang berupa kerbau begitu banyak. Di samping pesantren terdapat kandang kerbau yang cukup besar sehingga orang-orang kemudian menyebut cideng kanoman dengan kandang gede.

Adapun silsilahnya sampai ke Sulthan Agung Tirtayasa adalah Syekh Muhammad Amin bin Abdullah bin Nyi Kati bin Nyi Kanisah bin Nyi ratu hadisah bin Syekh Nurahim bin syekh Abdul Muid bin Sulthan Maulana manshur abdul Kohhar bin sulthan Agung tirtayasa bin maulana Abul Ma’ali bin Sulthan Abul Mafakhir bin Sulthan Maulana Muhammad nashruddin bin Sulthan maulana Yusuf bin sulthan maulana hasanuddin.

Beliau juga adalah keturunan dari syekh ciliwulung seorang waliyullah yang sangat terkenal di daerah Banten Utara. Makamnya ramai di ziarahi masyarakat setiap hari apalagi malam jum’at.

Adapun silsilahnya sampai ke Syekh Ciliwulung adalah: Syekh Muhammad Amin bin Abdullah bin Nyi Kati bin Nyi kanisah bin Syekh alim bin syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri bin Nyi ratu Fatimah binti syekh Ciliwulung bin raden Kenyep bin Pangeran Arya Wiraraja bin Prabu Geusan Ulun Sumedang.
Beliau dilahirkan di kampung sepang Desa koper kecamatan kresek Kabupaten Tangerang Banten pada tahun 1899 M. berarti dua tahun setelah wafatnya syekh Nawawi At-tanara Al Bantani yang wafat di makkah al Mukarromah tahun 1897 M.

Beliau di lahirkan dari keluarga santri yang taat beribadah. Silsilahnya yang sampai ke Syekh hasan bashri dan syekh ciliwulung Cakung menjadi pertanda bahwa secara turun temurun mustika kesantrian itu melekat dalam diri Buya Amin. Cakung adalah sebuah daerah perbatasan antara Serang dan tangerang sebagiannya masuk wilayah serang dan sebagian lagi masuk wilayah Tangerang. Pada zaman kesultanan Banten sampai akhir abad 18 cakung adalah pusat ilmu pengetahuan keislaman di daerah Banten. Para wali dan ulama banyak yang bermunculan dari daerah ini.

MASA KESANTRIAN SYEKH MUHAMMAD AMIN

Buya Amin sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas dan giat belajar agama. Kakeknya yang bernama Ki Abdurahman ayah dari Ki Abdullah adalah pengelana dari jawa Timur. Menikah dengan Nyi Kati dan dikaruniai anak bernama Ki Abdullah yaitu ayah buya Amin.

Dari kakeknya inilah mungkin menurun jiwa pengelanaan Buya Amin yang kemudian rajin berkelana menuntut ilmu ke berbagai pondok pesantren.

Tercatat beliau mesantren keberbagai pesantren di Banten di antaranya ke pesantren Kadulisung Pandeglang, pesantren Pasir bedil Rangkas Bitung, Pesantren Pelamunan asuhan Syekh tohir al Falamuni Al-Bantani dll. Di pesantren Pelamunan ada dua santri yang bernama Amin yang keduanya adalah murid kesayangan Syekh Tohir. Dikisahkan bahwa Syekh Tohir ingin menikahkan salah seorang putrinya dengan salah seorang dari dua Amin yang sama cerdasnya ini.

Dengan pandangan bathin akhirnya Syekh Tohir memilih Amin yang satunya dan membiarkan Buya Amin Koper mendirikan pesantren di Koper. Rupanya Syekh Tohir mengetahui bahwa kelak Buya Amin Koper akan sangat dibutuhkan masyarakat di daerahnya.

Sebelum mesantren ke daerah luar, Buya Amin mesantren di daerah Kresek yang banyak terdapat ulama-ulama yang mumpuni seperti Syekh Muhammad Ramli yang kemudian di angkat menantu oleh gurunya itu.

Dari pernikahan dengan putri Syekh Muhammad ramli ini Buya Amin mempunyai anak KH. Ma’ruf Amin yang kelak menjadi salah seorang dari Sembilan Dewan Penasihat Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Selain kepada syekh Muhammad Ramli, Buya amin juga di kresek nyantri kepada syekh Misbah di Koper. Syekh Misbah dan Syekh Muhammad Ramli juga adalah keturunan dari syekh Hasan Bashri Cakung. Buya Amin juga murid dari Syekh Sabi’un Ranca Sumur dan Habib Husen Jakarta.
Kehausan akan ilmu pengetahuan membawa Buya Amin menuntut ilmu di kota suci Makkah Al-Mukarromah sekitar tahun 1930. Pada tahun 1936 beliau pulang dari Makkah dan menikah dengan Nyai hajah Nurjannah dari serang. Kemudian setelah menikah mendirikan pondok pesantren di Koper.

MENDIRIKAN PONDOK PESANTREN

Seperti dikisahkan sebelumnya, setelah pulang dari dari Makkah al Mukarromah dan menikah buya Amin mendirikan pondok pesantren di koper Kresek pada tahun 1936. Berdatanganlah para santri dari berbagai daerah di Banten dan Jawa Barat di antaranya dari Tangerang, Bogor, serang, Karawang dan lain-lain.

Buya Amin dikenal para santri sebagai guru yang ikhlas dan tawaddu. Pancaran sinar keilmuan tergambar dari wajahnya yang penuh kesejukan. Namun walaupun dikenal sejuk Buya juga dikenal sangat keras dalam mendidik santri diwaktu-waktu tertentu. Darah para sulthan Banten yang penuh heroic dan darah para aulia yang suci menyatu dalam diri Buya Amin. Ketegasan dan keberanian adalah bakat alami yang dimiliki para keturunan sulthan seperti Abuya. Dan nilai-nilai kesantrian yang penuh dengan tradisi kesufian dan kesejukan mewarnai diri Buya dalam mendidik para santri.kedua-duanya kemudian menjadikan diri Buya dapat melebur dalam segala suasana untuk mengawal umat menuju keridoan Allah Swt.

Dikisahkan kecintaan dan kasih sayangnya kepada para santri kadang-kadang tergambar seperti melebihi cinta dan sayang untuk anak-anaknya sendiri. Tak jarang Buya memasak nasi goreng kemudian setelah matang diberikan untuk para santri. Beliau juga dikenal sangat memuliakan setiap tamu yang berkunjung ke rumahnya. Buya Busthomi Cisantri Pandeglang mengatakan setelah bertemu dengan Buya Amin: “Jiwa kerasku luluh ketika bertemu dengan Buya Amin, seorang yang alim yang ilmunya begitu tinggi tidak menampakan dirinya seperti layaknya orang yang ingin dimuliakan”. Buya Bushtomi menambahkan : “Saya belajar banyak dari kelembutan jiwa ulama Kresek seperti buya Amin”.

Para santri banyak yang mengisahkan sering sekali Buya ketika santri membaca kitab beliau Nampak tertidur, tapi ketika santri membaca ada yang salah beliau langsung membetulkannya. Memang hari dan malam buya, ketika tidak mengajar santri selalu diisi oleh ibadah dan memutalaah kitab-kitab. Banyak masalah-masalah umat yang datang kepada beliau yang harus dicarikan penyelesaiannya dari kitab-kitab mu’tabarah.

Pesantren Koper banyak melahirkan ulama-ulama yang menjadi tumpuan umat di antara murid-murid Buya Amin adalah KH. Syarbini pengasuh pondok pesantren Al-falah Kresek, KH. Nurzen pengasuh pesantren Al-Hikmah Pendawa Binuang, KH. Mahmud dan KH. Qalyubi pengasuh pesantren Manba’ul hikmah Renged Kresek, KH. Nawawi pengasuh pesantren Tarbiyatul Mubtadiin Pasir Nangka Tigaraksa, Syekh mufti asnawi pengasuh pesantren darul hikmah Srewu Cakung Binuang, KH. Humaid Endol Tanara pengasuh Majlis Ta’lim syekh Nawawi Tanara, KH. Ahmad Romli pengasuh pesantren Dangdeur Balaraja, KH. Kalyubi Mauk, KH. Munir Cikarang Bekasi, KH. Hasbullah binuang, KH. Syatibi Ampel, KH. Sayuti Bolang, KH. Nasihun Daon, KH. As’ad Bendung, KH. Syarif Kubang, KH. Rafiuddin Saga, KH. Sukama cikande, KH. Sukri Koper, KH. Marjani cijeruk dll.

PENGAJIAN SELASA DI ARRUHANIYAH

Buya Amin bersama H. Abdul Gani adalah pencetus pengajian setiap hari selasa di masjid Agung Arruhaniyah kresek yang sudah berlangsung sejak sebelum merdeka hingga sekarang. Pengajian Selasa di Arruhaniyah adalah pengajian yang diikuti oleh para ulama dan kiayi dari berbagai daerah. Pengajian selasa adalah barometer masyarakat dalam bidang hokum islam. Fatwa-fatwa para muqri (pembaca kitab kuning) di pengajian selasa menjadi acuan dan pegangan. Hal demikian tentunya dikarenakan selain yang membaca, hadirin peserta pengajian juga mayoritas adalah para kiayi. Jadi akan sulit fatwa yang salah akan dibiarkan dalam pengajian selasa. Bisa dikatakan ijma ulama kresek, kronjo, gunung kaler, binuang, tanara dan sekitarnya terjadi di pengajian selasa masjid arruhaniyah kresek.
Saat buya Amin masih hidup, muqri pengajian selasa hanya Buya Amin sendiri. Para ulama lain segan membaca kitab di hadapan buya. fatwa-fatwa buya amin adalah rujukan sentral para ulama waktu itu. Ketabahurran Buya dalam berbagai disiplin keilmuan menjadikannya seorang ulama yang paripurna. Ia adalah seorang faqih yang sufi, mufassir yang muhaddis, dan nahwiy yang ushuli. Buya juga sangat mahir mengajarkan ilmu bayan, ma’ani dan badi’. Beliau juga sangat ahli dalam ilmu faraid.

Setelah beliau wafat pada tahun 1415 H atau delapan belas tahun yang lalu, pengajian selasa diteruskan oleh murid kesayangannya yaitu Syekh Mufti bin asnawi pengasuh pesantren Darul Hikmah srewu Binuang. Sama seperti gurunya syekh Mufti bin Asnawi kemudian menjadi rujukan para ulama dan masyarakat dalam hokum islam. Ketika masa syekh Mufti bin Asnawi inilah dimulai pembaca kitab bukan hanya sendiri tapi juga melibatkan beberapa kiayi. Ketika syekh Mufti bin Asnawi wafat pada tahun 1432 H, pengasuh pengajian di emban oleh murid Buya Amin yang lain yaitu KH. Hamzah dari Gunung Kaler bersama para kiayi yang lain. Sekarang pengajian selasa di asuh oleh KH. Hamzah Gunung kaler, KH. Junaid Jati Pulo, KH. Rasyidi (pengasuh Ponpes Riyadlul Jannah) tengger kemuning, KH. Toyib Kandawati, KH. Kamta talok, KH. Syambas Renged dan H. Imaduddin Utsman (pengasuh ponpes Nahdlatul ulum) Cempaka Kresek.

BUYA AMIN DAN AQIDAH AHLUSSUNAH WALJAMAAH

Aqidah Ahlussunnah waljamaah adalah aqidah mayoritas muslim dunia. Aqidah yang berlandaskan al-qur’an hadis dan ijma para ulama. Pada awal abad 20, aqidah ahlussunah waljamah mendapatkan tantangan dari aqidah wahabiyah yang disebarkan oleh kerajaan Arab Saudi. Di Makkah yang pada waktu itu telah dikuasai oleh rezim wahabi, Buya amin tetap konsisten untuk berdiri tegak di bawah bendera Ahlussunnah wal jamaah. Beliau di Makkah berguru kepada para ulama yang masih memegang dengan kuat ajaran-ajaran ulama salaf dalam tradisi ahlussunnah waljamaah.
Ketika beliau pulang ke tanah air, di Indonesia telah terbentuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ormas Islam NU adalah ormas yang membela mati-matian ajaran-ajaran ulama salaf dan tradisi pesantren yang tengah habis-habisan di serang oleh Ormas wahabi di Indonesia yaitu Muhammadiyah. Buya amin langsung masuk dalam ormas NU dan menjadi salah seorang ulama yang berdiri di front terdepan dalam melawan ajaran wahabi di Banten yang disebarkan Muhammadiyah.

Ketika NU bergabung dengan Masyumi tahun 1943 Buya Amin aktif dalam Masyumi yang di ketuai hadratusyekh hasyim Asy’ari. Pada tahun 1952 NU keluar dari Masyumi dan mengikuti pemilu tahun 1955, dengan perjuangan Buya Amin dan ulama lainnya partai NU menang mutlak di Tangerang. Pada malam terjadinya peristiwa pemberontakan PKI tanggal 30 september 1965, Buya Amin tengah melantik kepengurusan NU tingkat ranting sekecamatan kresek yang berlokasi di kemuning. Pada tahun 1975 terjadi fusi antar partai islam ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Buya Amin pun sami’na wa ato’na untuk bergabung dengan PPP dan menjadi penasihat PPP Kabupaten tangerang. Kecintaannya kepada islam dan umat islam itulah yang membuat Buya Amin terus berjuang dalam organisasi yang berlandaskan islam ahlussunnah wal jamaah.

Ada tiga kiayi yang waktu itu sangat terkenal perjuangannya bagi ormas NU. Tiga kiayi ini adalah segitiga pager NU di Banten. Mereka adalah KH. Abdul Kabir pengasuh pesantren Kubang Petir, Buya Muhammad Syanwani pengasuh pesantren Sampang Tirtayasa, dan Buya Amin Koper.

Tiga tokoh NU Banten ini sering sekali berhubungan untuk membicarakan strategi pertahanan kaum nahdliyyin dari serangan kaum Muhamadiyyah. Ustad Karman, salah seorang santri Petir mengisahkan sering sekali KH. Abdul Kabir mengamantinya untuk sekedar menyampaikan salam kepada Buya Amin. Suatu saat, KH. Abdul Kabir mengatakan kepada ustad Karman, “sampaikan kepada Buya Amin bahwa abah dalam keadaan sehat, dan sampaikan salam abah untuk Buya!”.

Setelah sampai di Koper dan menyampaikan amanat KH. Abdul Kabir, kemudian Buya Amin mengatakan, “alaika waalaihissalam Sampaikan juga salam abah kepada Ki Kabir dan khabarkan bahwa Abah juga dalam keadaan sehat dan mohon maaf karena kemarin kecolongan Ki Banjar lolos ceramah di Rancailat.”
Ki Banjar adalah seorang penceramah yang dikenal telah masuk muhammadiyah. Ketika itu di petir dan kresek sangat ketat pengawasan buya amin dan ki kabir untuk tidak membiarkan ada penceramah Muhamadiyah masuk ke Petir dan kresek. Ki Banjar kemudian masuk kembali ke pangkuan NU di akhir hayatnya.

Pada muktamar NU di Situbondo tahun 1984 diputuskan bahwa NU kembali ke Khittah Ashliyyah Nahdliyyah 1926 dan tidak terjun ke dalam politik praktis. Sejak itulah Buya Amin mengurangi aktifitas keorganisasian dan memilih aktif mengawal umat dalam ubudiyyah kepada Allah Swt sampai beliau wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1415 H.

KELUARGA BUYA AMIN

Buya Amin menikah dengan enam orang isteri yang dinikahi sendiri-sendiri dan dua diantaranya dengan di jama. Pertama kali beliau menikah dengan Nyai Ratmah dari Dangdeur Balaraja tidak dikaruniai anak.
Kedua menikah dengan Nyai hajjah santi dari srewu binuang dikarunia seorang anak yang bernama H. sayuthi. Ketiga Buya menikah dengan Nyai hajjah maemunah putri Syekh Muhammad ramli dari cideng Kresek dikaruniai dua orang anak yaitu Musyarrofah dan KH. Ma’ruf Amin yang kini menjabat Ketua MUI pusat dan Dewan Penasihat presiden susilo Bambang yudoyono.

Keempat beliau menikah dengan Nyai Hajjah Nurjannah dan dikaruniai anak 12 yaitu: H. Abdurrouf Amin, Afifah, Atiqah, Asyiqah, Afiyah, Athirah, KH. Ma’luf Amin, Ma’fuf Amin, Abiqah, Masyruf Amin, Malthuf Amin, maksyuf Amin, dan Abdullah Amin.

Yang terakhir dengan di jama bersama Nyai Hajjah Nurjannah Buya Amin menikah dengan Nyai Hajjah Mardhiyyah dan di karuniai anak 7 yaitu: K. Busyairi Amin, budairi Amin, nikmatullah Amin, muflihah, Bunyanuddin Amin, Sirajul Millah Amin dan Murtafiah. Beliau juga menikah dengan nyai Hajjah dzurriyah binti KH. Abdurrahman Pendawa tidak dikaruniai anak.

SANAD KEILMUAN BUYA AMIN BIN ABDULLAH

Buya Amin banyak berguru kepada para ulama, kiayi dan habaib yang tak terhitung dan tidak diketahui banyaknya. Namun dari banyaknya para guru beliau penulis ingin menyebutkan salah satu sanad beliau dalam keilmuan melalui Syekh tohir alfalamuni al-Bantani. Adapun silsilahnya adalah:
1. Nabiyyina wa Habibina Muhammad saw.
2. Saidina Abdullah bin Umar ra.
3. Imam Nafi Attabi’i
4. Imam Malik
5. Imam Muhammad bin idris As-syafi’i
6. Imam Al-muzani
7. Imam Abdul Malik
8. Imam Alghazali
9. Imam Abdul Kari mar-Rafi’i
10. Imam kamal Al-Asy’ari
11. Imam Yahya An-nawawi
12. Imam Abdurrahman Al-iraqi
13. Imam Umar Al-bulqini
14. Imam Tajuddin as-Subki
15. Imam Ahmad Al-Mahalli
16. Imam Zakariya Al-Anshori
17. Imam Ibnu Hajar Al-Haitami
18. Syekh zaenuddin Al-Malibari
19. Syekh Zaini Dahlan
20. Syekh Nawawi Al-Bantani
21. Syekh Husain Carita Al-Bantani
22. Syekh Abdul Halim Al-Bantani
23. Syekh tohir Al-falamuni Al-bantani
24. Syekh Muhammad Amin bin Abdullah Al-Kubairi Al-bantani

SANAD SILSILAH NASAB
1. Nabiyuna Wahabibuna Muhammad Saw
2. Siti Fatimah Azzahra
3. Saidina husen
4. Imam Ali zaenal Abidin
5. Imam Muhammad Al-baqir
6. Imam ja’far As-shodiq
7. Imam Ali Al-Uraidi
8. Imam Muhammad An-naqib
9. Imam Isa An-Naqib
10. Imam Ahmad al Muhajir ilallah
11. Imam Ubaidillah bin ahmad
12. Sayyid Alawi bin ubaidillah
13. Imam sayyid Muhammad bin Alawi
14. Sayyid Alawi bin Muhammad
15. Sayyid Ali Qosam
16. Sayyid Muhammad Sahib Mirbath
17. Sayyid alawi bin Muhammad sahib
18. Amir abdul Malik
19. Malik Abdullah adzomat Khan
20. Sayyid Ahmad syah Jalal
21. Maulana Jamaluddin Akbar Husain
22. Ali Nuruddin
23. Malik Amatuddin Abdullah
24. Maulana syarif hidayatullah
25. Maulana Hasanuddin
26. Maulana yusuf
27. Maulana Muhammad Nashruddin
28. Sulthan Abul Mufakhir
29. Raden saleh
30. Raden Mahmud
31. Syekh hasan Bashri Cakung
32. Syekh Ibrohim
33. Syekh Abdullah
34. Syekh Alim
35. Nyi Kanisah
36. Nyi kati
37. Ki Abdullah
38. Syekh Muhammad Amin Koper

WAFATNYA SYEKH MUHAMMAD AMIN BIN ABDULLAH

Manusia mulia ini mengisi hidup dengan pengabdian kepada Allah. Membimbing umat menuju keridoanNya. Pada tanggal 16 Safar 1415 h. isterinya yang terakhir yaitu Nyai Hajjah Mardiyyah di tegal Kamal meninggal dunia. Buya Amin mengatakan setelah isterinya itu wafat bahwa ia ingin segera kembali ke tanah kelahirannya di Koper. Rupanya itu adalah sebuah isyarat bahwa tak lama lagi ia pulang ke hadirat dzat yang di rindukannya yaitu Allah Swt. Pada subuh hari Sabtu tanggal 12 Rabiul awal 1415 H. bertepatan dengan hari

kelahiran Kekasihnya yakni Nabi Muhammad Saw,belum genap satu bulan dari wafatnya isterinya, Buya Amin pergi ke hadirat Arrofiqul’a’la Allah azza wajalla. Kemudian beliau di makamkan di maqbarah semit di Koper.

FAIDAH: SANAD SEBAGIAN ULAMA KETURUNAN SYEKH HASAN BASHRI DAN SYEKH CILIWULUNG CAKUNG.

Dalam faidah ini, penulis ingin menyebutkan sanad sebagian kiayi pengasuh pesantren dan ulama yang mempunyai garis keturunan dari Syekh hasan Bashri dan syekh Ciliwulung Cakung. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat jalinan silaturahmi dan persatuan para ulama-ulama dalam mengawal umat menuju ridlo Allah swt. Banyak juga ulama yang bernasab kepada syekh ciliwulung atau Syekh hasan Bashri yang tidak dapat disebutkan karena kekurangan data:
Syekh Astari: bin Ki Maulana Ishaq bin Ki Muhammad Rafiuddin bin Nyi Ratu Antimah bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri. Syekh Makmun: bin Nyi dzuriyah bin Ki Dangi bin Nyi Ratu Antimah binti Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri. Atau syekh ma’mun bin Syekh Muhamad Ali Al Madinah bin Ki soiman bin hasan bin syekh Zen bin Ki Cinding bin Syekh Ciliwulung.
KH. Bushro: bin Syekh zen bin Nyi Darwinah binti Syekh Dangi bin Nyi Ratu Antimah bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri. Atau KH. Busyro bin Ki Zen Bin Muhamad Ali bin Ki soiman bin Ki hasan bin syekh Zen bin Ki Cinding bin Syekh Ciliwulung.
KH. Salim: bin Syekh zen bin Nyi Darwinah binti Syekh Dangi bin Nyi Ratu Antimah bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri. Atau KH. Salim bin Ki Zen Bin Muhamad Ali bin Ki soiman bin Ki hasan bin syekh Zen bin Ki Cinding bin Syekh Ciliwulung.
Syekh Mufti (pengasuh Ponpes Darul Hikmah Srewu): bin Asnawi bin Bahauddin bin Ki Ramli bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
KH. Maruf Amin: bin Syekh Muhammad Amin bin Abdullah bin Nyi Kati binti Nyi Kanisah bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
KH. Syatibi (Pengasuh pesantren al-hikmah Jakarta): bin Abdul Ghani bin Nyi Haji Armunah bin Ki Usman bin Ki Bendo bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
H. Imaduddin Utsman (Pengasuh Pesantren NU Cempaka): bin Nyi Suarah binti Nyi Haji Aminah bin Nyi Haji Armunah bin Ki Usman bin Ki Bendo bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
Syekh syarif Cakung (Ki Ayip): bin Nyi Ratu Antimah binti Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
KH. Latif Humaidi (pengasuh Pesantren Al-Falah): Bin Nyi Fatimah bin Ki Mushtofa bin Nyi Mastu bin Syekh Ismail bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
K. abdul Halim Cakung: bin Halimi bin Nyi Ratu sarwati bin Ki Jahari bin Ki As’ad bin Nyi ratu Antimah bin Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
K. Umar cakung: bin Syamsul ma’arif bin Ki Abdul faqar bin Ki As’ad bin Nyi ratu antimah binti Syekh Alim bin Syekh Abdullah bin Syekh Ibrahim bin Syekh Hasan Bashri.
KH. Ali Zen (pengasuh ponpes Al-Hikmah Pendawa): bin KH. Nurzen bin KH. Abdurahman bin ki Astari bin Ki Hasan bin Ki Soiman bin Ki Abdullah bin Ki Mubarok bin Ki Ilyas bin Ki Cinding bin Syekh Ciliwulung.
KH. Fakhruddin Lempuyang: bin Ki Soleh bin Ki Mulud bin Ki Sohari bin Ki Ahmad Nafis bin Ki Abdul Akhir (Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki Sauddin bin Syekh Ciliwulung.
KH. Abdul galib: bin Nyi Kadanah binti Ki Bashir bin Nyi Mayi binti Nyi Runi binti Nyi Shofiyah (Nyi Buyut Ketul) bin nyi Syarifah/Sarwinah binti syekh Hasan Bashri.
KH. Sofwatuddin (Pengasuh Ponpes Darul Hikmah srewu): bin Nyi Sutihat binti Ki soleh bin Ki Mulud bin Ki Sohari bin Ki Ahmad Nafis bin Ki abdul akhir (Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki sauddin bin Syekh ciliwulung. KH. Mukit Laban: bin Nyi Hawa bin Ki Mulud bin bin Ki Sohari bin Ki Ahmad Nafis bin Ki Abdul Akhir (Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki Sauddin bin Syekh Ciliwulung. KH. Abdul Maram: bin Nyi Hajjah dzurriyah binti KH.Abdurrahman bin ki Astari bin Ki Hasan bin Ki Soiman bin Ki Abdullah bin Ki Mubarok bin Ki Ilyas bin Ki Cinding bin Syekh Ciliwulung.
KH. Maimun Ali (Pengasuh Ponpes Subulussalam): bin Nyi Haji Danah bin Ki Ali bin Nyi Hawa Bin Nyi Ami bin Ki Alim bin Ki Abdullah bin Ki Ibrohim bin syekh Hasan Bashri
Syekh Asnawi Caringin: bin Nyi Mastijah binti Ki amba bin Ki Cinding bin Syekh ciliwulung.
Syekh Ismail Belod: bin Ki Ules bin Ki dana bin Ki Ikram bin Ki sueb bin Syekh Ciliwulung
Ki Syafei kebon Jeruk: bin Ki Makiya bin ki Aspa bin Ki Sahal bin Ki Hasan bin Ki Nung bin Ki Zen bin Ki Cinding bin syekh Ciliwulung.
Ki Amran Bugel: bin Ki Muhammad bin Ki Alim bin Ki Abdullah bin Ki Ibrohim bin Syekh Hasan Bashri. KH. Hudri lempuyang: bin Ki Mulud bin Ki Sohari bin Ki Ahmad Nafis bin Ki abdul akhir (Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki sauddin bin Syekh ciliwulung. KH. Humed Endol: Bin Ki Aryani bin …bin ki Abdul akhir (Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki sauddin bin Syekh ciliwulung.

KH. Fudel Lempuyang: bin Ki Soleh bin Ki Mulud bin Ki Sohari bin Ki Ahmad Nafis bin Ki abdul akhir ( Ki Adung) bin Ki Karomuddin bin Ki sauddin bin Syekh ciliwulung.

KH. Fahri Aslam: bin Nyi Fatimah bin Nyi Asybah bin Ki Asnawi bin Ki Abdul latif (Ki Atif) bin ki karomudin bin ki sauddin bin syekh Ciliwulung
KH. Fathoni Lempuyang: bin Ki Usman bin nyi cilik binti ki abdul rasyid bin Ki Abdul akhir (ki Adung) bin ki karomuddin bin ki sauddin bin syekh ciliwulung

KH. Jarnuji lempuyang: bin Ki Salim bin ki as’ad bin ki hasan bin ki ali bin abdul latif (Ki Atif) bin ki karomuddin bin ki sauddin bin syekh ciliwulung
KH. Sanwani Kelapiyan dan KH. Abdul goffar: bin Nyi saodah binti ki ali bin kiabdul latif (ki atif) bin ki karomuddin bin ki sauddin bin Syekh ciliwulung.

KH. Baikandi (Pengasuh Pesantren Darul arham Rajeg) bin Abdul gani bin Burhan bin Abdul Jabbar bin Sufyan bin Asma bin Abdulatif bin Karomuddin bin Sauddin bin Syekh ciliwulung.
Waalahu a’lam bishowab.

Tegur sapa dari pembaca sangat kami harapkan bagi perbaiakan tulisan berikutnya.
1 Rabiul awal 1433 H/25 Januari 2012

Penulis
H. Ma’luf Amin, S.Pd.
H. Imaduddin Utsman, S.Ag. MA

oleh:
H. Imaduddin Utsman, S.Ag. MA.

Sumber : dikutip dari Artikel Pondok Pesantren Salafiyah Keresek Tangerang.

(Lee/Red)

0 133
Foto Gerafer Aden. / Istimewa. #detikbantencom

DetikBanten.com, Kota Serang – Program Sepeda Nusantara 2018 sudah di mulai Di Provinsi Banten, tepatnya di Alun-barat, Kota Serang, Minggu (12/08/2018). Semua kalangan pejabat hingga Masyarakat sekitar antusias mengikuti program sepeda Nusantara 2018 yang di prakasai oleh Kemenpora.

Acara diawali dengan melakukan senam bersama dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera start tanda di mulainya sepeda Nusantara 2018 yang dhadiri oleh Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

“Sepeda Nusantara ini program yang sudah di lakukan di 34 Provinsi termasuk di Banten, ini membuktikan dengan bersepeda Nusantara ini tidak secara pribadi tapi dilakukan secara bersama-sama untuk menjalin persatuan diantara kita,” ujar Menko Polhukam Jenderal TNI (purn) Wiranto.

“Kita yakin persatuan ini, untuk merdeka, dan kemerdekaan itu sudah di warisakan, menunjukan sesuatu yang penting, tanpa persatuan tidak bisa berdaulat,” tambahnya

Ia berharap dengan bersepeda Nusantara muncul kembali semangat persatuan, yang saat ini akan menghadapi asian games, dalam waktu dekat akan memperingati 17 agustus.

“Tentu ini Olahraga yang cukup sehat, dan olahraga yang tidak terlalu mahal, sesuai dengan amanat Pak Presiden Program Gemas,” pungkasnya.

Selain itu, dirinya sangat berbahagia, dengan Provinsi Banten untuk jadi Provinsi, perjuangan Gubernur Banten semangat untuk Membangun masyarakat.

“Saya sangat berbahagia, Banten ini berjuang untuk jadi provinsi, saya melihat perjuangan luar biasa, pak gubernur jelas membuktikan, dengan semangat beliau membangun masyarakat Banten,” jelasnya. (Aden)

0 231

DetikBanten.com, Lombok – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tsunami akibat gempa Lombok di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat hanya sekitar 50 cm atau 0,5 meter. Ketinggian itu setelah air naik daratan.

Gempa terjadi berkekukatan 7 skala ricter, Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 km. Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok Timur.

Peringatan dini tsunami telah diaktivasi. Potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada. Waktu kedatangan tsunami pukul 18.48.35 WIB tadi. dilansir Suara.com.

“Status Waspada artinya Pemda yang berada di status Waspada memperhatikan peringanan dini dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai. Kemungkinan air laut akan naik ke daratan tetapi kedalaman berkisar kurang dari 0,5 meter,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengutip laporan BMKG, Minggu malam.

BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai. Gempa dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur. Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengn kondisi gelap karena listrik padam. Selain guncangan gempa susulan dirasakan. Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan.

Berdasarkan laporan  BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan pengakhiran peringatan tsunami.

Berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan. Intensitas gempa di Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.

Dengan melihat kondisi tersebut diperkirakan kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI Apalagi saat ini di Kota Mataram intensitas gempa VIII MMI. (Red)

RANDOM POSTS

0 8
Detakbanten.com, SERANG - Badan Kehormatan DPD RI Bekerjasama dengan Universitas Tirtayasa (Untirta) menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema penegakan martabat, Kehormatan dan Citra...
error: Content is protected !!